Ular Piton di Kamar Mandi Satui: Damkar Sigap Atasi Ketakutan Warga

Diposting pada

Ular Piton Mengagetkan Penghuni Rumah di Tanahbumbu, Tim Damkar Beraksi

BATULICIN – Sebuah insiden tak terduga melanda kediaman keluarga M. Rifandi di Jalan Karya Bersama, Desa Berkah Bersama, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan pada Kamis malam, 26 Maret 2026. Ketakutan menyelimuti rumah tersebut setelah seekor ular piton berukuran cukup besar ditemukan melingkar tenang di atas palang kayu atap kamar mandi.

Kehadiran reptil tak diundang ini pertama kali disadari oleh penghuni rumah yang seketika dilanda kengerian. Rasa takut membuat mereka enggan mendekati area kamar mandi, yang merupakan salah satu fasilitas vital dalam sebuah hunian. Merasa terancam di tempat yang seharusnya menjadi zona aman, M. Rifandi segera bertindak.

Sekitar pukul 19.38 Wita, Rifandi menghubungi Posko Pemadam Kebakaran (Damkar) Satui melalui pesan singkat WhatsApp. Laporan awal ini segera ditindaklanjuti oleh petugas.

Evakuasi Cepat oleh Tim Damkar

Menanggapi laporan adanya ancaman satwa liar di dalam rumah, Regu III Damkar Satui tidak membuang waktu. Tim penyelamat segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi penyelamatan hewan atau yang biasa dikenal dengan istilah animal rescue.

Posisi ular yang ditemukan berada tepat di atas kepala saat seseorang akan memasuki kamar mandi menambah tingkat kecemasan penghuni rumah. Situasi ini menciptakan rasa waswas yang mendalam, membuat aktivitas sehari-hari terganggu.

“Saat penghuni rumah melihat ular yang berada di atas WC melilit di palang kayu, mereka tidak ada lagi yang berani ke WC karena takut,” ungkap Sayikul Ansyari, Kepala Satpol PP dan Damkar Tanahbumbu, pada Jumat (27/3/2026).

Proses Evakuasi yang Lancar

Menyadari situasi darurat dan potensi bahaya yang dihadapi warga, dua personel Damkar yang sigap segera dikerahkan. Mereka menggunakan armada mobil Jeep Fire Rescue untuk menyingkirkan ancaman reptil tersebut dari rumah warga.

Beruntung, proses evakuasi berlangsung relatif lancar. Ular piton tersebut tidak menunjukkan perlawanan berarti, sehingga memudahkan kerja para petugas di lapangan. Keberanian dan profesionalisme tim Damkar memegang peranan penting dalam penanganan situasi ini.

Operasi pengamanan yang dimulai pada pukul 19.50 Wita tersebut berhasil diselesaikan dengan cepat dan efisien. Hanya dalam waktu tujuh menit, ancaman ular piton berhasil ditaklukkan. Petugas dengan sigap menangkap dan mengamankan ular tersebut.

Tujuan utama dari operasi ini adalah agar penghuni rumah dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan tanpa rasa takut yang terus menghantui. Keberhasilan tim Damkar dalam mengevakuasi ular ini memastikan keamanan dan ketenteraman keluarga M. Rifandi.

Tidak Ada Korban Luka, Imbauan untuk Waspada

Pihak Damkar memastikan bahwa tidak ada korban luka dalam insiden ini. Meskipun pemilik rumah sempat dibuat terkejut dan ketakutan oleh kehadiran tamu tak diundang tersebut, namun keselamatan tetap terjaga.

Setelah berhasil diamankan, ular piton tersebut kemudian dibawa oleh petugas menjauh dari area pemukiman. Langkah selanjutnya adalah melepaskan kembali ular tersebut ke habitatnya yang lebih aman dan sesuai. Hal ini merupakan bagian dari upaya konservasi dan pencegahan konflik antara manusia dan satwa liar.

Selain melakukan evakuasi, tim Damkar juga memberikan imbauan penting kepada pemilik rumah. Mereka mengingatkan agar selalu rutin mengecek celah-celah di bagian atap rumah. Perhatian khusus disarankan untuk area yang cenderung lembap dan tersembunyi, karena tempat-tempat seperti ini seringkali menjadi sarang favorit bagi berbagai jenis hewan, termasuk ular.

Pencegahan Dini untuk Keamanan Rumah

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di daerah yang dekat dengan habitat alami satwa liar. Langkah-langkah pencegahan sederhana dapat meminimalkan risiko terjadinya insiden serupa.

Beberapa tips pencegahan yang bisa diterapkan antara lain:

  • Pemeriksaan Rutin Atap dan Plafon: Lakukan inspeksi berkala, terutama setelah musim hujan. Periksa apakah ada celah atau lubang yang bisa menjadi akses masuk bagi hewan.
  • Penutupan Celah: Segera perbaiki atau tutup celah sekecil apapun yang ditemukan di dinding, atap, atau area lain yang berpotensi menjadi jalur masuk. Gunakan bahan yang kuat dan tidak mudah dirusak oleh hewan.
  • Pembersihan Lingkungan Sekitar: Jaga kebersihan area sekitar rumah. Singkirkan tumpukan sampah, kayu, atau barang-barang yang bisa menjadi tempat persembunyian hewan.
  • Penerangan yang Cukup: Pastikan area luar rumah, terutama di sekitar pintu dan jendela, memiliki penerangan yang memadai di malam hari. Cahaya dapat menghalangi hewan nokturnal untuk mendekat.
  • Pelaporan Segera: Jika menemukan hewan liar yang membahayakan di dalam atau sekitar rumah, jangan mencoba menangani sendiri. Segera laporkan kepada pihak berwenang seperti Damkar atau dinas terkait.

Dengan kewaspadaan dan tindakan pencegahan yang tepat, rumah dapat menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh penghuninya, bebas dari ancaman hewan liar yang mengejutkan.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan