Pemuda Dikeroyok Akibat Salah Sapa, Keluarga Tuntut Keadilan di Manokwari
Sebuah insiden tragis terjadi di kawasan Marina, Jalan Angkasa Mulyono Amban, Manokwari, Papua Barat, ketika seorang pemuda berinisial AD menjadi korban pengeroyokan brutal. Peristiwa yang bermula dari kesalahpahaman sederhana ini berujung pada luka serius pada wajah dan rahang korban, yang mengharuskannya mendapatkan perawatan medis intensif di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat.
Keluarga korban, yang diwakili oleh Theofilus Yogi, telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian ini ke Polresta Manokwari. Laporan polisi dengan nomor LP/B/639/V/2026/SPKT POLRESTA MANOKWARI/POLDA PAPUA BARAT diajukan pada Sabtu, 30 Mei 2026. Pihak keluarga menuntut agar para pelaku segera diusut dan ditangkap untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Mau secara adat maupun hukum formal, pelaku harus diamankan terlebih dahulu, baru nanti kita bisa duduk bersama mencari penyelesaian,” tegas Theofilus, menunjukkan keseriusan keluarga dalam mencari keadilan.
Kronologi Kejadian: Dari Olahraga Pagi Menjadi Insiden Kekerasan
Menurut keterangan yang dihimpun dari korban, AD, peristiwa nahas ini bermula pada Jumat, 29 Mei 2026, sekitar pukul 05.00 WIT. Saat itu, AD tengah menikmati rutinitas olahraga lari pagi di kawasan Amban. Di tengah aktivitasnya, ia melihat seorang perempuan yang parasnya sangat mirip dengan salah satu teman kuliahnya. Tanpa pikir panjang, AD berusaha menyapa perempuan tersebut.
Namun, niat baik AD justru berujung pada kesalahpahaman. Perempuan yang disapanya merasa terkejut dan ketakutan, hingga berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut rupanya menarik perhatian sekelompok pemuda yang berada di sekitar lokasi kejadian. Tanpa melakukan klarifikasi lebih lanjut, mereka langsung mendatangi AD dan melancarkan aksi penganiayaan. Akibat pengeroyokan yang membabi buta, AD mengalami luka parah di bagian wajah dan rahang. Kondisinya yang memprihatinkan memaksa tim medis untuk merujuknya ke Rumah Sakit Provinsi Papua Barat demi mendapatkan penanganan yang lebih memadai.
Tuntutan Keluarga Korban: Keadilan yang Berlandaskan Bukti
Theofilus Yogi, perwakilan keluarga korban, menegaskan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab sepenuhnya apabila AD terbukti bersalah atau melakukan pelanggaran hukum dalam insiden ini. Namun, kesiapan ini disertai dengan tuntutan agar proses penyelidikan dilakukan secara objektif dan transparan.
“Kami siap bertanggung jawab jika memang terbukti ada kesalahan yang dilakukan AD. Karena itu kami meminta semuanya dibuktikan melalui rekaman CCTV dan proses hukum yang objektif,” ujar Theofilus.
Pihak keluarga sangat berharap agar aparat kepolisian dapat segera memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, hasil visum medis terhadap korban juga menjadi bukti krusial yang diharapkan dapat menguatkan laporan mereka. Dengan adanya bukti-bukti tersebut, keluarga berharap pelaku pengeroyokan dapat segera diidentifikasi dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
Protes dan Aksi Massa Mengguncang Amban
Ketidakpuasan keluarga korban dan warga sekitar terhadap lambatnya penanganan kasus ini memicu aksi massa di Jalan Angkasa Mulyono Amban. Massa yang berdemonstrasi melakukan pemalangan jalan menggunakan kayu balok dan membakar ban sebagai bentuk protes keras. Aksi ini menunjukkan betapa besarnya kekecewaan masyarakat terhadap situasi yang terjadi.
Dalam aksi tersebut, tiga orang sempat diamankan oleh aparat kepolisian di Polsek Amban. Selain itu, perempuan yang diduga menjadi korban dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang berujung pada kesalahpahaman juga turut dimintai keterangan oleh pihak berwenang.
Proses Hukum Berjalan, Keluarga Menanti Perkembangan
Keluarga korban telah menempuh jalur hukum formal dengan membuat laporan resmi di Polresta Manokwari. Pihak kepolisian dikabarkan telah menerima laporan tersebut dan berjanji akan menindaklanjutinya melalui proses penyelidikan lebih lanjut.
“Kami diberi waktu sampai hari Selasa untuk melihat perkembangan proses yang dilakukan kepolisian. Harapan kami pelaku bisa segera ditemukan dan kasus ini menjadi terang,” ungkap Theofilus, menyampaikan harapan besar keluarga terhadap kinerja kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai kronologi lengkap kejadian, perkembangan penyelidikan, maupun status hukum para pihak yang terlibat. Keluarga korban dan masyarakat luas masih menantikan titik terang dalam kasus pengeroyokan yang merenggut ketenangan dan kedamaian di Manokwari ini. Penegakan hukum yang adil dan cepat diharapkan dapat mengembalikan rasa aman dan keadilan bagi korban dan keluarganya.













