WIKA dan WEGE Bangun 80 Unit Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) bersama dengan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) telah menunjukkan komitmennya dalam penanggulangan bencana dengan membangun 80 unit Hunian Sementara (Huntara) bagi warga yang terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari program Danantara, sebuah kolaborasi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Program Danantara dirancang khusus untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terkena dampak musibah, memberikan mereka dukungan yang sangat dibutuhkan selama masa kritis.
Lokasi pembangunan Huntara ini strategis, terletak di Jalan Banda Aceh–Medan, kawasan Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan aksesibilitas dan kedekatan dengan area yang paling parah terdampak bencana, sehingga memudahkan para pengungsi untuk kembali ke lingkungan yang familiar namun dalam kondisi yang lebih aman dan layak. Pembangunan Huntara ini memiliki tujuan utama untuk menyediakan tempat tinggal sementara yang aman, nyaman, dan layak bagi para korban, memungkinkan mereka untuk memulai proses pemulihan kehidupan pasca bencana dengan lebih baik.
Penerapan Sistem Bangunan Modular untuk Efisiensi dan Kualitas
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pembangunan Huntara ini, pihaknya menerapkan sistem bangunan modular. Keputusan untuk menggunakan metode modular ini didasari oleh pertimbangan untuk mendukung percepatan pembangunan tanpa mengorbankan kualitas dan efisiensi. Sistem modular memungkinkan komponen-komponen hunian untuk diproduksi secara massal di luar lokasi, kemudian diangkut dan dirakit di tempat, sehingga secara signifikan mengurangi waktu konstruksi di lapangan. Selain itu, metode ini juga memastikan ketepatan waktu penyelesaian proyek, yang sangat krusial dalam situasi darurat bencana.
“Melalui kolaborasi WIKA dan WEGE, kami menghadirkan Huntara modular yang dibangun secara cepat, aman, dan kuat, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak sebagai tempat tinggal yang nyaman dan layak,” ujar Agung dalam keterangan resminya pada hari Senin, 29 Desember 2025. Pernyataan ini menekankan fokus perusahaan pada penyediaan solusi hunian yang responsif dan berkualitas tinggi.
Desain dan Material yang Menjamin Keamanan dan Kenyamanan
Setiap unit Huntara dirancang dengan cermat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para penghuninya. Struktur utama menggunakan rangka baja ringan yang dikenal karena kekuatan, ketahanan, dan bobotnya yang ringan. Material pendukung seperti papan semen dipilih untuk dinding, memberikan kekuatan tambahan dan perlindungan terhadap cuaca. Lantai menggunakan multiplek yang kuat dan tahan lama, sementara atap terbuat dari zincalume, material yang dikenal tahan karat dan mampu memberikan perlindungan optimal dari panas dan hujan. Kombinasi material ini tidak hanya memastikan kekuatan bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan tinggal yang sehat dan nyaman bagi para pengungsi.
Fasilitas Pendukung untuk Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Selain menyediakan unit hunian yang memadai, WIKA dan WEGE juga tidak melupakan pentingnya fasilitas pendukung yang esensial untuk kehidupan sehari-hari. Dalam kompleks Huntara ini, juga dibangun berbagai fasilitas umum yang meliputi:
- Dapur Umum: Disediakan untuk memudahkan para pengungsi dalam menyiapkan makanan, terutama bagi mereka yang kehilangan fasilitas memasak di rumah mereka.
- Area Cuci: Fasilitas ini penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan para penghuni.
- Mushola: Menyediakan tempat ibadah yang nyaman dan memadai bagi umat Muslim, yang merupakan bagian penting dari pemulihan spiritual masyarakat.
- Sarana Sanitasi: Sistem sanitasi yang memadai, termasuk toilet dan fasilitas kebersihan lainnya, sangat krusial untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan lingkungan.
Agung Budi Waskito menambahkan, “Melalui pembangunan Huntara ini, WIKA dan WEGE tidak sekedar mendukung penyediaan hunian dan akses infrastruktur dasar yang nyaman dan layak, namun juga berkontribusi dalam mempercepat pemulihan kehidupan sosial masyarakat Aceh Tamiang pascabencana.” Komitmen ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada aspek fisik pembangunan, tetapi juga pada pemulihan aspek sosial dan kemanusiaan masyarakat yang terdampak bencana. Dengan menyediakan kebutuhan dasar dan tempat tinggal yang aman, WIKA dan WEGE berupaya membantu masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit kembali dari keterpurukan pasca bencana.



















