Polemik Dugaan Pencurian di Restoran Bibi Kelinci: Zendhy Kusuma Membantah, Nabilah O’Brien Tunjukkan Bukti
Kasus dugaan pencurian yang menyeret nama Zendhy Kusuma di restoran milik selebgram kuliner Nabilah O’Brien, Bibi Kelinci, semakin memanas. Tuduhan yang beredar di media sosial ini telah memicu perdebatan sengit dan menarik perhatian publik. Zendhy Kusuma sendiri dengan tegas membantah tuduhan tersebut, sementara Nabilah O’Brien mengklaim memiliki bukti valid yang dapat membuka fakta sebenarnya.
Kronologi Awal dan Tuduhan
Konflik ini bermula ketika Nabilah O’Brien memviralkan sebuah insiden dugaan pencurian di restorannya, Bibi Kelinci. Menurut Nabilah, pada tanggal 19 September 2025, Zendhy Kusuma bersama istrinya, Evi, mendatangi restorannya dan memesan 14 item makanan dan minuman. Namun, momen pembelian tersebut berakhir ricuh. Zendhy dan Evi disebut-sebut mendadak masuk ke dapur restoran dan memarahi pegawai karena pesanan mereka lama diantar. Setelah menunggu, mereka akhirnya meninggalkan restoran dengan membawa seluruh pesanan tanpa melakukan pembayaran.
Nabilah kemudian memviralkan rekaman CCTV yang menunjukkan kejadian tersebut, termasuk saat Zendhy dan istrinya memarahi pegawai dan tidak membayar pesanan. Tidak hanya memviralkan, Nabilah juga melaporkan Zendhy dan Evi ke pihak kepolisian.
Laporan Balik dan Perkembangan Kasus
Merasa tidak terima diviralkan dan dilaporkan, Zendhy Kusuma melakukan laporan balik terhadap Nabilah O’Brien dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hingga Maret 2026, Nabilah secara resmi ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Zendhy tersebut.
Kasus yang telah bergulir sejak 2025 ini kembali menjadi sorotan publik di tahun 2026 setelah Nabilah memviralkannya kembali. Dalam situasi ini, Zendhy Kusuma akhirnya memberikan klarifikasi atas tuduhan yang ditujukan kepadanya.
Klarifikasi Zendhy Kusuma: Kekecewaan dan Niat Baik
Dalam sebuah unggahan di akun media sosialnya, Zendhy Kusuma menjelaskan kronologi versinya mengenai kejadian di restoran Bibi Kelinci. Ia mengaku kecewa dengan pelayanan yang dianggapnya lama dan tidak sesuai dengan perjanjian awal.
“Pada malam kejadian tersebut, kami datang ke restoran sekitar pukul 22.00 saat itu kondisi restoran masih relatif sepi. Kami kemudian melakukan pemesanan makanan dan minuman sebagaimana umumnya. Namun setelah menunggu cukup lama, pesanan kami tidak kunjung datang. Kami beberapa kali menanyakan kepada pelayan mengenai pesanan tersebut padahal awalnya kami diberi tahu bahwa makanan akan selesai dalam waktu 15 menit. Kami menunggu sesuai waktu yang disebutkan namun makanan belum datang,” ungkap Zendhy.
Ia menambahkan bahwa penjelasan yang diterima dari para pelayan berbeda-beda, mulai dari restoran yang sedang ramai hingga makanan yang akan segera selesai. Ketidakjelasan ini membuat kesabarannya habis setelah menunggu hampir dua jam.
Zendhy kemudian memutuskan untuk mendatangi dapur restoran untuk memastikan pesanan diproses. Di sana, ia mendapati pesanannya ternyata belum dibuat dan baru akan diproses.
“Setelah menunggu hampir dua jam. Saya kemudian masuk ke area dapur untuk memastikan secara langsung pesanan saya sudah diproses belum. Pada saat itu saya tidak dihalangi untuk masuk. Pas saya melihat ke dapur, pesanan kami ternyata belum dibuat dan baru aja mau diproses,” jelas Zendhy.
Setelah pesanan akhirnya selesai, yang diakuinya diantar dengan terburu-buru dan beberapa tidak lengkap, Zendhy dan istrinya memutuskan untuk meninggalkan restoran dalam kondisi emosi. Ia mengakui tidak melakukan pembayaran saat itu karena memiliki niat lain, yaitu ingin bertemu dengan penanggung jawab atau pemilik restoran untuk menjelaskan situasi.
“Ketika kami berada di mobil, pegawai membawa mesin EDC dan meminta bayaran. Kami menyampaikan bahwa kami bersedia melakukan pembayaran namun kami dapat lebih dahulu bertemu dengan penanggung jawab restoran untuk menjelaskan situasi dan kondisi. Setelah itu kami meninggalkan lokasi,” akui Zendhy.
Keesokan harinya, Zendhy dan istrinya kembali mendatangi restoran dengan niat baik untuk menyelesaikan kesalahpahaman. Namun, mereka tidak berhasil bertemu dengan Nabilah O’Brien. Zendhy akhirnya melakukan transfer pembayaran pesanan sebesar Rp530.150 pada tanggal 27 September 2025. Ia juga kembali mengirimkan uang pesanan ke rekening restoran pada tanggal 20 Oktober 2025, setelah mengetahui dirinya telah dilaporkan ke polisi.
“Kami menegaskan bahwa pembelian makanan dan minuman sudah dibayarkan. Dan bukti transaksi pembayaran tersebut telah kami berikan ke pihak berwenang,” pungkas Zendhy.
Zendhy berargumen bahwa meskipun pembayaran tidak dilakukan di hari kejadian, ia tidak melakukan pencurian karena pembayaran akhirnya telah dilunasi.
“Kami mengakui bahwa terdapat kekeliruan dari kami yaitu tidak melakukan pembayaran secara langsung pada saat pesanan sudah selesai disajikan melainkan setelahnya. Namun karena pembayaran telah dilakukan, menurut pendapat kami tidak memenuhi unsur pencurian sebagaimana yang berkembang dalam narasi publik saat ini,” jelasnya.
Tanggapan Nabilah O’Brien: Bukti CCTV dan Durasi Kejadian
Menanggapi klarifikasi dari Zendhy Kusuma, Nabilah O’Brien memberikan bantahan tegas. Melalui kolom komentar di unggahan klarifikasi Zendhy, Nabilah mengklaim memiliki bukti valid yang menunjukkan kebohongan Zendhy, terutama terkait durasi menunggu pesanan.
“Halo pak, saya ikut klarifikasi disini ya. sesuai cctv dan bill, bapak datang kurang lebih pukul 22.51, lalu 22.57 melakukan pesanan takeaway, pukul 23.00 orderan masuk ke dalam sistem. Lalu bapak dan ibu keluar dari restoran 23.53,” ungkap Nabilah.
Berdasarkan catatan waktu tersebut, Nabilah menyatakan bahwa total waktu yang dihabiskan Zendhy dan istrinya di restoran tidak sampai dua jam, seperti yang diklaim Zendhy. Nabilah berharap klarifikasi Zendhy tidak semakin memperburuk citra usahanya.
Perdebatan Publik dan Harapan
Situasi ini memicu perdebatan panas di kalangan warganet. Sebagian membela Zendhy Kusuma, sementara yang lain menunggu klarifikasi lebih lanjut dari kedua belah pihak. Kasus ini tidak hanya menjadi perbincangan di kalangan penggemar, tetapi juga mulai disorot oleh berbagai akun gosip dan media hiburan. Banyak pihak berharap agar persoalan ini dapat segera menemukan titik terang dan tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas. Publik masih menantikan perkembangan terbaru mengenai dugaan pencurian yang melibatkan nama Zendhy Kusuma di restoran Bibi Kelinci.



















