Operasi Pencarian Pesawat IAT di Gunung Bulusaraung: Tim Gabungan Kerahkan Ratusan Personel dan Teknologi Canggih
Upaya pencarian pesawat Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di kawasan pegunungan yang menantang, Gunung Bulusaraung, terus digalakkan oleh tim gabungan. Operasi berskala besar ini melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi, termasuk TNI, yang dikerahkan untuk menyisir area seluas puluhan kilometer persegi. Fokus utama pencarian kini terbagi di empat titik strategis, menyusul penerimaan koordinat terakhir dari otoritas bandara.
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, dan potensi SAR lainnya, telah memulai pergerakan menuju kaki Gunung Bulusaraung sebagai langkah awal penyisiran. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa meskipun personel telah bergerak, kelancaran operasi sangat bergantung pada kondisi cuaca di pegunungan yang terkenal ekstrem.
“Masih kita gerakan dulu anggota ke sana, ke kaki gunung Bulusaraung. Nanti kita akan melihat kondisi cuaca. Kalau memang memungkinkan, kita tetap melaksanakan pencarian,” ujar Andi Sultan dari Posko Pencarian di Leang-leang, Kabupaten Maros, Sabtu (17/1/2026) malam.
Pengerahan Kekuatan dan Dukungan Teknologi
Total sebanyak 500 personel SAR gabungan telah diterjunkan untuk mendukung operasi pencarian ini. Mereka bertugas menyisir jalur darat yang memiliki medan berat dan akses terbatas. Kondisi geografis yang terjal di Gunung Bulusaraung membuat perjalanan menuju dugaan lokasi jatuhnya pesawat memerlukan waktu berjam-jam dengan berjalan kaki.
Andi Sultan merinci bahwa salah satu titik pencarian membutuhkan waktu tempuh sekitar tiga jam dari posko. “Ada 4 titik yang kita cari. Jarak dari sini, titik yang merah tadi, sekitar 3 jam perjalanan,” jelasnya.
Untuk mempercepat proses penemuan, TNI turut memberikan dukungan penuh dalam operasi kemanusiaan ini. Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyatakan kesiapsiagaan delapan Satuan Setingkat Kompi (SSK) pasukan, yang terdiri dari lima SSK jajaran Kodam XIV/Hasanuddin dan tiga SSK dari Kostrad.
Dukungan TNI tidak hanya terbatas pada personel infanteri. Tim kesehatan, komunikasi, dan topografi juga dikerahkan. Mengatasi kendala sinyal di wilayah pedalaman Gunung Bulusaraung, TNI membawa perangkat internet satelit Starlink dan mengoperasikan sejumlah drone untuk pemantauan udara.
“Kita nanti akan banyak menggerakkan drone-drone dalam rangka pencarian ini. Kemudian, kita juga menggerakkan tim komunikasi. Sekarang tim yang membawa alat komunikasi, Starlink. Di sana komunikasinya cukup sulit,” ungkap Bangun. Ia juga mengakui adanya hambatan koordinasi dengan personel di garis depan akibat kendala sinyal.
Selain Angkatan Darat, Lanud Sultan Hasanuddin dan Paskhas TNI AU juga turut berkontribusi dengan menerjunkan sekitar 90 personel untuk menyisir area melalui jalur udara dan darat. “Kemudian tadi dari Lanud ada sekitar 60, kemudian dari Paskhas sekitar 25-30. Kemudian jajaran Basarnas juga sudah bergerak dibantu oleh masyarakat,” tambah Bangun.
Klarifikasi Informasi dan Kondisi Medan
Menanggapi beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan benda diduga serpihan pesawat, Basarnas menegaskan bahwa informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Prioritas utama tim di lapangan adalah mencapai titik koordinat yang telah ditentukan sebelum mengeluarkan pernyataan resmi.
“Kami belum bisa pastikan apakah (video) serpihan tersebut apakah benar atau tidak bagian dari pesawat ATR 42-500,” ujar Andi Sultan.
Gunung Bulusaraung sendiri memiliki ketinggian 1.353 meter di atas permukaan laut (mdpl). Terletak di Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, gunung ini merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kawasan ini dikenal dengan medan karst yang terjal, namun masih dapat dilalui oleh pendaki, bahkan yang bersifat amatir. Terdapat total sembilan pos pendakian dengan estimasi waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam untuk mencapai puncak. Kondisi medan yang menantang ini menjadi salah satu faktor yang menambah kompleksitas operasi pencarian.
Upaya pencarian akan terus dilanjutkan dengan segala daya dan upaya, memanfaatkan teknologi terkini serta koordinasi yang erat antarinstansi, demi menemukan pesawat IAT dan memberikan kejelasan bagi semua pihak yang terlibat.



















