Upaya Penertiban di Pekanbaru: Ratusan Kendaraan dan Puluhan Remaja Diamankan dalam Razia Gabungan
Pekanbaru – Menjelang bulan suci Ramadan, tim gabungan yang terdiri dari Polda Riau, Polresta Pekanbaru, dan Satlantas Polresta Pekanbaru, yang dikenal sebagai Tim RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme), telah melancarkan operasi penertiban berskala besar. Razia yang dilaksanakan pada Minggu dini hari ini berhasil mengamankan sejumlah besar kendaraan dan puluhan anak di bawah umur yang diduga terlibat dalam aktivitas yang meresahkan.
Operasi dimulai sejak pukul 04.30 WIB dan menyasar beberapa titik yang kerap diidentifikasi sebagai lokasi rawan gangguan keamanan di Kota Pekanbaru. Rute patroli mencakup area strategis, mulai dari Jalan HR Soebrantas hingga kawasan Stadion Utama Riau di Jalan Naga Sakti. Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk menekan angka kriminalitas jalanan, mencegah aksi balap liar, dan memastikan ketertiban masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan.
Hasil Operasi yang Signifikan
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio BW Wicaksana, yang memimpin langsung jalannya razia, menjelaskan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok pemuda yang sering berkumpul di jalanan, penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar (sering disebut knalpot ‘brong’), serta praktik balap liar yang telah lama menjadi sumber keresahan bagi warga. Selain itu, aksi-aksi semacam ini juga berkontribusi pada tingginya angka kecelakaan lalu lintas.
Dalam pelaksanaan operasi, petugas bergerak dengan sigap untuk membubarkan kerumunan yang terindikasi akan melakukan aksi balap liar. Hasilnya cukup mencengangkan: sebanyak 43 unit sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak standar dan tidak dilengkapi dengan surat-surat kelengkapan kendaraan berhasil diamankan. Kendaraan-kendaraan ini kemudian dibawa ke Markas Komando Satlantas Polresta Pekanbaru untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tidak hanya kendaraan, operasi ini juga berhasil menjaring 62 anak di bawah umur. Mereka yang terjaring langsung digelandang ke Markas Polresta Pekanbaru untuk mendapatkan pembinaan. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan dini agar para remaja tersebut tidak terjerumus lebih jauh ke dalam kegiatan yang berpotensi negatif dan melanggar hukum.
Tujuan Preventif dan Imbauan Masyarakat
AKP Satrio menegaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan langkah preventif yang sangat penting. Tujuannya adalah untuk menekan angka kriminalitas jalanan, mengurangi potensi gangguan ketertiban, dan yang terpenting, memastikan bahwa masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan rasa aman dan nyaman.
“Dengan adanya patroli rutin seperti ini, kami sangat berharap dapat mencegah terjadinya aksi balap liar dan berbagai bentuk kejahatan jalanan yang seringkali meresahkan masyarakat. Kami juga ingin mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam menjaga ketertiban umum. Apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan atau pelanggaran, jangan ragu untuk segera melaporkannya kepada pihak berwajib,” ujar AKP Satrio.
Operasi penertiban ini berakhir sekitar pukul 08.30 WIB dengan kondisi wilayah terpantau aman dan kondusif. Pihak kepolisian memastikan bahwa intensitas pengawasan dan patroli akan terus ditingkatkan, terutama selama periode bulan Ramadan. Hal ini dilakukan demi menciptakan suasana yang tertib, nyaman, dan damai bagi seluruh masyarakat Kota Pekanbaru. Upaya ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku pelanggaran dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas serta menjaga keamanan lingkungan.



















