• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home politik

Teddy: Biaya & Rombongan ke Luar Negeri, Seskab Jawab Kritik Dino

Hendra by Hendra
19 Juni 2026 - 10:09
in politik
0

Penegasan Anggaran Kunjungan Luar Negeri Presiden: Presiden Prabowo Tanggung Biaya Pribadi Jika Melebihi Pagu

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi mendalam mengenai intensitas dan pembiayaan kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto, menanggapi kritik yang dilontarkan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Seskab Teddy menegaskan bahwa setiap pengeluaran yang melebihi pagu anggaran negara dalam kunjungan kenegaraan akan ditanggung sepenuhnya oleh Presiden Prabowo menggunakan dana pribadi. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik terkait efisiensi anggaran negara dan dinamika diplomasi internasional yang kompleks.

Rombongan Kunjungan Dipangkas Signifikan

Salah satu poin penting yang diangkat oleh Seskab Teddy adalah mengenai ukuran rombongan yang menyertai Presiden dalam setiap kunjungan luar negeri. Ia membantah keras anggapan bahwa rombongan saat ini terlalu besar dan tidak efisien. Berdasarkan data yang disajikan, jumlah delegasi yang mendampingi Presiden Prabowo telah berkurang drastis, mencapai lebih dari separuh jika dibandingkan dengan periode kepemimpinan sebelumnya.

“Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh dari periode sebelumnya. Jadi kalau dulu itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang, zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal,” jelas Teddy. Pengurangan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan penggunaan anggaran negara tanpa mengurangi efektivitas diplomasi.

Komitmen Keuangan Pribadi Presiden

Menanggapi kekhawatiran mengenai potensi beban anggaran negara akibat kunjungan luar negeri, Seskab Teddy memberikan jaminan tegas. Ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo memiliki komitmen penuh untuk menanggung segala biaya yang melebihi pagu anggaran negara dari kantong pribadinya.

Baca Juga  Rombongan politisi PDIP Arteria Dahlan viral di Sitinjau Lauik dengan pengawalan polisi

“Jadi yang pertama masalah biaya bila ke luar negeri ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” tegas Teddy. Pernyataan ini menekankan akuntabilitas dan keseriusan Presiden dalam menjaga keuangan negara, sekaligus menunjukkan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan telah melalui perhitungan matang dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pagu anggaran sendiri merupakan batas maksimal dana yang dialokasikan oleh pemerintah untuk suatu kegiatan tertentu, memastikan bahwa pengeluaran tidak akan melewati batas yang telah ditetapkan tanpa pertimbangan khusus.

Fleksibilitas Jadwal Diplomasi dalam Dinamika Global

Isu lain yang diangkat adalah mengenai usulan agar jadwal kunjungan luar negeri dipersiapkan satu tahun sebelumnya, sebagaimana dikemukakan oleh Dino Patti Djalal. Seskab Teddy menjelaskan bahwa dalam konteks geopolitik global yang sangat dinamis, penerapan jadwal yang kaku seperti itu sangat sulit dilakukan.

“Perkembangan dunia global itu sangat dinamis hari per hari. Nah jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara,” tuturnya. Dinamika global menuntut respons yang cepat dan adaptif dari kepala negara. Pertemuan-pertemuan mendesak atau peluang diplomasi yang muncul secara tak terduga seringkali memerlukan tindakan segera. Oleh karena itu, fleksibilitas dalam penjadwalan menjadi kunci agar diplomasi Indonesia tetap efektif dalam merespons berbagai tantangan dan peluang di kancah internasional.

Strategi Jangka Panjang dan Kepentingan Nasional

Teddy juga menekankan bahwa intensitas pertemuan bilateral, baik yang bersifat seremonial maupun tertutup, merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mengamankan kepentingan nasional. Di tengah berbagai krisis dunia yang terus berkembang, diplomasi aktif menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan bangsa.

Baca Juga  Mensesneg: Presiden Kunjungi Korban Kecelakaan KA dan KRL Bekasi Sebelum Rombongan

Penentuan prioritas dalam setiap pertemuan bilateral, menurut Seskab Teddy, sepenuhnya berada di bawah pertimbangan matang Presiden dan Menteri Luar Negeri. “Pertemuan dengan kepala negara lain di suatu event itu yang menentukan adalah Bapak Presiden dan juga saran dari Menteri Luar Negeri. Dan beliau-beliaulah yang mengetahui mana yang prioritas,” ungkapnya. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap interaksi diplomatik memiliki tujuan strategis yang jelas dan berkontribusi pada pencapaian visi bangsa di tingkat global.

Latar Belakang Kritik dan Saran

Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyoroti frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan catatan, terhitung sejak menjabat pada 20 Oktober 2024 hingga 30 Mei 2026, Presiden Prabowo telah melakukan 49 kunjungan ke 28 negara. Dari total 587 hari menjabat, sekitar 95 hari di antaranya dihabiskan untuk kunjungan luar negeri, yang berarti rata-rata satu dari enam hari dihabiskan di luar negeri.

Dino Patti Djalal mengingatkan bahwa perjalanan dinas seorang kepala negara memakan biaya yang sangat besar, mencakup berbagai pos pengeluaran seperti tim pendahulu, sewa pesawat, akomodasi, logistik, konsumsi, pengamanan, hingga uang harian delegasi. Ia memperkirakan satu perjalanan ke luar negeri bisa menelan biaya puluhan hingga ratusan miliar rupiah.

Untuk mengoptimalkan efisiensi anggaran negara tanpa mengurangi kekuatan diplomasi Indonesia, Dino Patti Djalal memberikan lima saran:

  • Memanfaatkan Teknologi Komunikasi: Mengganti beberapa kunjungan tatap muka dengan sarana teknologi seperti video call, Zoom, atau telepon. Dino berpendapat bahwa pertemuan bilateral seringkali didominasi oleh acara seremonial yang memakan waktu dan biaya, sementara inti pembicaraan hanya berlangsung singkat. Melalui video call yang bernilai nol rupiah, negara dapat menghemat anggaran secara signifikan.
  • Lebih Sering Menerima Tamu Negara di Indonesia: Alih-alih terus berkeliling dunia, Presiden disarankan untuk lebih banyak mengundang dan menjamu tamu negara di tanah air. Hal ini tidak hanya menghemat anggaran tetapi juga menunjukkan wibawa Indonesia sebagai tuan rumah.
  • Delegasikan Tugas Diplomatik: Untuk urusan diplomasi tingkat menteri atau misi taktis tertentu, disarankan agar Presiden mendelegasikan tugas tersebut kepada Menteri Luar Negeri. Ini akan mengurangi beban jadwal Presiden, menghemat anggaran, dan memastikan diplomasi Indonesia tetap berjalan lancar di berbagai tingkatan.
Baca Juga  SBY Angkat Bicara Soal Kematian 3 Prajurit TNI di Lebanon, Dukung Prabowo Minta Investigasi

Saran-saran ini disampaikan Dino Patti Djalal sebagai bentuk kepedulian terhadap pengelolaan keuangan negara yang bijak, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang menjadi sorotan publik. Ia berharap masukan ini dapat didengar oleh pemerintah demi menjaga efisiensi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan yang dijalankan.

Tags: rombongan
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Teddy Ungkap Keberhasilan Prabowo Tak Respons Presiden Asing
politik

Teddy Ungkap Keberhasilan Prabowo Tak Respons Presiden Asing

19 Juni 2026 - 09:17
Dilema Bandara Husein Sastranegara: Kenyamanan Wisatawan vs Nasib Bandara Kertajati
politik

Dilema Bandara Husein Sastranegara: Kenyamanan Wisatawan vs Nasib Bandara Kertajati

19 Juni 2026 - 09:04
Prediksi Kandidat Kuat Pilkada Makassar 2026: Analisis Awal dan Potensi Kejutan
berita

Prediksi Kandidat Kuat Pilkada Makassar 2026: Analisis Awal dan Potensi Kejutan

19 Juni 2026 - 05:38
Kabar Makassar: Pertemuan PBB di Jenewa: Ketegangan Geopolitik Global Memasuki Babak Baru
berita

Kabar Makassar: Pertemuan PBB di Jenewa: Ketegangan Geopolitik Global Memasuki Babak Baru

19 Juni 2026 - 04:56
Koperasi: Motor Penggerak Ekonomi Pancasila
politik

Koperasi: Motor Penggerak Ekonomi Pancasila

19 Juni 2026 - 02:48
berita

Dampak Perjanjian Dagang Baru: Meningkatnya Hubungan Diplomatik Indonesia-Australia

19 Juni 2026 - 01:24
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Beneath the Grin: A Clown’s Dark Secret

Beneath the Grin: A Clown’s Dark Secret

19 Juni 2026 - 11:40
Sejarah Kebun Binatang Surabaya: Dari Koleksi Satwa Menjadi Ikon Wisata Kota Pahlawan

Sejarah Kebun Binatang Surabaya: Dari Koleksi Satwa Menjadi Ikon Wisata Kota Pahlawan

19 Juni 2026 - 11:27
Konser Spektakuler Legendaris Dunia di Jakarta: Momen yang Tak Terlupakan

Konser Spektakuler Legendaris Dunia di Jakarta: Momen yang Tak Terlupakan

19 Juni 2026 - 11:17
Patel’s Girlfriend’s Hogwash Lawsuit Mocked

Patel’s Girlfriend’s Hogwash Lawsuit Mocked

19 Juni 2026 - 11:01
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In