Jakarta – Pasar saham Indonesia mengalami tekanan pada semester pertama tahun 2026. Meskipun demikian, sejumlah investor berpengalaman tetap optimis dan terus melakukan investasi. Salah satu tokoh ternama di pasar modal Indonesia, Lo Kheng Hong, terus memperluas portofolio sahamnya, termasuk dalam sektor properti.
Lo Kheng Hong, yang dikenal sebagai Warren Buffett-nya Indonesia, terus menambah kepemilikan sahamnya di PT Intiland Development Tbk (DILD). Investor yang memiliki reputasi kuat ini merupakan salah satu pemegang saham utama perusahaan dengan kepemilikan saham di atas 5%.
Berdasarkan data keterbukaan informasi, Lo Kheng Hong berhasil mengakumulasi sebanyak 1,7 juta saham DILD pada tanggal 5 Mei 2026. Transaksi pembelian ini melibatkan beberapa broker ternama, antara lain:
- BCA Sekuritas
- Mandiri Sekuritas
- Sinarmas Sekuritas
- Pluang Maju Sekuritas
- Korean Investment and Sekuritas Indonesia
- Ekokapital Sekuritas
- Sucor Sekuritas
- Panin Sekuritas
- MNC Sekuritas
- BRI Danareksa Sekuritas
Pembelian saham DILD oleh Lo Kheng Hong menunjukkan keyakinannya terhadap potensi pertumbuhan perusahaan properti tersebut. DILD dikenal sebagai salah satu perusahaan pengembang properti terkemuka di Indonesia, dengan proyek-proyek yang tersebar di berbagai wilayah. Investasi dari Lo Kheng Hong juga menjadi indikator positif bagi para investor lainnya, karena keputusan investasi dari tokoh seperti dirinya sering kali menjadi acuan.
Selain itu, penambahan saham DILD oleh Lo Kheng Hong juga mencerminkan strategi investasi jangka panjang yang ia terapkan. Ia biasanya tidak terburu-buru dalam memilih saham, dan lebih memilih untuk membeli saat harga sedang murah atau ada peluang pertumbuhan yang signifikan.
Kepemilikan saham oleh Lo Kheng Hong juga memberikan dampak psikologis positif terhadap pasar. Kehadiran investor besar seperti dirinya dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap saham DILD, sehingga memengaruhi permintaan dan penawaran di pasar modal.
Meskipun pasar saham sedang menghadapi tekanan, langkah-langkah seperti ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk pertumbuhan, terutama jika investor memiliki visi jangka panjang dan kemampuan analisis yang baik.
Investor lain juga bisa belajar dari pendekatan Lo Kheng Hong, yaitu dengan memperhatikan kualitas perusahaan dan potensi pertumbuhannya, bukan hanya sekadar mengikuti tren pasar sementara. Dengan strategi yang tepat, investasi saham bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil dan berkelanjutan.


















