Empat Jemaah Haji NTB Masih Dirawat di Rumah Sakit
Empat jemaah haji dari Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB. Mereka dinyatakan tidak layak terbang setelah menjalani pemeriksaan kesehatan awal saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok.
Penanggung Jawab Kesehatan Jamaah Haji UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, H Suparlan, mengatakan bahwa empat jemaah ini berasal dari kelompok terbang (kloter) yang berbeda-beda. “Kloter tiga satu orang jamaah, kloter empat ada dua jemaah dan kloter lima satu jamaah,” ujarnya pada Selasa (28/4/2026).
Para jemaah ini mengalami gangguan kesehatan yang berbeda-beda, mulai dari anemia berat, infeksi paru hingga gangguan paru dan jantung. Hal ini menyebabkan mereka dinyatakan tidak layak terbang oleh Balai Kekarantinaan (BKK) Mataram.
Suparlan menjelaskan, jika nantinya kondisi kesehatan jemaah yang sedang dirawat membaik, maka mereka akan diberangkatkan bersama dengan kloter terakhir. Untuk jemaah yang mengalami anemia berat, tim kesehatan masih menunggu tingkat Hemoglobin (HB) mencapai 8,5 agar bisa diberangkatkan. Sementara itu, tiga jemaah lainnya masih menunggu rekomendasi dari dokter rumah sakit.
“Jika memungkinkan ada rekomendasi sehat, tentu kita akan memberikan rekomendasi untuk berangkat,” jelas Suparlan.
Meskipun dari kloter 1 sampai kloter 5 ada jemaah yang tidak berangkat, semua kursi penerbangan tetap terisi penuh. Ketika ada jamaah haji yang dinyatakan batal berangkat, petugas haji langsung mencari penggantinya.
1.556 Jamaah Haji NTB Tiba di Arab Saudi
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin, menyampaikan bahwa sebanyak 1.556 jemaah haji telah diberangkatkan ke Arab Saudi hingga hari ke-6 operasional. Para jemaah tersebut tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter).
“Hingga hari ke-6 operasional, sebanyak 1.556 jemaah haji NTB telah diberangkatkan dalam empat kloter, dan seluruh kursi penerbangan terisi penuh tanpa adanya open seat,” kata Amin.
Berdasarkan laporan operasional per 26 April 2026 hingga pukul 18.00 WIB, jumlah jemaah yang tiba di asrama haji mencapai 1.945 orang dari lima kloter. Mereka didampingi 20 petugas, sehingga total keseluruhan mencapai 1.965 orang.
Pada hari yang sama, terdapat tambahan satu kloter yang terdiri atas 389 jemaah dan empat petugas yang masuk ke asrama. Sementara itu, tidak ada jadwal keberangkatan pada hari ke-6 operasional.
Dengan demikian, jumlah jemaah yang telah diberangkatkan masih tetap 1.556 orang dengan 16 petugas pendamping. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencatat seluruh kursi penerbangan terisi penuh.
Tidak terdapat jamaah yang batal berangkat karena sakit, tidak memenuhi syarat istitaah, penundaan, maupun alasan lainnya.
“Tidak ada jamaah yang batal berangkat, baik karena faktor kesehatan maupun alasan lainnya. Seluruh alokasi kursi penerbangan tetap terpenuhi,” katanya.
Kartu Nusuk untuk Jemaah Haji
Pada kloter 5, dari total 393 jemaah dan petugas, sebanyak 392 jemaah telah menerima Kartu Nusuk. Sementara itu, satu jemaah atas nama Saridah Salim belum menerima kartu tersebut dan dijadwalkan akan menerimanya setibanya di Madinah.
“Untuk kloter 5, hampir seluruh jemaah sudah menerima Kartu Nusuk. Satu jemaah akan menerima kartu tersebut setibanya di Madinah,” ujarnya.
Dalam catatan khusus, PPIH melaporkan satu jamaah pada kloter 5 dinyatakan tidak laik terbang setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. Jemaah semula berangkat bersama istrinya, namun sang istri memutuskan menunda keberangkatan setelah mengetahui kondisi pasangannya.
“Ada satu jemaah yang dinyatakan tidak laik terbang setelah pemeriksaan kesehatan. Pendampingnya memilih menunda keberangkatan, namun hal ini tidak mempengaruhi ketersediaan kursi,” kata Amin.


















