Lomba Bertutur Tingkat SD/MI di Bone Bolango: Membentuk Karakter dan Kecintaan terhadap Buku
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Lomba Bertutur bagi siswa SD/MI sederajat tingkat kabupaten pada 28 hingga 29 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter, meningkatkan kemampuan berpikir, serta menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap buku dan cerita rakyat Gorontalo.
Lomba yang diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai kecamatan di Bone Bolango memperebutkan hadiah uang pembinaan hingga jutaan rupiah. Selain itu, lomba ini juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal budaya dan cerita daerah.
Tiga Kemampuan Utama yang Perlu Dilatih Sejak Dini
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, secara langsung membuka kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya melatih tiga aspek utama sejak dini, yaitu kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan gagasan. Menurutnya, kemampuan bertutur bukan hanya sekadar lomba, tetapi bagian dari proses membentuk karakter dan kecakapan berpikir generasi muda.
Ismet menjelaskan bahwa ada tiga kemampuan utama yang perlu dimiliki setiap individu sejak dini, terutama dalam menghadapi perkembangan zaman. Pertama, kemampuan menyusun konsep atau ide. Kedua, kemampuan berinteraksi di forum. Ketiga, kemampuan tampil di depan umum.
Kemampuan menyusun konsep atau ide menjadi dasar dalam membangun cara berpikir yang terstruktur. Sementara itu, kemampuan berinteraksi di forum memungkinkan anak-anak untuk menyampaikan pendapat, berdiskusi, hingga berdebat secara sehat. Bagi Ismet, kemampuan berbicara di depan orang lain tidak muncul begitu saja, melainkan harus dilatih sejak usia sekolah dasar.
Kemampuan tampil di depan umum dinilai sangat penting karena berkaitan dengan keberanian, kepercayaan diri, serta tanggung jawab dalam menyampaikan sesuatu kepada publik. Ketiga kemampuan tersebut saling berkaitan dan harus dibangun secara bertahap melalui kegiatan seperti lomba bertutur.
Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kecakapan Berbicara
Kepala Bidang Perpustakaan, Yudiawan Maksum, menjelaskan bahwa lomba bertutur ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca sekaligus melatih keberanian anak tampil di depan umum. Proses penilaian akan dilakukan oleh dewan juri yang memiliki kompetensi di bidang literasi dan pendidikan anak.
Dewan juri terdiri dari tiga orang, termasuk satu ketua merangkap anggota dan dua anggota. Unsurnya bisa berasal dari pustakawan, pendongeng, guru, pegiat literasi, pemerhati literasi, hingga psikolog anak. Materi lomba akan ditentukan langsung oleh dewan juri agar kualitas cerita yang dibawakan peserta tetap terjaga dan sesuai dengan tujuan kegiatan.
Peserta diharapkan mampu membawakan cerita dengan baik, mulai dari penguasaan materi, intonasi, hingga ekspresi saat bertutur. Yudiawan menyebutkan bahwa lomba ini diikuti minimal 50 peserta dari seluruh kecamatan di Bone Bolango, dan jumlah tersebut tercapai pada pelaksanaan tahun ini.
Hadiah dan Tujuan Utama Kegiatan
Untuk penghargaan, panitia telah menyiapkan piala, piagam, serta uang pembinaan bagi para pemenang. Juara I akan memperoleh uang pembinaan hingga Rp5 juta, Juara II Rp4 juta, dan Juara III Rp3 juta. Selain itu, terdapat pula kategori Juara Harapan I dengan hadiah Rp2 juta, Juara Harapan II Rp1,5 juta, serta Juara Harapan III sebesar Rp1 juta.
Pemenang pertama di tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Bone Bolango pada lomba bertutur tingkat Provinsi Gorontalo. Di tingkat provinsi, hadiah yang disiapkan juga lebih besar, dengan Juara I memperoleh hingga Rp7 juta, Juara II Rp5 juta, dan Juara III Rp4 juta.
Meski demikian, Yudiawan menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan semata-mata mengejar hadiah. Ia menekankan, yang terpenting adalah pengalaman yang diperoleh anak-anak selama mengikuti lomba. “Yang utama bukan hadiahnya, tapi bagaimana anak-anak berani tampil, percaya diri, dan mencintai buku,” katanya.
Membangun Karakter dan Kecintaan terhadap Budaya Daerah
Yudiawan berharap melalui kegiatan ini, anak-anak di Bone Bolango semakin dekat dengan dunia literasi, khususnya cerita rakyat daerah. “Dengan lomba bertutur ini, kami berharap anak-anak Bone Bolango semakin dekat dengan buku, mengenal cerita rakyat Gorontalo, dan tumbuh dengan karakter yang baik,” tukasnya.
Acara berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh Bupati Ismet Mile beserta istri tercinta, serta sejumlah OPD terkait. Peserta didampingi langsung oleh guru-gurunya. Acara ditutup dengan foto bersama.




















