Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dan Petir Mengancam NTT
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengeluarkan peringatan dini yang mendesak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Fenomena cuaca ekstrem ini diperkirakan akan disertai dengan angin kencang dan petir, serta berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Periode peringatan ini berlaku mulai tanggal 25 hingga 27 Desember 2025.
Kepala Stasiun Meteorologi Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak stabil ini dipicu oleh beberapa faktor meteorologis yang terdeteksi. “Terdapat pusat tekanan rendah yang terpantau di wilayah utara Australia,” ujar Sti Nenotek pada Kamis (25/12/2025). Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa bibit siklon tropis dengan kode 96S telah terbentuk pada tanggal 24 Desember 2025, sekitar pukul 18.00 UTC atau 02.00 Wita, di Samudra Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Timur.
Kombinasi dari kedua fenomena ini menciptakan kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan daerah belokan, pertemuan, dan perlambatan kecepatan angin di seluruh wilayah NTT. Keadaan ini secara signifikan meningkatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan tersebut kemungkinan besar akan disertai dengan petir dan angin kencang yang berdurasi singkat, yang dapat berdampak luas di berbagai daerah di NTT.
Faktor Pendukung Peningkatan Curah Hujan
Selain pusat tekanan rendah dan bibit siklon, BMKG juga memantau adanya aktivitas Gelombang Atmosfer Low dan Gelombang Equatorial Rossby yang aktif di wilayah NTT. Keberadaan kedua gelombang atmosfer ini turut berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
“Masyarakat perlu mewaspadai dampak dari hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang berdurasi singkat ini, karena dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, dan genangan air,” tegas Sti Nenotek.
Perkiraan Cuaca Detail per Tanggal
BMKG NTT telah merinci prakiraan cuaca untuk beberapa wilayah di NTT selama periode peringatan dini tersebut:
26 Desember 2025: Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi akan melanda wilayah berikut:
- Kota Kupang
- Kabupaten Kupang
- Timor Tengah Utara (TTU)
- Timor Tengah Selatan (TTS)
- Malaka
- Belu
- Rote Ndao
- Manggarai Barat
- Manggarai
- Manggarai Timur
- Ngada
- Nagekeo
- Ende
- Sikka
- Flores Timur
- Lembata
- Alor
- Pulau Sumba
27 Desember 2025: Cuaca serupa, yaitu hujan sedang hingga lebat, diperkirakan akan terjadi di wilayah yang sama seperti tanggal 26 Desember, ditambah dengan:
- Sabu Raijua
Secara umum, prakiraan cuaca untuk tanggal 26 Desember 2025 memperlihatkan kondisi berawan hingga berawan tebal pada pagi hari. Peluang hujan ringan dapat terjadi di beberapa lokasi seperti Kota Kupang, Rote, Alor, Lewoleba, Larantuka, Bajawa, dan Ruteng.
Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diperkirakan hujan ringan. Namun, potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir meningkat di beberapa daerah, antara lain:
* Kefamenanu
* Soe
* Atambua
* Alor
* Bajawa
* Borong
* Ruteng
* Labuan Bajo
* Waibakul
* Waikabubak
* Tabolaka
Pada malam hari, cuaca diprediksi berawan tebal hingga hujan ringan. Wilayah Bajawa, Ruteng, dan Labuan Bajo memiliki potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir. Kondisi cuaca berawan hingga berawan tebal diprediksi berlanjut di malam hari.
“Potensi hujan ringan masih dapat terjadi di wilayah Kota Kupang, Rote, dan Labuan Bajo pada malam hari. Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi kabut juga perlu ditingkatkan di wilayah Oelamasi, Kefamenanu, Soe, Bajawa, dan Ruteng,” tambah Sti Nenotek.
Suhu Udara dan Kecepatan Angin
Suhu udara di sebagian besar wilayah NTT diprediksi berada pada kisaran 21 hingga 31 derajat Celsius. Namun, untuk daerah dataran tinggi seperti Manggarai, Ngada, dan beberapa wilayah dataran tinggi lainnya, suhu udara diprakirakan sedikit lebih dingin, yaitu antara 19 hingga 26 derajat Celsius. Arah angin dominan bergerak dari Barat Laut menuju Utara dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 20 kilometer per jam.
BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat di NTT untuk senantiasa memantau informasi cuaca terkini dan mengambil langkah-langkah antisipasi guna meminimalkan risiko dampak buruk dari potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.




















