Fotografer Ungkap Dugaan Perilaku Tak Pantas Pemilik Brand, Tawarkan Diri Jadi Saksi
Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Mohan Hazian, pemilik merek terkenal Thanksinsomnia, terus bergulir dan menarik perhatian publik. Di tengah derasnya pemberitaan dan kesaksian dari para korban yang mulai berani bersuara, seorang mantan fotografer yang pernah bekerja sama dengan brand tersebut, Muhammad Rama, akhirnya buka suara. Melalui akun Instagramnya, @ramskiputra, Rama menyampaikan dukacita mendalam atas peristiwa yang menimpa para korban dan menyatakan simpati yang tulus.
Rama, yang memiliki rekam jejak sebagai fotografer profesional, pernah bergabung dengan brand Thanksinsomnia selama periode 2021 hingga 2024. Selama masa baktinya, ia memegang tanggung jawab penuh atas berbagai aspek dalam proses pemotretan. Lingkup pekerjaannya mencakup penentuan ide kreatif yang inovatif, pemilihan lokasi yang strategis, hingga memastikan jalannya sesi foto berjalan lancar hingga tuntas. Pengalamannya ini memberikannya perspektif unik mengenai operasional di balik layar brand tersebut.
Tidak hanya terbatas pada aspek teknis pemotretan, Rama juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa kesempatan, ia turut terlibat dalam proses pencarian talenta atau model yang akan mengisi kebutuhan pemotretan. Hal ini dilakukan sesuai dengan konsep dan visi kreatif yang telah disepakati bersama dengan pihak brand. “Proses scouting talent tidak hanya dilakukan dari pihak brand saja, tetapi terkadang saya ikut membantu mencari talent untuk kebutuhan photoshoot brand sesuai konsep dan ide kreatif yang sudah disepakati,” tulisnya. Keterlibatannya dalam pemilihan model menunjukkan betapa ia memahami pentingnya kesesuaian antara talenta dan tema yang diusung.
Lebih lanjut, Rama juga membeberkan bahwa dalam situasi tertentu, ia terkadang menemani para model hingga pulang setelah sesi pemotretan selesai, terutama jika tidak ada halangan lain yang mendesak. Kebiasaan ini, menurutnya, merupakan bagian dari profesionalisme dan upaya memastikan kenyamanan para model.
Pernah Saksikan Perilaku Menggoda, Namun Tak Tahu Dugaan Pelecehan
Terkait isu yang kini tengah ramai diperbincangkan dan menyeret nama besar pemilik brand, Rama secara terbuka mengakui bahwa ia pernah mengetahui dan menyaksikan secara langsung mengenai kebiasaan Mohan Hazian yang kerap kali menggoda para model perempuan. Pengakuan ini menjadi salah satu titik krusial yang membuka tabir lebih dalam mengenai dinamika di lingkungan kerja tersebut.
Namun, penting untuk digarisbawahi, Rama dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak memiliki pengetahuan mengenai adanya dugaan tindakan kekerasan atau pelecehan seksual yang terjadi di luar sesi pemotretan. Ia menekankan bahwa ia tidak hadir maupun terlibat dalam kejadian-kejadian tersebut. “Tetapi saya tidak mengetahui adanya kejadian SA/SH di luar sesi photoshoot karena saya tidak hadir maupun terlibat. Saya pribadi mengutuk keras tindakan tersebut,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan batasan pengetahuannya, namun tidak mengurangi penolakannya terhadap tindakan-tindakan yang tidak etis.
Permintaan Maaf dan Kesiapan Menjadi Saksi
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas posisinya di masa lalu, Rama menyampaikan permintaan maaf yang mendalam kepada seluruh korban. Permintaan maaf ini secara khusus ditujukan kepada para korban, terutama jika peristiwa yang tidak menyenangkan tersebut terjadi pada masa ia masih aktif bekerja di brand Thanksinsomnia. “Saya sebagai fotografer yang pernah bekerja full time di sana, saya minta maaf sedalam-dalamnya,” tulis Rama.
Lebih dari sekadar permintaan maaf, Rama juga menunjukkan keberpihakannya yang jelas kepada para korban. Ia menyatakan kesiapannya untuk memberikan kontribusi nyata dalam upaya penegakan keadilan. Rama menawarkan diri untuk menjadi saksi apabila dibutuhkan dalam proses pendampingan korban atau dalam proses hukum yang mungkin akan ditempuh.
“Saya percaya para korban berhak untuk didengar, dilindungi, dan didampingi. Bagi mereka yang telah menjadi korban di masa waktu kerja saya, saya siap menjadi saksi untuk berdiri bersama korban,” katanya. Komitmen ini menunjukkan bahwa Rama tidak hanya bersimpati, tetapi juga berani mengambil langkah konkret untuk mendukung para penyintas.
Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
Kasus ini bermula ketika seorang korban dengan akun @aarummanis berani membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya dengan Mohan Hazian. Pengakuan awal ini kemudian membuka pintu bagi korban-korban lain untuk turut bersuara dan berbagi pengalaman serupa. Semakin banyak orang yang speak up, semakin jelas gambaran mengenai dugaan praktik pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh pemilik brand tersebut.
Dukungan dari mantan staf seperti Rama menjadi sangat berharga dalam memperkuat posisi para korban dan mendorong proses investigasi lebih lanjut. Keterangan saksi yang melihat langsung beberapa perilaku yang tidak pantas, meskipun tidak secara langsung menyaksikan tindakan pelecehan, dapat memberikan konteks penting bagi penegak hukum.
Pentingnya Dukungan bagi Korban
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari pelecehan seksual, terutama di industri kreatif yang seringkali melibatkan interaksi intens antara berbagai pihak. Keberanian para korban untuk bersuara patut diapresiasi, dan dukungan dari orang-orang di sekitar mereka, termasuk mantan rekan kerja, sangat krusial dalam proses pemulihan dan pencarian keadilan.
Kehadiran saksi seperti Muhammad Rama tidak hanya memberikan kekuatan tambahan bagi para korban, tetapi juga menjadi pengingat bagi para pelaku industri untuk senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap interaksi. Keadilan bagi para korban adalah prioritas utama, dan setiap upaya untuk mencapainya harus didukung penuh.




