Kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur
Kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek terjadi di wilayah Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Peristiwa ini menewaskan tujuh orang dan melukai 81 penumpang lainnya. Saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung untuk menyelamatkan tiga korban yang masih terjepit di dalam gerbong kereta.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kecelakaan terjadi saat KRL Commuter Line bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di KM 28+920, wilayah Stasiun Bekasi Timur. Awalnya, KRL tertabrak oleh taksi listrik sebelum akhirnya ditabrak oleh rangkaian kereta jarak jauh pada bagian gerbong paling belakang. Akibatnya, banyak penumpang mengalami luka-luka dan beberapa meninggal dunia.
Korban Meninggal Dunia Bertambah
Dalam konferensi pers yang digelar di Stasiun Bekasi, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia kini bertambah menjadi tujuh orang dari sebelumnya lima orang. Selain itu, sebanyak 81 orang mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan medis.
“Update jumlah korban kecelakaan tadi malam, meninggal dunia tujuh orang, luka-luka dirawat 81 orang, dan yang masih terperangkap di kereta ada tiga orang,” ujar Bobby Rasyidin.
Sebelumnya, PT KAI sempat melaporkan lima korban meninggal dunia dan tiga korban masih terjepit di dalam rangkaian kereta. Hingga kini, proses evakuasi terhadap korban yang terperangkap masih terus dilakukan.
Proses Evakuasi Masih Berlangsung
Hingga Selasa (28/4/2026) dini hari, proses evakuasi korban masih terus dilakukan di lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Petugas gabungan berupaya menyelamatkan korban yang terjepit dengan memotong bagian gerbong KRL, khususnya gerbong wanita.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 02.55 WIB menunjukkan petugas mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia. Sejumlah petugas terlihat mengangkut kantong jenazah dari gerbong KRL menuju ambulans.
Penumpang KA Argo Bromo Anggrek Selamat
Sementara itu, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dipastikan selamat. Semua penumpang telah berhasil dievakuasi dari rangkaian kereta tersebut. Dari data awal, empat penumpang KRL dilaporkan meninggal dunia. Pihak KAI juga menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Dari data awal, ada empat penumpang yang meninggal dunia,” ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Para korban luka telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terdekat, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital, dan Mitra Keluarga. Sebanyak 79 korban telah dibawa ke sembilan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Bantuan untuk Keluarga Korban
Untuk membantu keluarga korban, PT KAI telah mendirikan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi guna memberikan informasi terkait penumpang. Pihak KAI juga menegaskan akan bertanggung jawab terhadap seluruh korban, termasuk dalam penanganan dan pemberian kompensasi.
Terkait penyebab kecelakaan, pihak berwenang masih fokus pada proses evakuasi. Namun, mereka akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan antara Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.



















