Serangan Udara Pakistan ke Afghanistan: 18 Tewas, Kabul Berjanji Balas
Jakarta, IDN Times – Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan memuncak pada Minggu pagi, 22 Februari 2026, ketika Pakistan melancarkan serangkaian serangan udara terhadap sasaran di dalam wilayah Afghanistan. Otoritas Taliban melaporkan bahwa sedikitnya 18 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk perempuan dan anak-anak, yang menambah daftar panjang insiden kekerasan di kawasan tersebut.
Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan menyatakan melalui platform media sosial X bahwa militer mereka menargetkan tujuh kamp dan tempat persembunyian militan yang berlokasi di dekat perbatasan kedua negara. Tindakan ini disebut sebagai respons langsung terhadap serangkaian serangan bom bunuh diri yang baru-baru ini mengguncang Pakistan. Sasaran utama serangan udara Pakistan adalah kelompok Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) beserta kelompok-kelompok terafiliasinya, serta sebuah cabang dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Dampak Serangan dan Korban Sipil
Kementerian Pertahanan Afghanistan merinci bahwa serangan udara Pakistan menghantam sebuah sekolah agama dan beberapa rumah warga di provinsi Nangarhar dan Paktika. Akibat serangan ini, puluhan orang dilaporkan tewas dan terluka, dengan korban yang signifikan termasuk perempuan dan anak-anak.
Pihak Afghanistan mengecam keras tindakan militer Pakistan, menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional serta prinsip-prinsip dasar hubungan bertetangga yang baik. Kementerian Pertahanan Afghanistan menegaskan bahwa mereka akan memberikan balasan atas serangan tersebut.
“Kami menganggap militer Pakistan bertanggung jawab penuh atas serangan terhadap warga sipil dan situs keagamaan. Kami akan menanggapi serangan ini pada waktunya dengan respons yang terukur dan tepat,” demikian pernyataan resmi kementerian tersebut.
Upaya Pencarian Korban dan Kesaksian Warga
Di provinsi Nangarhar, pihak kepolisian melaporkan bahwa pengeboman dimulai sekitar tengah malam dan menyasar tiga distrik yang berbeda. Di distrik Bihsud, warga terlihat bergotong-royong menggunakan alat berat seperti buldoser untuk mencoba mencari korban yang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.
Salah seorang warga yang selamat, Shahabuddin, menceritakan kesedihannya. Dari total 23 anggota keluarganya yang berada di lokasi kejadian, hanya lima orang yang berhasil selamat dari serangan mematikan tersebut.
Kesaksian lain datang dari seorang warga bernama Amin Gul Amin, yang menggambarkan suasana mencekam saat pengeboman terjadi. “Warga di desa ini adalah saudara kami. Saat pengeboman terjadi, satu orang yang selamat berteriak minta tolong,” tuturnya, menggambarkan kepanikan dan keputusasaan yang melanda.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa di wilayah lain yang terdampak oleh serangan tersebut. Di distrik Bermal dan Urgun, yang berada di provinsi Paktika, sebuah wisma tamu dan sebuah sekolah agama juga dilaporkan menjadi sasaran. Namun, kedua bangunan tersebut dikabarkan dalam keadaan kosong saat serangan terjadi.

Tuduhan Pakistan dan Sejarah Ketegangan
Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, Pakistan mengalami lonjakan kekerasan yang sebagian besar dituding dilakukan oleh TTP dan kelompok separatis Baloch. Islamabad secara konsisten menuduh TTP beroperasi dari wilayah Afghanistan, sebuah tuduhan yang selalu dibantah oleh TTP. Pemerintah Taliban di Afghanistan juga secara berulang kali menyangkal memberikan perlindungan kepada kelompok-kelompok bersenjata yang menentang Pakistan.
Hubungan diplomatik kedua negara tetap berada dalam kondisi yang sangat tegang, terutama setelah insiden bentrokan mematikan yang terjadi pada Oktober 2025. Bentrokan tersebut pecah menyusul ledakan bom di Kabul, yang menurut para pejabat Afghanistan, dilakukan oleh pihak Pakistan.
Berbagai upaya perundingan telah digelar antara kedua negara pasca gencatan senjata awal yang dimediasi oleh Qatar dan Turki. Namun, hingga saat ini, upaya-upaya tersebut belum berhasil membuahkan kesepakatan permanen yang dapat meredakan ketegangan dan mencegah konflik lebih lanjut.

Insiden ini kembali menyoroti kompleksitas situasi keamanan di kawasan tersebut dan tantangan yang dihadapi dalam menjaga stabilitas regional. Serangan udara Pakistan ke wilayah Afghanistan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas.
Ledakan Bom dan Baku Tembak Guncang Pakistan, 17 Orang Tewas Gara-gara Tarif, Trump Bisa Lebih Cepat Serang Iran



















