No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home sains

Geolog Ungkap Pemicu Longsor Cisarua: Dinamika Alam, Bukan Sekadar Alih Fungsi

Erwin by Erwin
19 Februari 2026 - 08:50
in sains
0

Analisis Mendalam: Penyebab Longsor Gunung Burangrang yang Kompleks

Longsor dahsyat yang melanda lereng kaki Gunung Burangrang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, telah memicu perdebatan mengenai faktor penyebabnya. Pihak Badan Geologi memberikan pandangan yang komprehensif, menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah semata-mata akibat alih fungsi lahan, melainkan kombinasi kompleks dari beberapa faktor geologi, kondisi kemiringan lereng, dan intensitas curah hujan yang tinggi.

Kondisi Geologi yang Rentan

Pelaksana Harian Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Edy Slameto, menjelaskan bahwa fondasi geologi di lokasi longsor memainkan peran krusial. Wilayah tersebut didominasi oleh batuan vulkanik yang telah mengalami proses pelapukan intensif.

“Secara geologi, wilayah ini didominasi batuan vulkanik yang sudah mengalami pelapukan intensif. Material hasil lapukan inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya longsor, bukan batuan utamanya,” ujar Edy saat ditemui di posko pengungsian Desa Psirlangu. Material hasil pelapukan ini, yang seringkali berupa tanah gembur dan rapuh, menjadi lebih mudah bergerak ketika jenuh oleh air, terutama saat curah hujan tinggi.

Kemiringan Lereng yang Curam: Faktor Risiko Tambahan

Selain kondisi geologi, kemiringan lereng yang terjal di kawasan tersebut turut memperbesar potensi terjadinya longsor. Lereng yang curam secara inheren memiliki stabilitas yang lebih rendah.

Peristiwa longsoran yang telah terjadi ini secara signifikan mengubah morfologi lereng. Perubahan ini memerlukan upaya pemetaan ulang yang cermat untuk memahami kondisi topografi terkini dan mengidentifikasi potensi bahaya susulan.

“Kondisi lerengnya sangat curam. Setelah terjadi longsor, morfologi pasti berubah. Ini perlu waktu untuk dipetakan ulang agar diketahui posisi lereng dan sebaran endapan vulkaniknya,” jelas Edy. Pemetaan ulang ini penting untuk mendapatkan gambaran yang akurat mengenai kontur tanah, arah aliran material, dan area yang paling berisiko untuk longsor susulan.

Baca Juga  Jejak Radioaktif Ditemukan di Mineral Timah, Diawasi Ketat oleh BAPETEN

Peran Krusial Curah Hujan Tinggi

Faktor ketiga yang tidak kalah penting adalah intensitas curah hujan yang tinggi dan berlangsung secara terus-menerus. Curah hujan merupakan parameter dinamis yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia, namun memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas lereng.

Ketika tanah di lereng jenuh oleh air hujan, beban yang ditanggung oleh lapisan tanah di bawahnya akan meningkat drastis. Air juga bertindak sebagai pelumas, mengurangi gesekan antarpartikel tanah, sehingga memudahkan pergerakan massa tanah ke bawah.

Edy menekankan bahwa ketiga faktor ini—kondisi geologi, kemiringan lereng, dan curah hujan—tidak bekerja secara terpisah.

“Tiga parameter ini, geologi, kemiringan lereng, dan curah hujan, tidak berdiri sendiri. Semuanya saling berkaitan dan memperbesar risiko longsor,” tegasnya. Interaksi antara material geologi yang rapuh, lereng yang curam, dan beban air yang berlebih menciptakan kondisi yang sangat rentan terhadap bencana longsor.

Alih Fungsi Lahan: Perlu Kajian Lebih Lanjut

Terkait dugaan bahwa alih fungsi lahan turut berkontribusi terhadap bencana ini, Badan Geologi menyatakan bahwa mereka belum dapat memberikan pernyataan definitif tanpa melakukan kajian mendalam.

Edy menegaskan bahwa bencana alam jarang disebabkan oleh satu faktor tunggal. Jika ada pihak yang mengaitkan alih fungsi lahan sebagai salah satu penyebab, hal tersebut mungkin saja terjadi, namun memerlukan penelitian lebih lanjut.

“Kalau ada pihak yang menyebut alih fungsi lahan sebagai salah satu faktor, itu mungkin saja. Tapi perlu kajian lebih lanjut. Yang jelas, tidak ada bencana yang terjadi hanya karena faktor tunggal atau satu penyebab,” ujarnya. Alih fungsi lahan, misalnya perubahan dari hutan menjadi lahan pertanian atau permukiman, dapat mengubah pola drainase air dan mengurangi daya dukung tanah, yang pada akhirnya bisa memperbesar risiko longsor, namun ini harus dibuktikan melalui studi ilmiah.

Baca Juga  Jika Semua Orang Melompat Bersamaan, Apa yang Terjadi?

Skala dan Karakteristik Longsor di Cisarua

Berdasarkan pemetaan awal yang dilakukan oleh tim Badan Geologi, longsor di Cisarua memiliki skala yang cukup besar. Panjang longsoran diperkirakan mencapai sekitar 2,5 kilometer, sementara lebarnya mengikuti alur sungai yang berada di bagian bawah lereng.

Volume material yang bergerak akibat longsor ini diperkirakan sangat signifikan, berkisar antara 500.000 hingga 1 juta meter kubik.

“Longsor ini mengikuti pola aliran sungai karena di bagian bawah terdapat sungai. Material bergerak mengikuti jalur tersebut,” kata Edy, menjelaskan bagaimana topografi dan keberadaan sungai mempengaruhi arah dan jangkauan pergerakan material longsor.

Langkah Pencegahan dan Rekomendasi Teknis

Untuk meminimalkan risiko bencana lanjutan dan melindungi masyarakat, tim Badan Geologi akan terus berada di lokasi longsor setiap hari. Tugas utama mereka adalah mengumpulkan data terkini, memantau pergerakan tanah, dan memperbarui informasi mengenai kondisi geologi dan potensi bahaya.

Hasil kajian yang mendalam ini akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis. Rekomendasi tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penentuan zona aman, kebutuhan relokasi bagi warga yang terdampak, hingga langkah-langkah mitigasi struktural dan non-struktural.

“Kami berupaya secepat mungkin memberikan rekomendasi teknis agar jika terjadi pergerakan susulan, tidak sampai menimbulkan korban,” pungkas Edy, menekankan urgensi dan komitmen Badan Geologi dalam upaya penanggulangan bencana ini.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Standar Limbah Sawit 100 mg/L Dianggap Tidak Ramah Tanah
sains

Standar Limbah Sawit 100 mg/L Dianggap Tidak Ramah Tanah

29 April 2026 - 21:23
Mengapa Beberapa Anjing Punya Lidah Biru?
sains

Mengapa Beberapa Anjing Punya Lidah Biru?

29 April 2026 - 00:14
sains

Ketika Mati Rasa: Profesional Berperilaku Binatang

28 April 2026 - 22:19
Jika Semua Orang Melompat Bersamaan, Apa yang Terjadi?
sains

Jika Semua Orang Melompat Bersamaan, Apa yang Terjadi?

28 April 2026 - 05:58
Dampak Godzilla El Nino di Indonesia: Krisis Air Bersih dan Ketahanan Pangan
sains

Dampak Godzilla El Nino di Indonesia: Krisis Air Bersih dan Ketahanan Pangan

25 April 2026 - 14:49
Siapa Penyumbang Gen Kecerdasan Anak, Ibu atau Ayah!
sains

Siapa Penyumbang Gen Kecerdasan Anak, Ibu atau Ayah!

24 April 2026 - 16:42
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

20 Desember 2025 - 16:45
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

26 April 2026 - 03:19
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
Kenaikan harga LPG nonsubsidi 12 kg dan 5,5 kg mulai 18 April 2026

Kenaikan harga LPG nonsubsidi 12 kg dan 5,5 kg mulai 18 April 2026

30 April 2026 - 13:25
Menteri LH Umumkan Darurat Sampah Nasional

Menteri LH Umumkan Darurat Sampah Nasional

30 April 2026 - 13:06
Ramalan Zodiak Gemini Selasa April 2026: Tantangan Emosi, Pengeluaran Meningkat, Hubungan Perlu Diperhatikan

Ramalan Zodiak Gemini Selasa April 2026: Tantangan Emosi, Pengeluaran Meningkat, Hubungan Perlu Diperhatikan

30 April 2026 - 12:46
Tiga weton ini bakal kaya abadi di 2026, rezeki melimpah dan kekayaan tahan lama

Tiga weton ini bakal kaya abadi di 2026, rezeki melimpah dan kekayaan tahan lama

30 April 2026 - 12:27
Ramalan Zodiak Taurus Hari Ini: Ujian Kesabaran, Waspadai Pengeluaran dan Stres

Ramalan Zodiak Taurus Hari Ini: Ujian Kesabaran, Waspadai Pengeluaran dan Stres

30 April 2026 - 12:08

Pilihan Redaksi

Kenaikan harga LPG nonsubsidi 12 kg dan 5,5 kg mulai 18 April 2026

Kenaikan harga LPG nonsubsidi 12 kg dan 5,5 kg mulai 18 April 2026

30 April 2026 - 13:25
Menteri LH Umumkan Darurat Sampah Nasional

Menteri LH Umumkan Darurat Sampah Nasional

30 April 2026 - 13:06
Ramalan Zodiak Gemini Selasa April 2026: Tantangan Emosi, Pengeluaran Meningkat, Hubungan Perlu Diperhatikan

Ramalan Zodiak Gemini Selasa April 2026: Tantangan Emosi, Pengeluaran Meningkat, Hubungan Perlu Diperhatikan

30 April 2026 - 12:46
Tiga weton ini bakal kaya abadi di 2026, rezeki melimpah dan kekayaan tahan lama

Tiga weton ini bakal kaya abadi di 2026, rezeki melimpah dan kekayaan tahan lama

30 April 2026 - 12:27
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.