Taruna Akpol Gelar Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas dan Buka Bersama di Daan Mogot
Jakarta – Sejumlah taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dari angkatan 58, 59, dan 60, pada Rabu (18/3/2026) lalu, menggelar kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus buka puasa bersama dengan para pengemudi ojek online (ojol) dan pengguna jalan lainnya. Aksi sosial ini berlangsung di sepanjang Jalan Raya Arteri Daan Mogot, Jakarta Barat, menciptakan suasana interaksi positif antara aparat calon penegak hukum dan masyarakat.
Momen yang terekam dalam sebuah video memperlihatkan interaksi kocak antara seorang pengemudi ojol dan taruna Akpol. Ketika ditanya mengenai kesannya mengikuti kegiatan tersebut, pengemudi ojol yang diketahui bernama Zein awalnya menjawab antusias. Namun, tak lama kemudian, ia mengaku merasa takut.
Pertanyaan pertama datang dari Brigadir Kepala Taruna (BKT) Tribrata Putra Sambo, putra dari mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo. Putra Sambo dengan ramah merangkul pundak Zein dan bertanya, “Jadi gimana Pak, seneng gak hari ini?”
Dengan sedikit ragu, Zein menjawab, “Seneng si, tapi saya takut Pak.”
Kejutan muncul ketika Putra Sambo balik bertanya, “Waduh, takut kenapa Pak?” Zein pun spontan menjawab, “Saya pikir ada razia.” Jawaban tersebut disambut gelak tawa dari puluhan pengemudi ojol lainnya yang hadir, meredakan ketegangan yang mungkin sempat dirasakan.
Terungkapnya Alasan Ketakutan: SIM dan STNK Tertinggal
Penyuluhan Keselamatan Berkendara: Upaya Preventif Menuju Mudik Aman
Kegiatan edukasi yang digagas oleh para taruna Akpol ini dikemas dalam program bertajuk ‘Mudik Aman’. Inisiatif ini merupakan wujud nyata dari upaya preventif yang diperkuat untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama menjelang musim mudik yang selalu diidentikkan dengan peningkatan mobilitas masyarakat.
Putra Sambo menjelaskan lebih lanjut mengenai tujuan kegiatan ini. “Taruna Akademi Kepolisian memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara saat mudik, serta kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kesadaran berlalu lintas seringkali terabaikan di tengah euforia mudik. Padahal, kepadatan kendaraan, kelelahan pengemudi, dan kondisi jalan yang dinamis merupakan faktor-faktor utama yang kerap memicu kecelakaan.
“Kepatuhan sederhana seperti penggunaan helm standar, menjaga jarak aman, hingga tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah dapat secara signifikan menurunkan risiko fatalitas di jalan,” tegasnya, menggarisbawahi pentingnya tindakan pencegahan kecil yang berdampak besar.

Mengenalkan Layanan Center 110: Akses Cepat Bantuan Kepolisian
Selain penyuluhan keselamatan berkendara, para taruna Akpol juga memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan layanan center 110. Brigadir Kepala Taruna (BKT) Andika Rizky Nugroho menjadi salah satu yang aktif mensosialisasikan fungsi penting layanan ini sebagai jalur cepat pengaduan dan permintaan bantuan kepada kepolisian.
Menurut Andika, sosialisasi ini sangat krusial mengingat masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memanfaatkan layanan center 110 secara optimal. “Masih banyak masyarakat belum memanfaatkan layanan center 110 ketika menghadapi situasi darurat di jalan, mulai dari kecelakaan, tindak kriminalitas hingga gangguan keamanan lainnya. Maka, sosialisasi penting disampaikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa interaksi langsung di ruang publik seperti ini memiliki peran penting dalam meruntuhkan sekat psikologis antara masyarakat dengan aparat penegak hukum. “Dari situ, diharapkan kepercayaan tumbuh dan komunikasi menjadi lebih terbuka,” imbuhnya, menegaskan harapan akan terciptanya hubungan yang lebih baik antara polisi dan masyarakat.

Kegiatan ‘Mudik Aman’ dan sosialisasi center 110 ini melibatkan sejumlah taruna Akpol dari angkatan 58, 59, dan 60. Beberapa nama yang terlibat antara lain BKT Devan Efrain Hutabarat, BKT Tribrata Putra Sambo, BKT Andika Rizky Nugroho, BKT Daniel Damanik, BKT Haekal Husein, dan BKT Reinhart Josua. Turut hadir pula BT Muhamad Rashya, BT Satrio Akbar Nugroho, BT Aloysius Rakha Rajendra, BT Farrel Rayhan Asael, BT Hazel Akhmad Raksanegara, BT Hazel Almantasya, BT Almer Fatih, BT Bizaropharsa Azayaka Nabil, ABT Fasya Fernanda Islamy, dan ABT Elfiantara Baskara.
Kegiatan semacam ini tidak hanya memberikan edukasi praktis, tetapi juga membangun kedekatan emosional dan kepercayaan antara calon pemimpin di institusi kepolisian dengan masyarakat yang akan mereka layani kelak.














