Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Sejumlah korban kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi telah dievakuasi ke rumah sakit. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyampaikan bahwa para korban tersebut dievakuasi ke tiga rumah sakit sekitar lokasi kejadian.
“Korban dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi, RS Bella dan Primaya,” ujar Tri Adhianto di lokasi kejadian, Selasa (28/4/2026).
Dikabarkan sementara, empat orang meninggal dunia akibat kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. VP Corporate Communication KAI, Anne Purba menjelaskan bahwa sebanyak 38 orang sudah dievakuasi, dengan empat di antaranya teridentifikasi sebagai korban meninggal dunia.
“Tadi ada 38 orang yang sudah dievakuasi dan memang ada empat teridentifikasi meninggal dunia,” kata Anne Purba di lokasi kejadian, Selasa (28/4/2026).
Namun, Anne menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan terkait identitas keempat korban meninggal dunia tersebut. “Tapi untuk identitasnya masih kami lakukan pengecekan dan sekarang lagi di Rumah Sakit (RS),” jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco mengatakan bahwa tiga orang diketahui meninggal dunia setelah evakuasi terhadap 29 penumpang. “Evakuasi tengah berlangsung dan untuk sementara saya mendapat informasi sudah dievakuasi sebanyak 29 orang pada saat ini, dan tiga meninggal dunia,” ujar Dasco di lokasi, Senin (27/4/2026).
Dasco menjelaskan bahwa proses evakuasi masih berlangsung. Tidak menutup kemungkinan jumlah korban bisa bertambah. “Kalau melihat proses evakuasi yang sedang berlangsung, ada kemungkinan korban masih dapat terus bertambah, tapi kami doakan semoga proses evakuasi dapat segera selesai dengan cepat,” jelasnya.
Kesaksian Penumpang tentang Kronologi Tabrakan
Diketahui sebelumnya, seorang penumpang Commuter Line, Munir, menceritakan kronologi kecelakaan yang terjadi sekira pukul 20.53 WIB. Saat itu, kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Kereta itu berhenti karena adanya Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi yang menabrak satu unit mobil taksi. Ketika berhenti, kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek langsung menghantam Commuter Line yang ditumpangi Munir dari arah belakang.
“Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong,” kata Munir.
Munir menjelaskan bahwa akibat kejadian tersebut, gerbong perempuan Commuter Line hancur lebur. “Banyak itu ada korban di dalam terjebak, kalau saya pas kejadian langsung ke luar gerbong,” jelasnya.




















