Peran Diplomasi dalam Memastikan Keamanan Kapal Tanker Malaysia
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, berbagi pengalamannya tentang percakapan yang dilakukannya dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, beberapa waktu lalu. Percakapan tersebut berdampak langsung pada keberhasilan kapal tanker Malaysia melalui Selat Hormuz.
Anwar Ibrahim menyampaikan cerita ini saat memberikan sambutan di acara yang dihadiri oleh masyarakat Malaysia di Johor Bahru, pada hari Minggu (5/4). Ia menekankan bahwa hubungan baik antara Malaysia dan Iran telah membawa manfaat bagi negara tersebut.
“Untungnya hubungan kita baik dengan Iran itu. Sekarang baru orang tahu,” ujarnya. Menurut Anwar, dulu ada pihak yang merasa tidak nyaman karena terlalu dekat dengan Iran. Mereka mengkhawatirkan perasaan Amerika Serikat, yang dianggap sebagai mitra dagang penting bagi Malaysia.
“Ada yang bilang, ‘Amerika akan menekan kita. Amerika akan menggunakan kekuatan. Kita negara kecil. Kita berdagang dengan Amerika, tapi kamu malah baik dengan Iran’,” kata Anwar.
Namun, ia menegaskan bahwa hubungan baik dengan setiap negara justru memberikan keuntungan bagi Malaysia. Saat melakukan panggilan telepon dengan Presiden Iran, Anwar menyampaikan masalah kapal tanker Malaysia yang masih tertahan di Selat Hormuz. Presiden Iran merespons secara positif.
“Saya hanya telepon sekali saja. Saya bilang kapal kami masih ada tujuh tertahan. Dia bilang apa? Dia bilang, ‘ya, oke’. Jadi saya bilang kalau bisa, Presiden tolong bantu. Saat itu juga dia bilang, ‘oke Anwar, take it from me, terima pernyataan saya. Saya akan perintahkan segera kapal-kapal Malaysia untuk dilepaskan’,” jelas Anwar.
Setelah diplomasi berhasil, justru ada pihak oposisi yang menyatakan pesimisme. Mereka mengatakan meskipun kapal Malaysia sudah bisa lewat Selat Hormuz, harga bahan bakar minyak tetap tinggi.
“Ya memang, biaya kapal bulan lalu dengan sekarang memang lebih mahal. Asuransi kapal juga meningkat. Tapi setidaknya ada minyak. Negara lain sampai melakukan penjatahan minyak (BBM), tidak ada minyak. Kalau saya ikuti emosi saya, saya mau yang banyak bicara itu jangan diberi minyak,” tegas Anwar.
Ia menegaskan bahwa pemerintahannya telah bekerja keras, namun malah diserang dengan hal semacam itu. Anwar bertanya, berapa banyak pemimpin negara yang bisa langsung berbicara dengan Presiden Iran dan menerima jaminan keamanan kapal pada saat itu juga.
“Dia (Presiden Iran) panggil brother Anwar, ‘saudara Anwar, saya beri jaminan, saya akan perintahkan sekarang juga agar kapal-kapal Petronas dan lainnya dari Malaysia dilepaskan supaya minyak bisa sampai ke Malaysia’,” terang Anwar.
“Saya mau tanya, berapa negara bisa melakukan hal seperti itu? Ini bukan karena saya, tetapi karena pendirian kabinet. Karena prinsip negara kita. Jadi kita harus teruskan hal seperti ini,” jelasnya.
Pemahaman tentang Hubungan Internasional
Anwar Ibrahim menekankan pentingnya menjaga hubungan internasional yang baik dengan berbagai negara. Ia menilai bahwa hubungan ini tidak hanya berdampak pada keamanan kapal, tetapi juga pada stabilitas ekonomi negara.
- Dalam situasi seperti ini, komunikasi langsung antara pemimpin negara menjadi sangat penting.
- Kesadaran akan risiko geopolitik juga perlu ditingkatkan, terutama ketika kapal tanker melintasi jalur laut strategis seperti Selat Hormuz.
- Pemimpin harus siap mengambil langkah-langkah diplomatis yang cepat dan efektif.
Dengan keberhasilan ini, Anwar Ibrahim menunjukkan bahwa diplomasi dapat menjadi alat penting dalam menyelesaikan konflik dan memastikan kepentingan nasional.



















