Doa & Keutamaan Ramadan: Hari 11 & 12

Diposting pada

Doa Ramadan Hari ke-11 dan ke-12: Menambah Kekhusyukan di Sepuluh Hari Kedua

Memasuki sepuluh hari kedua bulan Ramadan, umat Islam diharapkan semakin terbiasa dengan ritme ibadah puasa. Periode ini merupakan momentum penting untuk memperdalam spiritualitas dan meningkatkan amalan. Di antara amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak doa. Berikut adalah bacaan doa khusus untuk hari ke-11 dan ke-12 Ramadan, lengkap dengan keutamaan dan amalan penting lainnya.

Pada hari Minggu, 1 Maret 2026, bagi sebagian umat Islam, ini menandai hari kesebelas Ramadan. Sementara bagi yang memulai puasa sehari lebih awal, ini adalah hari kedua belas Ramadan. Sepuluh hari pertama telah berlalu, dan diharapkan penyesuaian tubuh serta mental terhadap ibadah puasa telah berjalan lebih baik. Semoga kesehatan dan keberkahan senantiasa menyertai setiap Muslim hingga akhir bulan suci ini.

Doa Ramadan Hari ke-11

Memasuki hari kesebelas Ramadan, doa yang dianjurkan adalah memohon kepada Allah SWT agar menumbuhkan kecintaan pada kebaikan dan menjauhkan dari perbuatan dosa.

Teks Arab:
اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ فِيْهِ الْإِحْسَانَ وَ كَرِّهْ إِلَيَّ فِيْهِ الْفُسُوْقَ وَ الْعِصْيَانَ وَ حَرِّمْ عَلَيَّ فِيْهِ السَّخَطَ وَ النِّيْرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ

Teks Latin:
Allâhumma habbib ilayya fîhil ihsan wa karrih fîhil fusûq wal ‘isyân wa harrim ‘alayya fîhis sakhatha wannîrân bi’aunika yâ ghiyâtsal mustaghîtsîn

Artinya:
Ya Allah! Mohon tanamkanlah ke dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah ke dalam diriku kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Mohon jauhkanlah dariku kemurkaan-MU dan api neraka dengan pertolongan-MU, Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan.

Doa Ramadan Hari ke-12

Memasuki hari kedua belas Ramadan, doa yang diajarkan adalah memohon agar dihiasi dengan kesucian, kecukupan, keadilan, dan perlindungan dari segala ketakutan.

Teks Arab:
اَللَّهُمَّ زَيِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَ احْمِلْنِيْ فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَ الإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ

Teks Latin:
Allâhumma zayyinî fîhi bissitri wal ‘afâf wasturnî fîhi bilibâsil qunû’i wal kafâf wahmilnî fîhi ‘alal ‘adli wal inshâf wa Wa âminnî fîhi min kulli mâ akhâfu bi’ismatika ya ‘ismatal khâifîn.

Artinya:
“Ya Allah, mohon hiasilah aku di bulan ini dengan penutup aib dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian kecukupan dan kerelaan diri.”
“Tuntunlah aku untuk senantiasa bersikap adil dan taat. Selamatkanlah aku dari segala sesuatu yang aku takuti. Dengan Perlindungan-MU, Wahai tempat bernaung bagi mereka yang ketakutan.”

Doa Umum Sepuluh Hari Kedua Ramadan

Doa-doa di atas dianjurkan dibaca secara khusus pada hari ke-11 dan ke-12. Namun, terdapat pula doa umum yang mencakup seluruh periode sepuluh hari kedua Ramadan (hari ke-11 hingga ke-20), yaitu memohon ampunan dosa.

Teks Arab:
Allahummagfirli dzunuubi ya robbal ‘alamiin

Artinya:
Ya Allah ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku wahai Tuhan Pencipta Semesta Alam.

Keutamaan Puasa dan Tarawih di Sepuluh Hari Kedua

Selain memperbanyak doa, bulan Ramadan juga menawarkan keutamaan luar biasa bagi mereka yang menjalankan puasa dan salat Tarawih.

Keutamaan Puasa Hari ke-11

Pada hari kesebelas puasa Ramadan, Allah SWT mencatat pahala yang setara dengan pahala empat kali ibadah haji dan umrah. Pahala ini bahkan dilipatgandakan, seolah-olah setiap orang yang berhaji bersama seorang Nabi, dan setiap orang yang berumrah bersama orang-orang yang benar dan para syuhada.

Keutamaan Puasa Hari ke-12

Sementara itu, keutamaan puasa pada hari kedua belas Ramadan adalah Allah SWT menganugerahkan keimanan yang mampu mengubah keburukan menjadi kebaikan berlipat ganda. Setiap kebaikan yang dilakukan akan dicatat seribu kali lipat.

Keutamaan Salat Tarawih

Salat Tarawih memiliki keutamaan yang berbeda setiap malamnya. Menurut penjelasan KH Lukmanul Hakim, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kabupaten Garut, yang mengutip dari kitab Durrotun Nasihin, Nabi Muhammad SAW bersabda mengenai berbagai hikmah salat Tarawih sepanjang bulan Ramadan. Beliau menekankan pentingnya melaksanakan salat Tarawih secara rutin, kecuali jika ada halangan.

  • Keutamaan Tarawih Malam ke-12:
    Orang yang melaksanakan salat Tarawih pada malam kedua belas akan datang pada hari kiamat dalam keadaan wajahnya bersinar bagaikan bulan di malam purnama.

  • Keutamaan Tarawih Malam ke-13:
    Sama seperti malam ke-12, mereka yang melaksanakan salat Tarawih pada malam ketiga belas juga akan datang pada hari kiamat dengan wajah yang bercahaya bagaikan bulan purnama.

Bacaan Penting Lainnya Selama Ramadan

Selain doa harian, terdapat bacaan-bacaan penting lainnya yang menunjang ibadah puasa dan salat:

  1. Niat Puasa Ramadan:
    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
    Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’aala.
    Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

  2. Doa Buka Puasa:
    اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
    Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.
    Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-MU, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih.”

  3. Niat Salat Tarawih:

    • Sebagai Imam:
      اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
      “Ushallii sunnatat-taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati imaaman Lillahi Ta’alaa”
    • Sendirian:
      اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
      “Ushallii sunnatat-taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati Lillahi Ta’alaa”
    • Sebagai Makmum:
      اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
      Usholli sunnatat-taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’alaa
      Artinya: “Saya niat Shalat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.” (Sesuaikan niat sebagai imam, makmum, atau sendirian).
  4. Niat Salat Witir:

    • 1 Rakaat:
      اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى
      Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa
      Artinya: “Saya niat Shalat witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi makmum karena Allah Ta’alaa” (Atau sesuaikan menjadi imam).
    • 3 Rakaat:
      اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
      Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa
      Artinya: “Saya berniat Shalat Witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (makmum/imam) karena Allah Ta’alaa”.

Dengan memperbanyak doa dan senantiasa menjaga amalan-amalan baik lainnya, diharapkan sepuluh hari kedua Ramadan ini menjadi lebih bermakna dan mendatangkan rahmat serta keberkahan yang berlimpah dari Allah SWT.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan