• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home berita

Minggu Ekaristi 4 Jan 2026: Hari Anak Misioner Sedunia

Hendra by Hendra
13 Januari 2026 - 02:46
in berita
0

Memaknai Penampakan Tuhan: Perayaan Ekaristi dan Refleksi Mendalam

Perayaan Ekaristi pada Minggu, 4 Januari 2026, menjadi momen istimewa bagi umat Katolik. Hari itu, Gereja merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan, yang juga dikenal sebagai Pesta Tiga Raja. Perayaan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan undangan untuk merenungkan bagaimana Sang Juru Selamat menampakkan diri-Nya kepada dunia yang lebih luas, melampaui batas-batas bangsa dan suku.

Persiapan Liturgi: Menyiapkan Hati dan Ruang Sakral

Sebelum misa dimulai, para petugas liturgi berkumpul di sakristi. Meja perayaan disiapkan dengan khidmat, dihiasi dengan lilin yang menyala di sisi salib, simbol terang ilahi yang menerangi kegelapan. Alkitab disiapkan untuk pembacaan Sabda Tuhan, dan buku nyanyian tersedia untuk memandu umat dalam pujian. Demi kekhusukan suasana, alat komunikasi dimatikan, menciptakan ruang hening untuk fokus pada kehadiran Tuhan.

Perayaan diawali dengan sapaan Pemimpin, “Penolong kita ialah Tuhan,” yang disambut dengan jawaban, “Yang menjadikan langit dan bumi.” Lagu pembuka kemudian mengalun, mengiringi umat memasuki momen sakral.

Tanda Salib dan Salam Pembuka

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

Kata Pembuka: Makna Penampakan Tuhan

Pemimpin menyapa umat dengan mengingatkan tentang Hari Raya Penampakan Tuhan. Perayaan ini mengajak umat untuk kembali memusatkan perhatian pada Yesus Kristus yang lahir, yang kini menampakkan diri-Nya kepada seluruh dunia. Kelahiran-Nya bukan hanya bagi Israel, tetapi bagi semua bangsa. Bacaan Injil hari ini akan membawa kita pada kisah tersebut, sementara bacaan lainnya akan berbicara tentang bagaimana Tuhan menampakkan diri-Nya melalui terang kemuliaan yang menuntun pada kelimpahan hidup, dan bagaimana Rasul Paulus menjadi pewarta Sabda Allah yang luar biasa setelah mengalami penampakan Kristus. Dengan merenungkan hal ini, umat diajak memohon rahmat agar dapat merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup, sehingga menjadi lebih kuat menjalani tahun yang baru.

[hening sejenak]

Tobat dan Permohonan Ampun: Mempersiapkan Hati

Sebelum melangkah lebih jauh, umat diajak untuk merenungkan dan mengakui segala dosa serta kekurangan diri. Ini adalah momen refleksi diri untuk menyucikan hati agar layak mendengarkan dan meresapi Sabda Tuhan.

P : Marilah kita menyesali dan mengakui segala dosa, serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya hati kita kian layak untuk mendengarkan dan meresapkan Sabda Tuhan.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.

Kemuliaan: Pujian kepada Allah Trinitas

Umat kemudian bersama-sama melantunkan Madah Kemuliaan, sebuah pujian yang memuliakan Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

Doa Pembuka: Memohon Bimbingan Ilahi

Doa pembuka menjadi penanda dimulainya rangkaian doa dan permohonan kepada Tuhan.

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak] Allah Bapa yang mahamulia, hari ini Engkau menampakkan Putra-Mu kepada para bangsa dengan menggunakan bintang. Berkat iman, kami telah mengenal Engkau. Bimbinglah kami selalu supaya dapat merasakan kehadiran-Mu dan mampu melihat kemuliaan-Mu dalam hidup kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.

Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan

Umat diajak untuk membuka hati dan pikiran dalam mendengarkan Sabda Tuhan, yang akan menjadi pedoman dalam perjalanan iman.

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan, agar kita memiliki pedoman iman dalam hidup kita.

Bacaan Pertama: Terang Kemuliaan Tuhan

Bacaan dari Kitab Yesaya menggambarkan janji kemuliaan Tuhan yang akan terbit atas umat-Nya, menerangi bangsa-bangsa dan menarik mereka kepada terang tersebut.

L : Bacaan dari Kitab Yesaya
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsabangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Doa untuk Keadilan dan Kedamaian

Mazmur tanggapan menggemakan harapan akan keadilan dan kedamaian yang akan datang melalui pemerintahan seorang raja yang saleh.

Refren (Mzm. 72:11)
Kiranya segala bangsa menyembah Engkau, ya Tuhan.

Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! (Refren)
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
(Refren)
Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya! (Refren)
Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin. (Refren)

Baca Juga  Banjarmasin Terendam Lagi: Hujan Semalaman Lumpuhkan Jalan

Bacaan Kedua: Rahasia Penyelamatan yang Dinyatakan

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus menjelaskan bagaimana rahasia keselamatan Allah, yang sebelumnya tersembunyi, kini dinyatakan melalui Kristus dan dipercayakan kepada para rasul untuk diberitakan kepada segala bangsa.

L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus
Saudara-saudari, kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, yang pada zaman angkatanangkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli warisdan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.

Alleluia: Nyanyian Sukacita

Alleluia menjadi ungkapan sukacita atas kedatangan Kristus, Sang Raja yang dinanti.

P : Alleluia
U : Alleluia
P : Kami telah melihat bintang-Nya di Timur, * dan kami datang untuk menyembah Dia.
U : Alleluia

Injil: Kisah Orang Majus dari Timur

Kisah dalam Injil Matius menceritakan tentang kedatangan orang-orang majus dari Timur yang dipandu oleh bintang untuk mencari dan menyembah Yesus, Sang Raja orang Yahudi yang baru lahir.

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius. Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orangorang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanyatanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, menggembalakan umat-Mu Israel.” Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orangorang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu tampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamumenemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.” Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.

Renungan Singkat: Mencari dan Menemukan Tuhan

Bacaan Injil hari ini mengundang kita untuk merenungkan dua aspek penting: siapa orang majus itu dan mengapa mereka mengikuti bintang.

  • Orang Majus: Kata “majus” berasal dari bahasa Yunani “magos,” yang berarti pesulap, peramal, orang bijak, atau sarjana. Mereka adalah individu terpelajar yang menggunakan kemampuan mereka untuk memahami hal-hal yang mendalam. Dalam konteks Injil, mereka adalah orang yang memiliki kebijaksanaan untuk mencari Tuhan dan menghargai-Nya dengan persembahan yang mulia: emas, kemenyan, dan mur, yang melambangkan kemuliaan, kekudusan, dan pengorbanan. Kisah ini mengajarkan kita bahwa orang yang bijak dalam iman adalah mereka yang senantiasa berusaha mencari dan menemukan Tuhan, serta menempatkan-Nya sebagai prioritas utama dalam hidup. Seperti orang majus yang menempuh perjalanan jauh, kita pun diajak untuk mengarahkan hidup kita kepada Tuhan, karena Dialah yang akan menuntun kita.

  • Bintang: Kemunculan bintang di timur menjadi petunjuk bagi orang majus yang menguasai ilmu perbintangan. Mereka mengenali tanda khusus yang mengindikasikan kelahiran seorang raja di wilayah Yehuda. Perjalanan dari Timur ke Yehuda pada masa itu bukanlah hal yang mudah, memerlukan rombongan besar dan ketekunan. Meskipun mereka tidak mengetahui lokasi pasti, berbagai usaha dan pertanyaan kepada penduduk Yerusalem akhirnya membawa mereka kepada Yesus. Ini mengajarkan kita bahwa Tuhan senantiasa memberikan tanda kehadiran-Nya dalam hidup kita, bahkan dalam hal-hal yang sederhana. Terkadang, kesibukan diri membuat kita abai terhadap tanda-tanda tersebut, atau kita mengharapkan kehadiran-Nya sesuai keinginan kita. Namun, Tuhan seringkali hadir dalam cara dan kesempatan yang tak terduga. Di awal tahun baru ini, marilah kita membuka hati untuk melihat tanda-tanda kehadiran-Nya yang selalu menyertai kita. Dia adalah Emmanuel, Allah beserta kita.

Hening Sejenak

Momen hening untuk meresapi Sabda Tuhan dan refleksi pribadi.

Syahadat: Pengakuan Iman

Umat bersama-sama mengucapkan Syahadat, meneguhkan kembali keyakinan iman mereka kepada Allah.

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

Doa Umat: Persembahan Permohonan

Doa umat menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai permohonan, baik untuk diri sendiri, sesama, maupun Gereja.

P : Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan, Sabda Allah yang telah kita dengar memperkuat keyakinan kita akan belas kasih Allah. Karena itu, dengan penuh kepercayaan, marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kepada Allah, Bapa kita:

  • P : Bagi para pewarta iman. Kita mendoakan para misionaris, katekis, Pembina iman, dan pemuka umat. Semoga mereka sanggup mewartakan iman dengan setia dan konsekuen agar kerasulan mereka berhasil baik. Marilah kita mohon…
  • P : Bagi para pemimpin masyarakat. Semoga mereka bersikap rendah hati dalam melayani dan mengabdi bagi kepentingan orang banyak. Semoga mereka tetap berusaha mencari dan menemukan kebijaksanaan dan cinta kasih sebagai landasan utama karya pengabdian mereka. Marilah kita mohon…
  • P : Bagi umat yang menjauhi Gereja. Semoga sikap mereka yang sedemikian itu, menjadi tantangan bagi kita supaya hidup lebih sesuai dengan Injil, sehingga kesaksian hidup kita dapat menjadi cahaya bintang bagi mereka. Marilah kita mohon…
  • P : Bagi kita yang hadir di sini. Kita memohon kepada Tuhan, supaya perjumpaan kita dengan-Nya di dalam berbagai perayaan iman, mendorong kita untuk menempuh jalan hidup baru yang lebih bermakna. Marilah kita mohon…
  • P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
    [hening sejenak lalu lanjut].
    P : Demikianlah, ya Bapa, doa-doa yang kami sampaikan ke hadirat-Mu. Semoga Engkau berkenanmengabulkannya, sebab semua ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
    U : Amin
Baca Juga  Tahun Baru 2026: Negara Pertama & Terakhir dalam Sehari

Kolekte: Perwujudan Cinta dan Kepedulian

Pengumpulan kolekte menjadi wujud nyata dari cinta kepada Sang Sabda dan kepedulian terhadap sesama yang berkekurangan.

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.

Doa Pujian: Memuliakan Kristus Sang Raja

Doa pujian menjadi momen untuk memuliakan Kristus sebagai Raja pembawa damai dan terang dunia.

P : Saudara-saudari terkasih, marilah kita memuji dan memuliakan Allah, karena begitu besar kasih setia-Nya. Ia telah menganugerahkan Putra-Nya yang tunggal sebagai Cahaya bagi dunia. Oleh sebab itu, marilah kita berseru kepada-Nya: Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa damai.
U : Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa damai.
P : Allah Bapa surgawi, Yesus Kristus adalah Cahaya sejati yang bersinar di tengah kegelapan dan menerangi bangsa-bangsa yang diam di dalamnya. Semua orang yang menyambut Dia, Engkau angkat menjadi warga Kerajaan Surga. Maka kami berseru:
U : Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa damai.
P : Bangsa-bangsa akan berjalan dalam terang-Nya dan menggabungkan diri berarak menuju Cahaya Abadi. Maka kami berseru:
U : Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa damai.
P : Orang-orang buta disembuhkan-Nya, sehingga dapat menyaksikan indahnya karya-Mu, terlebih dapat bertatap muka dengan Kristus, Sang Cahaya sejati. Maka kami berseru:
U : Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa damai.
P : Ia senantiasa menyertai Gereja-Nya, sehingga kami hidup dalam terang Sabda dan karya-Nya, serta menjadi tanda kehadiran-Nya yang menyelamatkan. Maka kami berseru:
U : Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa damai.
P : Allah Bapa yang mahabaik, bersama Bunda Maria yang dengan penuh iman memuliakan Engkau, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kamimelambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]


Ritus Komuni: Menghayati Persatuan dengan Kristus

Setelah doa pujian, perayaan memasuki Ritus Komuni. Terdapat dua pilihan: menyambut komuni secara fisik atau menghayati komuni batin.

Cara A: Dengan Komuni Kudus

Jika umat menyambut komuni, persiapan dilakukan dengan khidmat.

18A. Persiapan Komuni
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin mempersiapkan altar dan mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel. Umat berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Kemudian, umat diajak menyanyikan lagu Bapa Kami.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

19A. Doa Bapa Kami
Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlahmasukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Setelah doa Bapa Kami, dapat dilanjutkan dengan Salam Damai.

20A. Salam Damai dan Komuni
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.
Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.

Cara B: Tanpa Komuni Kudus (Komuni Batin)

Bagi umat yang tidak menyambut komuni, momen ini diisi dengan penghayatan komuni batin.

18B. Tanpa Komuni Kudus
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

19B. Doa Bapa Kami
Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

20B. Doa Komuni Batin
Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Masa Natal.

Baca Juga  Turunkan Kemiskinan, Pemkab Malang Kolaborasi dengan Swasta Kembangkan Pertanian

Mazmur 107: Ucapan Syukur atas Pertolongan Tuhan

Mazmur ini mengungkapkan rasa syukur atas pertolongan Tuhan bagi mereka yang tersesat dan menderita, serta membawa mereka kembali ke jalan yang benar.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan. Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan; mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka. Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin

Amanat Pengutusan: Menjadi Cahaya Bagi Dunia

Pemimpin memberikan amanat pengutusan, mengajak umat untuk menghayati dan mewartakan kehadiran Kristus melalui sikap dan tutur kata yang mencerminkan ajaran-Nya.

P : Saudara dan saudari yang dikasihi Tuhan. Juruselamat telah datang ke dunia dan menampakkan diri-Nya kepada bangsa-bangsa dari berbagai suku dan bahasa. Kedatangan-Nya membawa pola hidup yang menyelamatkan, yang mesti kita ikuti. Jalan hidup-Nya harus menjadi jalan hidup manusia. Kita sudah berjumpa dengan Yesus, dan kita sudah mengenal-Nya. Maka marilah kita juga memperkenalkan-Nya kepada semua orang melalui sikap dan tutur kata kita, yang mencontohi cara hidup-Nya.

Doa Penutup: Syukur dan Permohonan Perlindungan

Doa penutup menjadi penutup rangkaian perayaan, di mana umat bersyukur atas anugerah Kristus dan memohon bimbingan-Nya.

P : Marilah kita berdoa, Ya Allah, kami bersyukur atas anugerah yang Engkau berikan untuk menghidupkan kami, yaitu Yesus Putra-Mu, Sabda yang menjadi manusia. Berjalanlah di depan kami selalu dan di mana pun. Semoga seluruh dunia menikmati kehangatan cinta-Mu dan menemukan kesembuhan dan keselamatan di dalam-Nya. Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin

Pengumuman dan Berkat Tuhan

Pengumuman mengenai Paskah dan pesta-pesta yang tanggalnya berubah disampaikan, diikuti dengan permohonan berkat Tuhan.

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.

Pengutusan: Menjalankan Perutusan

Umat diutus untuk menjalankan perutusan mereka di dunia.

P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.

Lagu Penutup dan Doa Pengutusan Anak-Anak Misioner

Perayaan ditutup dengan lagu penutup dan doa pengutusan khusus bagi anak-anak Serikat Kerasulan Misioner (SEKAMI), yang akan menjalankan karya misi sederhana dengan mengunjungi rumah-rumah.

DOA PENGUTUSAN ANAK-ANAK MISIONER
[Biasanya pada Hari Raya Penampakan Tuhan ini, usai misa atau ibadah, anak-anak Serikat Kerasulan Misioner (SEKAMI) akan berjalan dari rumah ke rumah mengunjungi keluarga. Sebelum mereka berangkat, anak-anak dikumpulkan dan bisa didoakan doa pengutusan berikut ini. Doa ini bisa dibawakan oleh Pemimpin Ibadah, atau oleh Ketua Stasi atau Ketua Lingkungan]
P : Adik-adik yang dicintai Tuhan, hari ini kita akan mengunjungi rumah-rumah untuk mengabarkan bahwa Tuhan Yesus memberkati rumah-rumah yang adik-adik kunjungi. Itu ditandai dengan membuat tulisan Bahasa Latin CMB dari ungkapan Christus Mansionem Benedicat, yang berarti Kristus memberkati rumah ini. Tulisan ini diapiti oleh tahun 2026, yang berarti Tuhan memberkati rumah ini selama tahun 2026. Untuk itu, kita diajak untuk berdoa dan bernyanyi memuji Tuhan di rumah-rumah yang akan kita kunjungi. Itulah karya misi kita yang sederhana, supaya rumah-rumah itu juga berdoa sepanjang hari dan sepanjang tahun. Mari kita berdiri, kita katupkan tangan kita dan kita pejamkan mata untuk memohon rahmat, penyertaan, perlindungan, dan berkat Tuhan untuk tugas kita ini.
[Semua berdiri lalu Pemimpin mengatupkan tangan dan mendoakan doa berikut. Jika memungkinkan, ada juga dua orang di depan Pemimpin, yang memegang lilin bernyala mengapiti salib menghadap ke arah para SEKAMI.]
P : Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus,
U : Amin
P : Marilah kita berdoa, Ya Tuhan, kami bersyukur karena Engkau telah lahir dan hadir di tengah-tengah kami. Engkau adalah Terang bagi jalan hidup kami dan Engkau menunjukkan jalan menuju kepada keselamatan abadi. Kami memohonkan agar Engkau mendampingi anakanak Serikat Kerasulan Misioner ini, agar mereka mampu menghadirkan Dikau melalui pelayanan misioner mereka yang sederhana ini. Semoga kunjungan mereka dari rumah ke rumah juga membawakan berkat daripada-Mu bagi rumah-rumah tersebut. Semoga keluarga yang dikunjungi juga semakin kokoh dalam iman mereka kepada-Mu, dan meningkatkan iman mereka di dalam keluarga mereka melalui doa bersama. Semoga anak-anak ini pun Engkau berkati, agar sepanjang tahun ini mereka selalu sehat dan sukses dalam kegiatan sekolah mereka. Kami mohonkan ini dengan pengantaraan Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
U : Amin
[Jika ada air yang sudah diberkati oleh imam, maka sesudah doa ini, anak-anak SEKAMI bisa direciki dengan air berkat tersebut. Kemudian ditutup dengan mendoakan Bapa Kami bersama, lalu Tanda Salib Penutup].
P : Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus,
U : Amin
[Bisa menyanyikan lagu Natal yang sesuai seperti Hai Gembala Bergegas, atau lagu pengutusan yang diketahui oleh SEKAMI].

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Aktris Indonesia Memukau di Festival Film Cannes 2026: Perjalanan dan Inspirasi di Balik Kemenangan
berita

Aktris Indonesia Memukau di Festival Film Cannes 2026: Perjalanan dan Inspirasi di Balik Kemenangan

19 Juni 2026 - 06:21
Prediksi Kandidat Kuat Pilkada Makassar 2026: Analisis Awal dan Potensi Kejutan
berita

Prediksi Kandidat Kuat Pilkada Makassar 2026: Analisis Awal dan Potensi Kejutan

19 Juni 2026 - 05:38
Kabar Makassar: Pertemuan PBB di Jenewa: Ketegangan Geopolitik Global Memasuki Babak Baru
berita

Kabar Makassar: Pertemuan PBB di Jenewa: Ketegangan Geopolitik Global Memasuki Babak Baru

19 Juni 2026 - 04:56
Peran Ikonik Aktor Senior Indonesia yang Meninggal Dunia: Kenangan dan Warisan
berita

Peran Ikonik Aktor Senior Indonesia yang Meninggal Dunia: Kenangan dan Warisan

19 Juni 2026 - 03:31
Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Kenaikan Harga Minyak Mentah Dunia dan Implikasinya di Medan
berita

Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Kenaikan Harga Minyak Mentah Dunia dan Implikasinya di Medan

19 Juni 2026 - 02:49
BPOM Tarik Obat Ilegal di Medan: Daftar Lengkap & Bahaya Bahan Kimia Berbahaya
Aktual

BPOM Tarik Obat Ilegal di Medan: Daftar Lengkap & Bahaya Bahan Kimia Berbahaya

19 Juni 2026 - 02:07
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Jeni Rahmadial Fitri: Kasus Baru Mantan Putri Indonesia Riau

Jeni Rahmadial Fitri: Kasus Baru Mantan Putri Indonesia Riau

19 Juni 2026 - 07:34
Megyn Kelly Slams Jill Biden’s ‘Perfect’ Joe Biden Mental Health Claims

Megyn Kelly Slams Jill Biden’s ‘Perfect’ Joe Biden Mental Health Claims

19 Juni 2026 - 07:08
Pakar Hukum: Vonis Bebas untuk Kerry Riza dalam Kasus Pertamina

Pakar Hukum: Vonis Bebas untuk Kerry Riza dalam Kasus Pertamina

19 Juni 2026 - 07:08
Kabar Makassar: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,4 Persen, Dampaknya pada UMKM dan Investasi

Kabar Makassar: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,4 Persen, Dampaknya pada UMKM dan Investasi

19 Juni 2026 - 07:03
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In