Potensi Cuaca Ekstrem: Bibit Siklon Tropis 97S Mengancam Pesisir Utara Australia dan Berdampak ke Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait dengan pemantauan bibit Siklon Tropis 97S yang terdeteksi di sekitar pesisir utara Australia. Fenomena cuaca ini berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, serta gelombang laut yang tinggi di beberapa wilayah Indonesia.
Informasi terkini mengenai bibit siklon ini diperbarui pada Sabtu, 17 Januari 2026, pukul 19.00 WIB, dan disebarluaskan melalui akun Instagram resmi BMKG, @infobmkg. Menurut catatan BMKG, bibit siklon 97S mulai teridentifikasi pada 16 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Lokasinya saat ini berada dalam area pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, tepatnya di sekitar pesisir utara Australia.
Meskipun terdeteksi, BMKG menyatakan bahwa bibit siklon 97S ini memiliki peluang yang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh. Namun demikian, pergerakannya yang cenderung lambat ke arah barat dalam kurun waktu 24 jam ke depan tetap memerlukan perhatian khusus karena potensi dampak tidak langsungnya terhadap kondisi cuaca dan perairan di Indonesia.
Dampak Tidak Langsung Bibit Siklon Tropis 97S
Adanya bibit siklon 97S ini diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia. Dampak ini dipantau hingga Minggu, 18 Januari 2026, pukul 19.00 WIB. Beberapa potensi dampak yang perlu diwaspadai antara lain:
- Hujan Sedang hingga Lebat: Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur beberapa wilayah.
- Angin Kencang: Peningkatan kecepatan angin juga menjadi salah satu ancaman yang perlu diantisipasi.
- Gelombang Laut Tinggi: Kondisi perairan di beberapa titik diprediksi akan mengalami peningkatan ketinggian gelombang.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak
BMKG telah merinci sejumlah wilayah yang diprediksi akan merasakan dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis 97S. Kewaspadaan ekstra perlu ditingkatkan di daerah-daerah berikut:
Wilayah Daratan yang Perlu Diwaspadai
- Nusa Tenggara Timur (NTT): Provinsi ini menjadi salah satu wilayah daratan yang perlu memberikan perhatian khusus terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta angin kencang yang menyertainya.
Wilayah Perairan yang Perlu Diwaspadai
Kondisi perairan di beberapa zona laut dan selat diprediksi akan mengalami peningkatan ketinggian gelombang. BMKG membagi tingkat kewaspadaan berdasarkan ketinggian gelombang yang diprediksi:
Potensi Gelombang Laut Tinggi 1,25 hingga 2,5 meter (Moderate Sea)
Gelombang dengan ketinggian moderat ini diprediksi akan terjadi di beberapa perairan berikut:
- Perairan Kupang
- Laut Sawu
- Laut Banda
- Perairan Kepulauan Kei dan Kepulauan Aru
- Perairan Kepulauan Babar dan Kepulauan Tanimbar
- Laut Arafuru bagian tengah dan timur
Potensi Gelombang Laut Tinggi 2,5 hingga 4,0 meter (Rough Sea)
Ketinggian gelombang yang lebih signifikan, dikategorikan sebagai rough sea, diprediksi akan melanda wilayah perairan berikut:
- Samudra Hindia selatan NTT
- Laut Arafuru bagian barat
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
Menyikapi potensi cuaca ekstrem yang ditimbulkan oleh bibit siklon tropis 97S, BMKG mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang berada di wilayah pesisir serta para pelaku pelayaran, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
“Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,” tegas BMKG dalam peringatannya.
Kewaspadaan dini ini penting untuk mencegah terjadinya dampak buruk yang lebih luas, baik bagi keselamatan jiwa maupun kerugian materiil. Masyarakat diharapkan untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait langkah-langkah mitigasi yang perlu diambil.




















