Prediksi Awal Musim Kemarau 2026 di Kalimantan Tengah
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau di wilayah Kalimantan Tengah akan terjadi secara bertahap, mulai dari dasarian III Mei hingga dasarian III Juni 2026. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Adriani, menyebutkan bahwa untuk Kota Palangka Raya, awal musim kemarau diperkirakan terjadi pada dasarian I Juni atau awal Juni 2026.
Periode kemarau yang biasanya terjadi pada pertengahan hingga akhir Juni berpotensi sudah dimulai sejak awal Juni 2026. Dibandingkan dengan kondisi normal periode 1991–2020, awal musim kemarau tahun ini diperkirakan maju sekitar dua dasarian atau sekitar 20 hari lebih cepat.
Potensi Kekeringan dan Karhutla
Kondisi ini menimbulkan potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang muncul lebih awal, terutama di wilayah dengan karakter lahan gambut dan vegetasi kering. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya telah melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi karhutla.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, dan instansi terkait dalam rangka mitigasi bencana.
“Memang bisa dikatakan lebih cepat, lebih kering, dan lebih lama,” ujarnya.
Persiapan dan Mitigasi Bencana
Kesiapsiagaan juga ditandai dengan kegiatan gelar pasukan yang diprakarsai oleh Polresta Palangka Raya pada 17 April 2026. Selain itu, BPBD sedang menyiapkan penetapan status siaga. “Gelar pasukan sudah dilaksanakan, dan saat ini penetapan status siaga masih dalam proses, sambil melihat situasi,” katanya.
BPBD juga mulai memetakan sejumlah titik rawan kebakaran, seperti sepanjang Jalan Mahir Mahar, kawasan pertanian di Kalampangan, serta wilayah Sabaru. Di kawasan tersebut, lahan terbuka dan semak belukar mendominasi. Saat memasuki musim kemarau, vegetasi kering menjadi mudah terbakar dan api dapat dengan cepat merambat.
Karakteristik Lahan Gambut
Kondisi diperparah dengan karakter lahan gambut yang mudah mengering dan mampu menyimpan bara api di bawah permukaan, sehingga kebakaran berpotensi sulit dipadamkan jika tidak ditangani sejak dini.
Imbauan kepada Masyarakat
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan jika menemukan titik api guna mencegah kebakaran meluas.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Beberapa langkah penting yang dilakukan oleh BPBD dan instansi terkait antara lain:
- Pemetaan Titik Rawan: Melakukan pemetaan daerah-daerah yang rentan terkena karhutla.
- Koordinasi Lintas Sektor: Melibatkan TNI, Polri, dan instansi terkait dalam upaya mitigasi bencana.
- Gelar Pasukan: Mengadakan kegiatan gelar pasukan sebagai bentuk persiapan dan peningkatan kesadaran masyarakat.
- Penetapan Status Siaga: Sedang dalam proses penetapan status siaga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman karhutla.
Peran Masyarakat
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan titik api, masyarakat dapat membantu mencegah kebakaran yang bisa merusak lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat sekitar.


















