Hingga hari ketujuh, pencarian Yazid Ahmad Fridaus (28), seorang pemuda asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, masih belum membuahkan hasil. Operasi pencarian resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan.
Kendala di Lapangan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengungkapkan bahwa pencarian pada hari ketujuh belum membuahkan hasil positif. Sejumlah kendala di lapangan menjadi penghalang utama dalam proses pencarian. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat serta vegetasi ilalang yang tinggi mempersulit pergerakan tim SAR dan relawan.
- Cuaca Buruk: Kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR.
- Ilalang Tinggi: Vegetasi ilalang yang tinggi menghalangi pandangan dan mempersulit proses penyisiran area pencarian.
“Hasil hari ini masih nihil, cuaca buruk dan rumput ilalang jadi kendala. Pencarian diperpanjang selama 3 hari, dan persiapan untuk besok sama seperti kemarin, namun jumlah relawan mungkin tidak sebanyak sebelumnya,” ujar Hendro. Dengan perpanjangan operasi ini, tim SAR gabungan akan kembali menyusun strategi pencarian lanjutan sambil menyesuaikan kondisi cuaca dan keterbatasan personel di lapangan.
Penyebaran Ciri-Ciri Korban
Tim SAR gabungan berupaya dengan berbagai metode untuk menemukan Yazid. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempublikasikan informasi detail terkait pakaian dan barang yang melekat pada Yazid sebelum dinyatakan hilang. Informasi ini disebarluaskan melalui berbagai media, termasuk papan pengumuman, dengan harapan dapat memudahkan proses pencarian di lapangan.
Barang-barang yang dibawa Yazid saat pendakian meliputi:
- Dua buah soft flask hitam merek Coros.
- Satu unit iPhone 13 Pro.
- Jam tangan Garmin 165 for Runner warna putih.
- Earphone hitam merek GT.
- Rokok Clasmild tersisa satu batang.
- Makanan Fitbar dan Soyjoy.
Selain itu, Yazid diketahui mengenakan pakaian serba hitam dan sepatu Hoka Speedgoat berwarna ungu saat melakukan pendakian.
Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Kelas B Surakarta, Basuki, berharap penyampaian informasi ini dapat membantu tim dalam mempersempit area pencarian. “Kami sudah menginformasikan barang-barang yang melekat survivor baik logistik maupun pakaian, warna baju, hingga sepatu dari hasil informasi yang digali dari keluarga maupun teman-temannya saat berada di Bukit Mongkrang,” kata dia.
Meskipun informasi detail telah disebarkan, hingga saat ini tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan Yazid maupun barang-barang yang diduga melekat pada korban.
Keluarga Menunggu di Basecamp
Hilangnya Yazid Ahmad Firdaus membuat orang tua dan saudara kandungnya mendatangi basecamp Mongkrang untuk menunggu kabar mengenai keberadaan sang pendaki. Ayah Yazid, Sapto Mulyadi (53), bersama ketiga saudara kandung dan iparnya, sudah berada di lokasi sejak beberapa hari lalu.
Sapto menceritakan awal kedatangannya ke basecamp. “Magrib saya dapat kabar, anak saya sedang dalam pencarian oleh petugas, sehingga minggu selepas Isya saya dan istri saya berangkat di sini,” ujarnya. Sapto menambahkan bahwa ia bersama istrinya sempat menginap semalam di basecamp untuk mengikuti proses pencarian secara langsung. “Minggu malam saya dan istri saya tetap tinggal di sini, namun istri saya kemarin pulang karena disarankan untuk beristirahat, saat ini saya ditemani anak-anak di sini,” kata dia.
Kronologi Hilangnya Yazid
Koordinator Posko Opsar SAR Surakarta, Yohan Tri Anggoro, menjelaskan bahwa peristiwa hilangnya Yazid terjadi saat ia mendaki bersama teman-temannya pada hari Rabu pagi. Mereka memulai pendakian sekitar pukul 06.30 WIB dan sampai di puncak sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, saat turun menuju pos tiga, Yazid terpisah dari rombongan. Seluruh teman-temannya berhasil kembali ke basecamp, tetapi Yazid belum terlihat. Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada petugas SAR.
“Untuk keterangan saksi, teman-teman di pos dua dan ada satu orang lagi, yang paling belakang dan menyusul di pos dua, ternyata survivor belum sampai sehingga kejadian itu dilaporkan ke petugas,” ujar Yohan.
Pencarian terus dilakukan oleh tim SAR dengan melibatkan relawan dan keluarga untuk menemukan Yazid Ahmad Firdaus.



















