Penyangkalan Iran terhadap Dugaan Kebocoran Minyak di Pulau Kharg
Pemerintah Iran membantah laporan mengenai dugaan kebocoran minyak di sekitar Pulau Kharg, wilayah yang dikenal sebagai pusat ekspor minyak utama negara tersebut. Isu ini muncul setelah laporan The New York Times pada Jumat (8/5/2026) mengungkap citra satelit yang menunjukkan adanya lapisan mencurigakan di laut seluas lebih dari 52 km persegi.
Dalam citra tersebut, terlihat lapisan berwarna abu-abu dan putih yang diduga menyebar di permukaan laut. Menurut analisis Orbital EOS, lembaga pemantau tumpahan minyak, area yang diduga terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 52 kilometer persegi pada Kamis lalu. Dugaan penyebaran bahkan disebut bergerak ke arah selatan menuju perairan Arab Saudi. Hingga kini, penyebab munculnya lapisan tersebut masih belum diketahui secara pasti.
Iran Klaim Tak Temukan Bukti Kebocoran
Mengutip Reuters, Perusahaan Terminal Minyak Iran pada Senin (11/5/2026) menyatakan hasil pemeriksaan mereka tidak menemukan indikasi kebocoran minyak di sekitar Pulau Kharg. Pemeriksaan disebut mencakup tangki penyimpanan, jaringan pipa, fasilitas pemuatan, hingga kapal tanker yang beroperasi di kawasan tersebut.
Kepala eksekutif perusahaan itu juga mengatakan bahwa Pusat Bantuan Bersama Darurat Maritim (MEMAC), lembaga regional yang menangani pencemaran laut, tidak mendeteksi adanya tanda-tanda kebocoran di area tersebut. Menurutnya, Iran telah melakukan inspeksi tambahan di lapangan disertai pengujian laboratorium sejak laporan citra satelit itu muncul. Namun, hasilnya tetap sama.
“Tidak ditemukan jejak kebocoran sekecil apa pun,” kata pejabat tersebut.
Pulau Kharg Jadi Pusat Ekspor Minyak Iran
Pulau Kharg selama ini menjadi tulang punggung industri minyak Iran. Lokasinya berada di Teluk Persia, tepat di utara Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik distribusi minyak terpenting di dunia. Munculnya dugaan tumpahan minyak ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap Iran.
Pemerintahan AS diketahui memperketat sanksi ekonomi dan menambah kehadiran angkatan laut di sekitar Selat Hormuz guna menekan ekspor minyak Iran. Situasi di kawasan itu juga memanas setelah Iran menutup Selat Hormuz sejak konflik pecah pada akhir Februari. Penutupan tersebut membuat lalu lintas kapal tanker tersendat karena jalur distribusi minyak vital itu sebagian besar masih tertutup.
Selain itu, Amerika Serikat disebut memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran, yang menyebabkan banyak kapal tanker tertahan di wilayah tersebut. “Kita juga tahu bahwa ada banyak kapal tanker di daerah tersebut, jadi ada kemungkinan terjadi tumpahan minyak yang tidak disengaja,” kata pejabat PBB Dr. Kaveh Madani kepada Fox News Digital.
Mengenal Pulau Kharg, Pusat Minyak Vital di Iran
Pulau Kharg adalah sebuah pulau kontinental Iran di Teluk Persia. Pulau ini terletak 25 km dari pantai Iran dan 483 km barat laut Selat Hormuz. Luas totalnya hanya 20 km². Pulau Kharg dikelola oleh provinsi pesisir Bushehr, Iran, yang menyediakan pelabuhan laut untuk ekspor minyak dan memperluas klaim teritorial laut Iran ke ladang minyak Teluk Persia.
Di Pulau Kharg terdapat Kharg, satu-satunya kota di Distrik Kharg. Mengutip The Guardian, Pulau Kharg menjadi jalur utama bagi 90 persen ekspor minyak Iran. Pulau ini bisa dianggap sebagai salah satu target ekonomi paling sensitif bagi negara tersebut.
Pulau ini awalnya didirikan oleh konglomerat minyak AS, Amoco, namun direbut oleh Iran selama Revolusi 1979. Meskipun sebagian besar garis pantai Iran berlumpur dan terlalu dangkal untuk kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar yang digunakan industri minyak, Kharg cukup dekat dengan perairan dalam. Citra satelit menunjukkan dermaga pemuatan yang luas terlihat jelas di pantai timurnya.
Setiap harinya, antara 1,3 juta dan 1,6 juta barel minyak biasanya melewati Kharg. Namun, Iran meningkatkan volume ekspor menjadi 3 juta barel per hari pada pertengahan Februari, menurut bank investasi JP Morgan, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan yang dipimpin oleh AS. Sebanyak 18 juta barel lagi disimpan sebagai cadangan di Kharg, tambah bank tersebut.
Pernah Diserang AS
Pada 13 Maret 2026, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS menghancurkan pasukan militer Iran di Pulau Kharg. Trump menyebut serangan itu sebagai salah satu pengeboman paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah yang menghancurkan seluruh target militer di “permata mahkota” Iran tersebut, mengutip BBC News.
Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan bahwa serangan presisi berskala besar di Pulau Kharg menargetkan lebih dari 90 situs militer Iran, termasuk fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker penyimpanan rudal, dan sejumlah lokasi militer lainnya. Mereka juga menegaskan bahwa serangan tersebut menyasar aset yang digunakan untuk memblokir jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.
Iran menyatakan bahwa lebih dari 15 ledakan terdengar di pulau itu, meskipun tidak ada infrastruktur minyak yang mengalami kerusakan. Seorang pejabat Kementerian Perminyakan Iran melaporkan bahwa serangan tersebut sangat besar dan destruktif, dengan serangan udara serta ledakan yang berlangsung hampir tanpa henti selama dua jam dan mengguncang seluruh pulau.
Iran juga memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur minyak dan gasnya dapat menimbulkan konsekuensi ekonomi dan kerusakan infrastruktur yang parah, serta menghambat sebagian besar ekspor minyak negara tersebut.

















