Kesadaran Masyarakat Terhadap Kesehatan
Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kini tidak hanya terlihat dari pola makan dan olahraga, tetapi juga dari upaya mengurangi kebiasaan merokok. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, sejumlah perokok dewasa mulai mencari berbagai cara untuk menghentikan kebiasaan tersebut secara bertahap.
Salah satu pendekatan yang belakangan menjadi perhatian adalah penggunaan produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik atau vape. Namun, para ahli tetap menekankan bahwa berhenti sepenuhnya dari konsumsi produk tembakau dan nikotin tetap menjadi pilihan terbaik bagi kesehatan.
Perbincangan mengenai hal ini kembali menguat setelah terbitnya studi terbaru dari Center of Excellence for the Acceleration of Harm Reduction (CoEHAR) pada Februari lalu. Penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Preventive Cardiology itu menelaah 23 studi klinis dengan total 11.702 peserta untuk melihat perubahan kesehatan pembuluh darah setelah seseorang berhenti merokok atau beralih dari rokok konvensional ke rokok elektronik.
Pembuluh Darah Jadi Indikator Awal
Paparan zat kimia dari pembakaran rokok selama ini diketahui berkaitan dengan gangguan fungsi pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan arteri menjadi kurang elastis dan mengganggu fungsi endotelium atau lapisan bagian dalam pembuluh darah. Jika berlangsung terus-menerus, pembuluh darah menjadi lebih sulit melebar secara optimal sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dalam jangka panjang.
Dalam studi tersebut, peneliti menemukan adanya perbaikan awal pada indikator kesehatan pembuluh darah pada kelompok yang berhenti merokok maupun yang beralih sepenuhnya dari rokok konvensional ke rokok elektronik. Temuan itu dinilai menunjukkan bahwa berkurangnya paparan zat berbahaya hasil pembakaran tembakau dapat memberikan dampak biologis terhadap tubuh.
“Ketika pembakaran berhenti, fungsi pembuluh darah mulai membaik. Perubahan yang terukur ini menunjukkan bahwa menghilangkan paparan asap memiliki manfaat biologis langsung,” kata Prof. Riccardo Polosa.
Nikotin Bukan Satu-satunya Faktor
Salah satu temuan yang cukup menarik dari studi tersebut adalah adanya peningkatan fungsi pembuluh darah baik pada penggunaan produk dengan nikotin maupun tanpa nikotin. Peneliti menilai hal ini mengindikasikan bahwa kerusakan utama pada pembuluh darah lebih banyak dipicu zat toksik hasil pembakaran rokok.
Namun para pakar kesehatan tetap mengingatkan bahwa nikotin bersifat adiktif dan dapat memengaruhi tekanan darah serta denyut jantung. Karena itu, penggunaan produk alternatif sebaiknya tidak dipandang sebagai produk aman, melainkan bagian dari pendekatan pengurangan risiko bagi perokok dewasa yang belum berhasil berhenti total.
Perubahan Kebiasaan Dinilai Penting
Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo), Paido Siahaan, menilai tren perokok dewasa yang mulai mencoba produk alternatif menunjukkan adanya perubahan pendekatan dalam mengelola kebiasaan merokok. Menurut dia, sebagian orang memilih langkah bertahap karena tidak mudah menghentikan kebiasaan merokok secara instan.
Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan berhenti merokok tetap sangat dipengaruhi perubahan perilaku sehari-hari. “Banyak perokok yang gagal bukan karena produknya tidak efektif, melainkan karena rutinitas dan pola perilaku tidak ikut berubah,” terang Paido baru-baru ini di Jakarta.
Paido menyebut pengelolaan stres, lingkungan sosial, dan kebiasaan harian menjadi faktor penting dalam proses berhenti merokok. Pendekatan bertahap, menurutnya, sering kali lebih mudah dijalani dibanding perubahan drastis yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang.



















