Remaja Hilang Terseret Arus Sungai di Air Terjun Temburun Nanas
Seorang remaja berusia 16 tahun asal Lombok Tengah, Heri Saputra, dilaporkan hilang terseret arus sungai di kawasan Air Terjun Temburun Nanas, Desa Bukit Tinggi, Lombok Barat. Kejadian ini terjadi pada Senin (6/4/2026) sore saat korban sedang berada di kawasan pemandian air terjun bersama temannya, Lalu Dika Ardian (17).
Awal Kejadian
Kapolsek Gunungsari, Iptu Ida Bagus Adnyana Putra, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban dan rekannya mengunjungi lokasi tersebut. Saat keduanya sedang berada di kawasan pemandian, tiba-tiba arus sungai meningkat secara tiba-tiba dan menyeret korban.
“Tim gabungan saat ini masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, untuk mencari korban yang belum ditemukan,” ujar Kapolsek Adnyana.
Proses Pencarian
Pencarian terhadap korban melibatkan berbagai unsur, termasuk personel Polsek Gunungsari, tim SAR, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, hingga warga setempat. Proses penyisiran dilakukan secara intensif di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.
Selain itu, proses pencarian juga dilakukan dengan memperhatikan kondisi alam dan jalur aliran sungai yang mungkin menjadi tempat korban tersangkut. Tim gabungan terus bekerja keras untuk menemukan korban secepat mungkin.
Imbauan Kepada Masyarakat
Kapolsek Gunungsari mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. “Kami minta masyarakat tetap berhati-hati dan memperhatikan kondisi alam, terutama di lokasi wisata air yang rawan arus deras,” ucapnya.
Imbauan ini ditujukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya yang bisa terjadi di kawasan air.
Status Terkini
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berlangsung. Tim gabungan terus berupaya keras untuk menemukan korban dengan harapan korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Upaya Penyelamatan yang Dilakukan
Beberapa langkah telah diambil oleh tim gabungan dalam upaya penyelamatan korban:
- Tim SAR melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai
- Warga setempat membantu dalam pencarian dengan menggunakan perahu dan alat-alat sederhana
- Petugas kepolisian melakukan koordinasi dengan pihak desa dan organisasi lokal untuk memastikan semua area yang mungkin dikunjungi korban disisir
Proses pencarian ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena aliran sungai yang kompleks dan berpotensi berbahaya. Namun, tim gabungan tetap berkomitmen untuk menemukan korban secepat mungkin.




















