CHEF-X: Gerakan Lingkungan yang Menyentuh Bumi
Kegiatan Chemical Engineering Earth Festival Ke-10 (CHEF-X) kembali hadir dalam rangka memperingati Hari Bumi. Tahun ini, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (FT USK) Banda Aceh menggelar acara yang penuh makna dan inspiratif. Acara ini berlangsung pada Minggu (26/4/2026) dengan tema besar “RE: Regreen – Rekayasa, Regenerasi, dan Gerakan Hijau untuk Bumi”.
Acara ini diadakan di Mangrove Park Lampulo, tempat yang menjadi pusat kegiatan lingkungan. Kehadiran CHEF-X tidak hanya sebagai ajang perayaan, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan. Berbagai pihak seperti mahasiswa, dosen, dan komunitas peduli lingkungan turut serta dalam kegiatan ini.
Rangkaian Kegiatan CHEF-X
Puncak dari CHEF-X tahun ini dilaksanakan setelah rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 25 April 2026. Di hari pertama, acara diisi oleh seminar dan workshop yang berlangsung di Bank Sampah USK. Pemateri utama adalah Ir Rama Herawati MP, Direktur Bank Sampah USK. Ia memberikan wawasan tentang pengelolaan sampah dan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Selain itu, diselenggarakan pula lomba desain tumbler dengan tema “Satu Bumi dalam Satu Simbol”. Kegiatan ini digelar secara daring, sehingga peserta dapat menunjukkan kreativitas mereka dalam menyampaikan pesan lingkungan melalui karya visual.
Aksi Nyata di Mangrove Park Lampulo
Puncak acara CHEF-X diadakan di Mangrove Park Lampulo, tempat para peserta langsung melakukan aksi lingkungan. Dalam acara tersebut, sebanyak 250 buah mangrove disemai sebagai bagian dari upaya regenerasi ekosistem pesisir. Selain itu, 60 bibit mangrove juga ditanam di kawasan tersebut.
Menurut Ketua Panitia CHEF-X, An Nisa Mawadah, kegiatan ini menjadi simbol nyata kepedulian terhadap lingkungan. Ia berharap CHEF-X tidak hanya sekadar kegiatan tahunan, tetapi benar-benar menjadi gerakan yang membawa dampak nyata.
“Kami ingin CHEF-X ini tidak hanya sekadar kegiatan tahunan, tetapi benar-benar menjadi gerakan yang membawa dampak. Mulai dari hal kecil seperti menanam, sampai menyebarkan kesadaran ke masyarakat,” ujarnya.
Peran Mahasiswa dalam Menjaga Bumi
Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia, Faiz Afkari, menekankan pentingnya momentum Hari Bumi sebagai pengingat bersama. Ia berharap semangat yang terbangun dalam CHEF-X tidak berhenti di sini, tetapi terus berkembang dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Departemen Teknik Kimia FT USK, Prof Dr Ir Sri Aprilia. Ia menilai kegiatan seperti CHEF-X memiliki nilai edukatif yang sangat kuat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung turun ke lapangan dan memahami pentingnya menjaga lingkungan.
“Ini kegiatan yang sangat baik, karena mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung turun ke lapangan dan memahami pentingnya menjaga lingkungan. Saya harap kegiatan seperti ini terus dilanjutkan dan dikembangkan,” ucapnya.
Semangat Kolaborasi dan Keberlanjutan
CHEF-X tidak hanya meninggalkan jejak hijau di Mangrove Park Lampulo, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi seluruh peserta. Menurut Prof Sri Aprilia, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga Bumi adalah tanggung jawab bersama, dan perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Dengan antusiasme yang terus meningkat, CHEF-X diharapkan dapat terus berkembang menjadi gerakan yang lebih luas dan berdampak. Semangat kolaborasi dan kepedulian yang terbangun dalam CHEF-X menjadi fondasi kuat bagi terciptanya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli terhadap masa depan Bumi.



















