Kebutuhan Listrik 24 Jam di Lima Pulau Kepulauan Sangkarrang Masih Jadi Kendala
Masyarakat di lima pulau yang berada di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Makassar, hingga kini masih menghadapi kendala signifikan terkait pemenuhan kebutuhan listrik. Layanan listrik yang terbatas, hanya beroperasi dari sore hingga pagi, menjadi keluhan utama yang disampaikan langsung kepada pemerintah kota. Aspirasi ini mengemuka saat kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar yang dilaksanakan di Pulau Barrang Lompo, Rabu (18/3/2026).
Camat Kepulauan Sangkarrang, Andi Asdhar, secara langsung menyuarakan keresahan warganya di hadapan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Ia menegaskan bahwa kondisi kelistrikan di wilayahnya masih jauh dari kata ideal dan belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.
“Boleh dikatakan hampir 100 persen masyarakat kami belum bisa menikmati listrik 24 jam,” ujar Andi Asdhar, menggambarkan betapa luasnya dampak persoalan ini. Ia merinci bahwa listrik yang tersedia saat ini hanya menyala dalam kurun waktu terbatas, yaitu dari sore hingga menjelang pagi.
“Di sini sekitar 12 jam padam. Listrik mulai menyala pukul 4 sore dan kembali padam pukul 6 pagi,” jelasnya lebih lanjut. Keterbatasan durasi pasokan listrik ini tentu saja menyulitkan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan rumah tangga, usaha kecil, hingga pelayanan publik. Kondisi ini membuat masyarakat sangat berharap adanya solusi konkret dari pemerintah agar kebutuhan vital mereka akan listrik dapat terpenuhi secara maksimal dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Makassar Berkomitmen Cari Solusi Kelistrikan
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengakui bahwa persoalan kelistrikan di wilayah kepulauan memang menjadi salah satu prioritas utama yang menjadi perhatian serius pemerintahannya. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar tengah berupaya keras untuk mencari berbagai alternatif solusi agar pasokan listrik di Pulau Barrang Lompo dan pulau-pulau lainnya di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang dapat tersedia selama 24 jam penuh.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin. Tahun ini kami mencoba mengakses berbagai pihak agar listrik bisa menyala penuh,” kata Munafri Arifuddin, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah ini. Upaya tersebut mencakup penjajakan kerja sama dengan berbagai instansi terkait, baik di tingkat daerah maupun nasional, yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan dan penyediaan pasokan listrik.
Lebih lanjut, Munafri Arifuddin juga membuka peluang untuk pemanfaatan sumber energi alternatif sebagai solusi jangka panjang yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu opsi yang sedang dijajaki adalah pembangunan panel surya.
“Mudah-mudahan ada alternatif, seperti solar panel yang bisa kita bangun,” tambahnya, mengisyaratkan bahwa pemerintah tidak hanya terpaku pada solusi konvensional. Pemanfaatan energi matahari ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil dan memastikan ketersediaan listrik di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik konvensional.
Jaminan Keberlanjutan dan Target Pemenuhan Listrik 24 Jam
Selain itu, Wali Kota Munafri Arifuddin juga memastikan bahwa pemerintah akan secara cermat mencari skema terbaik untuk menjamin keberlanjutan pasokan listrik di wilayah kepulauan. Hal ini tidak hanya mencakup upaya peningkatan kapasitas pasokan, tetapi juga memastikan ketersediaan bahan bakar yang memadai untuk operasional pembangkit listrik yang ada.
“Insyaallah, paling lambat tahun depan listrik di Pulau Barrang Lompo bisa menyala 24 jam,” tutupnya, memberikan target waktu yang jelas bagi pemenuhan kebutuhan listrik warga. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan angin segar bagi masyarakat Kepulauan Sangkarrang yang telah lama menantikan solusi atas persoalan kelistrikan yang mereka hadapi.
Pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah kepulauan memang memiliki tantangan tersendiri, mulai dari biaya logistik yang tinggi hingga kendala geografis. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan pasokan listrik yang stabil dan merata bagi seluruh masyarakat. Diharapkan, upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar ini dapat segera membuahkan hasil dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat di lima pulau tersebut.




