Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, melakukan inspeksi langsung ke lokasi bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada hari Sabtu (24/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan mendesak di lapangan.
Namun, dalam proses peninjauan tersebut, sebuah insiden kecil sempat terjadi. Jeje terperosok dan sempat terjebak dalam lumpur akibat kondisi tanah yang labil dan medan yang berat pasca longsor. Kejadian ini menyoroti betapa sulit dan berbahayanya kondisi di lapangan bagi siapapun yang terlibat dalam upaya penanganan bencana.
Insiden tersebut terjadi ketika Jeje, bersama dengan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat dan aparat setempat, sedang memeriksa titik longsor di Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan RW 11. Daerah ini merupakan salah satu area yang terdampak paling parah oleh longsor dan telah menyebabkan korban jiwa. Tanah yang licin dan struktur lereng yang belum stabil membuat pergerakan di lapangan menjadi sangat berisiko, bahkan bagi petugas yang berpengalaman sekalipun.
Meskipun sempat mengalami kesulitan, Jeje berhasil dievakuasi oleh petugas yang berada di lokasi kejadian. Setelah memastikan keadaannya aman, ia tetap melanjutkan peninjauan untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kebutuhan penanganan darurat serta proses evakuasi warga yang terdampak.
Insiden yang dialami Jeje ini menjadi ilustrasi nyata mengenai risiko besar yang dihadapi oleh petugas dan relawan yang terlibat dalam operasi penyelamatan di area longsor. Kondisi medan yang berat dan labil menjadi tantangan utama dalam upaya memberikan bantuan dan mengevakuasi warga yang membutuhkan.
“Kondisi medan sangat berat, tanahnya labil dan licin. Tapi kami harus pastikan penanganan berjalan cepat,” ujar Jeje kepada awak media di sela-sela peninjauan. Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah daerah di lokasi bencana untuk memastikan koordinasi berjalan dengan baik dan respons yang diberikan sesuai dengan kondisi lapangan.
Status Darurat Bencana Ditetapkan
Seiring dengan dampak longsor yang semakin meluas, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status darurat bencana. Penetapan status ini memungkinkan pemerintah daerah untuk mengerahkan sumber daya yang lebih besar dan mempercepat proses penanganan bencana.
Hingga saat ini, Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan masih terus melakukan penyisiran di area terdampak untuk mencari kemungkinan adanya korban lain yang belum ditemukan. Upaya pencarian dan penyelamatan terus diintensifkan meskipun kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri.
Pendirian Posko Darurat dan Evakuasi Warga
Dalam masa tanggap darurat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat telah mendirikan posko darurat di sekitar lokasi bencana. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, pusat informasi, dan tempat penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
Evakuasi warga dari zona rawan terus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi dan kondisi tanah yang belum sepenuhnya stabil. Pemerintah daerah juga telah mulai menyalurkan bantuan logistik dan layanan medis bagi warga terdampak yang mengungsi. Bantuan ini meliputi makanan, minuman, pakaian, selimut, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Pemerintah Daerah Kerahkan Seluruh Sumber Daya
Jeje menegaskan bahwa pemerintah kabupaten akan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mempercepat penanganan bencana dan pemulihan wilayah terdampak. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat, termasuk dengan pemerintah provinsi, guna memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan risiko korban tambahan dapat ditekan.
Berikut adalah beberapa langkah yang telah dan akan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam upaya penanganan bencana longsor:
-
Pencarian dan Penyelamatan Korban: Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di area terdampak untuk mencari kemungkinan adanya korban yang belum ditemukan.
-
Evakuasi Warga: Warga yang berada di zona rawan terus dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk mengantisipasi longsor susulan.
-
Penyaluran Bantuan Logistik: Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, minuman, pakaian, selimut, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya kepada warga terdampak.
-
Pelayanan Medis: Layanan medis terus diberikan kepada warga terdampak yang membutuhkan perawatan.
-
Pemulihan Infrastruktur: Pemerintah daerah akan segera memulai upaya pemulihan infrastruktur yang rusak akibat longsor.
-
Relokasi Warga: Pemerintah daerah akan mempertimbangkan relokasi warga yang tinggal di zona rawan ke tempat yang lebih aman.
Jeje juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. Ia menekankan pentingnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana longsor, terutama saat musim hujan.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berkomitmen untuk terus berupaya semaksimal mungkin dalam menangani bencana longsor ini dan memulihkan kondisi wilayah terdampak. Dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi, pemerintah pusat, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum, sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan.


















