
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Lebaran tahun ini terasa berbeda karena menjadi yang pertama sejak ia menjabat sebagai bendahara negara. Ia tampil dengan pakaian sederhana, yaitu baju koko yang dibelinya di Pasar Tanah Abang.
Purbaya menjelaskan bahwa baju koko yang dikenakannya saat salat Lebaran dibeli di pasar tradisional tersebut dengan harga yang relatif terjangkau. Ia menunjukkan baju koko berwarna hijau turquoise dan menyebutkan bahwa harganya sekitar Rp 125.000. Selain itu, ia juga mengaku masih melakukan penawaran saat berbelanja.
“Kami membeli baju ini di Tanah Abang waktu itu. Harganya sekitar Rp 125.000, mungkin sedikit lebih murah. Menteri boleh saja menawar, kan, kita tetap hemat,” ujarnya saat berada di Kantor Pusat DJP, Sabtu (21/3).
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga bercerita tentang pengalamannya merayakan Lebaran sebagai Menteri Keuangan untuk pertama kalinya. Ia mengatakan bahwa momen Lebaran kali ini terasa berbeda karena tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.
“Lebaran sebagai menteri jauh lebih berat daripada biasanya. Saat malam hari, meski santai, tetap ada pikiran yang muncul. Kadang-kadang susah tidur,” katanya.
Meskipun begitu, ia tetap menikmati suasana Lebaran. Bahkan, ia memberikan sedikit candaan terkait manfaat positif yang dirasakannya di tengah tekanan pekerjaan.
“Tapi lumayan lah, lebih senang, bonus lebih banyak,” ucapnya dengan nada santai.
Pengalaman Lebaran yang Berbeda
Sebagai salah satu tokoh penting dalam pemerintahan, Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa Lebaran tahun ini membawa makna tersendiri baginya. Sebagai Menteri Keuangan, ia merasa bahwa perayaan Lebaran bukan hanya sekadar momen berkumpul dengan keluarga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan tanggung jawab yang diemban.
Ia mengatakan bahwa kehidupan sehari-hari sebagai menteri sering kali membuatnya merasa stres, terutama ketika harus menghadapi berbagai masalah ekonomi dan keuangan negara. Namun, Lebaran menjadi momen yang bisa memberinya sedikit istirahat dan kesempatan untuk kembali pada nilai-nilai dasar seperti kekeluargaan dan kebersihan hati.
Gaya Hidup Sederhana
Selain itu, Purbaya juga menunjukkan gaya hidup sederhananya melalui pilihan pakaiannya. Ia tidak segan untuk membeli pakaian dari pasar tradisional seperti Tanah Abang, yang menunjukkan bahwa ia tidak terlalu terpengaruh oleh status atau posisi sebagai menteri.
Bahkan, ia mengakui bahwa ia masih melakukan penawaran saat berbelanja, hal yang biasanya dilakukan oleh orang-orang awam. Ini menunjukkan bahwa ia tetap rendah hati dan menghargai nilai-nilai kehidupan sehari-hari.
Keseimbangan antara Tugas dan Kehidupan Pribadi
Meski memiliki tanggung jawab yang berat, Purbaya tetap berusaha menjaga keseimbangan antara tugas sebagai menteri dan kehidupan pribadinya. Ia mengatakan bahwa Lebaran adalah waktu yang tepat untuk menenangkan pikiran dan bersyukur atas apa yang telah diperoleh.
Ia juga menyampaikan bahwa meski ada tekanan, ia tetap berusaha untuk tetap optimis dan percaya bahwa semua yang dilakukan akan memberikan hasil yang baik. Dengan cara ini, ia menunjukkan bahwa ia tidak hanya seorang pejabat, tetapi juga manusia yang memiliki emosi dan perasaan.
Kesimpulan
Perayaan Lebaran bagi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tahun ini memiliki makna khusus. Tidak hanya sebagai momen berkumpul dengan keluarga, tapi juga sebagai kesempatan untuk merefleksikan tanggung jawab dan kehidupan sehari-hari. Dengan gaya hidup sederhana dan sikap rendah hati, ia menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari kemewahan, tetapi dari kebahagiaan dan kepuasan hati.



















