Stabilitas Keamanan yang Tidak Kondusif Menghambat Perekonomian Dogiyai
Stabilitas keamanan yang tidak kondusif di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, kini menjadi masalah serius yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat setempat. Akibatnya, roda perekonomian di daerah ini terlihat stagnan dan bahkan mengalami penurunan drastis.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Dogiyai melaporkan adanya penurunan signifikan dalam aktivitas jual beli dan perputaran uang di pasar tradisional maupun pusat usaha. Hal ini disebabkan oleh rasa trauma dan ketakutan yang dialami oleh warga sipil saat menjalankan kegiatan harian mereka.
Ketua APINDO Kabupaten Dogiyai, Melkianus Tebai, menyampaikan bahwa situasi keamanan yang belum menjamin perlindungan bagi masyarakat menjadi penyebab utama stagnasi ekonomi. Masyarakat merasa terancam saat hendak pergi ke kebun, pasar, atau membuka tempat usaha di pusat kota.
“Hari ini masyarakat takut untuk beraktivitas. Ke kebun takut, ke pasar takut, bahkan menjalankan usaha pun penuh kekhawatiran,” ungkap Melkianus melalui pesan singkat di WhatsApp, Senin (11/5/2026).
Menurut Melkianus, pembangunan daerah tidak akan bisa berjalan jika kondisi ekonomi terus merosot akibat ketegangan sosial yang berlarut-larut. APINDO juga menyoroti pola penanganan keamanan oleh oknum aparat TNI dan Polri yang dinilai kurang humanis. Aparat diminta untuk menjalankan fungsi perlindungan dan pengayoman secara profesional tanpa menciptakan suasana mencekam di pemukiman warga.
APINDO secara terbuka mengecam tindakan kekerasan yang menyasar warga sipil, termasuk dugaan penembakan brutal yang merusak tatanan sosial. “Kami menegaskan bahwa tugas TNI dan Polri adalah melindungi, mengayomi, serta memberikan rasa aman, bukan sebaliknya,” tegas Melkianus.
Operasi keamanan yang masuk hingga ke wilayah perkampungan dinilai memperparah trauma psikologis masyarakat. Pendekatan tidak humanis ini dianggap sebagai penghambat utama transaksi ekonomi dan pemicu macetnya program pembangunan pemerintah daerah.
APINDO membantah klaim bahwa operasi keamanan yang dilakukan saat ini telah berhasil menciptakan stabilitas wilayah di lapangan. “Nah, sebaliknya fakta menunjukkan adanya krisis ekonomi lokal yang kian mengkhawatirkan akibat terbatasnya ruang gerak publik,” beber Melkianus.
Menyikapi krisis ini, APINDO mendorong langkah konkret dari Pemkab Dogiyai, tokoh adat, tokoh agama, serta organisasi pemuda. “Seluruh elemen harus bersinergi untuk memulihkan stabilitas sosial dan mengembalikan kepercayaan diri masyarakat dalam beraktivitas,” pesan Melkianus.
Selanjutnya, Melkianus berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan penyelesaian konflik melalui jalur hukum agar berlaku secara transparan. Keamanan merupakan prasyarat mutlak bagi keberlangsungan hidup dan kemajuan sebuah daerah di Papua Tengah tersebut.
“Tanpa rasa aman, tidak ada aktivitas. Tanpa aktivitas, tidak ada ekonomi. Dan tanpa ekonomi, pembangunan tidak akan pernah terwujud,” pungkas Melkianus.
Dampak Ekonomi yang Terpuruk
- Penurunan Aktivitas Jual Beli: Pasar tradisional dan pusat usaha mengalami penurunan drastis dalam aktivitas jual beli.
- Ketakutan Warga: Masyarakat merasa terancam saat melakukan kegiatan harian seperti pergi ke pasar atau kebun.
- Pembangunan Terhambat: Program pembangunan pemerintah daerah mengalami hambatan karena situasi keamanan yang tidak stabil.
- Trauma Psikologis: Operasi keamanan yang tidak humanis memperparah trauma psikologis masyarakat.
- Krisis Ekonomi Lokal: Fakta menunjukkan adanya krisis ekonomi lokal yang semakin mengkhawatirkan.
Langkah yang Diharapkan
- Kolaborasi Seluruh Elemen: Pemkab, tokoh adat, tokoh agama, dan organisasi pemuda diminta untuk bersinergi.
- Penyelesaian Konflik Melalui Jalur Hukum: Semua pihak diharapkan menahan diri dan menyelesaikan konflik secara transparan.
- Peningkatan Keamanan: Aparat TNI dan Polri diminta untuk menjalankan tugasnya secara profesional dan humanis.
- Pemulihan Stabilitas Sosial: Upaya dilakukan untuk memulihkan stabilitas sosial dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
- Pemulihan Ekonomi: Berbagai langkah dilakukan untuk memulihkan perekonomian yang terpuruk akibat situasi keamanan yang tidak kondusif.



















