Harga Emas Hari Ini Stabil di Berbagai Pemasok
Harga emas hari ini, Senin (20/4/2026), tercatat stabil di berbagai pemasok seperti Galeri 24, Antam, dan UBS. Emas sering kali dianggap sebagai instrumen safe-haven atau aset aman yang digunakan untuk menjaga nilai kekayaan dari ancaman inflasi. Namun, harga emas di pasar internasional tidak selalu tetap, melainkan cenderung berfluktuasi tergantung pada berbagai faktor ekonomi dan politik.
Beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan harga emas antara lain kebijakan ekonomi, kondisi geopolitik, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), serta tingkat permintaan pasar. Tahun ini, harga emas mencapai titik tertinggi dengan harganya melampaui Rp3 juta per gram.
Pada hari ini, harga emas masih stabil seperti sebelumnya. Berikut daftar harga emas hari ini:
Harga Emas Galeri 24
- 0,5 gram: Rp1.513.000
- 1 gram: Rp2.886.000
- 2 gram: Rp5.702.000
- 5 gram: Rp14.150.000
- 10 gram: Rp28.225.000
- 25 gram: Rp70.182.000
- 50 gram: Rp140.252.000
- 100 gram: Rp280.367.000
- 250 gram: Rp699.194.000
- 500 gram: Rp1.398.387.000
- 1.000 gram: Rp2.796.774.000
Harga Emas Antam
- 0,5 gram: Rp1.552.000
- 1 gram: Rp3.000.000
- 2 gram: Rp5.937.000
- 3 gram: Rp8.879.000
- 5 gram: Rp14.763.000
- 10 gram: Rp29.469.000
- 25 gram: Rp73.541.000
- 50 gram: Rp146.999.000
- 100 gram: Rp293.917.000
Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp1.581.000
- 1 gram: Rp2.924.000
- 2 gram: Rp5.803.000
- 5 gram: Rp14.339.000
- 10 gram: Rp28.527.000
- 25 gram: Rp71.180.000
- 50 gram: Rp142.065.000
- 100 gram: Rp284.020.000
- 250 gram: Rp709.839.000
- 500 gram: Rp1.418.010.000
Koreksi Harga Emas Pasca Gencatan Senjata AS-Iran
Pengamat ekonomi memproyeksikan bahwa koreksi harga emas saat ini terjadi akibat adanya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Dosen sekaligus pengamat ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, menyatakan bahwa hal ini merupakan fenomena wajar.
Sebelumnya, harga emas sempat mengalami kenaikan signifikan karena meningkatnya ketegangan geopolitik. Ketika situasi mulai mereda, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas cenderung menurun. Selain itu, aksi ambil untung dari investor juga turut memengaruhi harga.
Diketahui, dari Oktober hingga Desember 2025, harga emas naik secara bertahap dari kisaran Rp2,2 juta menjadi Rp2,5 juta per gram. Pada Januari 2026, kenaikan harga menjadi lebih tajam, dengan harga mendekati Rp3 juta per gram dalam waktu singkat. Fase bullish ini dipicu oleh sentimen global dan peningkatan permintaan.
Pada Februari hingga Maret 2026, harga emas sempat menyentuh level tertinggi di kisaran Rp3 juta per gram, namun pergerakannya mulai fluktuatif. Sementara itu, pada Maret hingga April 2026, harga emas mengalami koreksi dan turun ke kisaran Rp2,7 juta hingga Rp2,85 juta per gram.
Meski demikian, koreksi ini dinilai Rizaldy sebagai penyesuaian wajar setelah lonjakan tajam sebelumnya. Peluang rebound harga emas masih terbuka karena gencatan senjata yang terjadi saat ini belum tentu bersifat permanen, sehingga ketidakpastian global masih ada.
“Selama risiko tersebut belum benar-benar hilang, emas masih akan menjadi pilihan investor untuk menjaga nilai aset,” ujarnya.
Rizaldy memproyeksikan bahwa jika Iran dan Amerika Serikat benar-benar mencapai perdamaian yang stabil, maka harga emas berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut. Investor kemungkinan akan beralih ke instrumen yang lebih berisiko seperti saham. Namun, penurunan harga emas biasanya tidak terlalu dalam karena masih dipengaruhi oleh faktor lain seperti inflasi global dan kebijakan suku bunga.
Secara keseluruhan, dalam jangka pendek harga emas cenderung bergerak fluktuatif. Dalam jangka menengah, emas masih memiliki potensi untuk kembali menguat, terutama jika ketidakpastian global kembali meningkat.



















