No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home politik

Perang di ruang server

Hendra by Hendra
18 Maret 2026 - 09:47
in politik
0

Oleh Ahmadie Thaha, Kolumnis

.CO.ID, JAKARTA — Dulu perang dimulai dengan dentuman meriam. Lalu manusia meningkatkan dramanya dengan tank, kapal induk, dan rudal balistik yang bisa menyeberangi benua. Namun abad ke-21 rupanya punya selera humor sendiri: perang bisa dimulai dengan suara kecil dari keyboard — klik.

Tidak ada asap mesiu. Tidak ada sirene serangan udara. Hanya layar login yang tiba-tiba berubah wajah.

Babak terbaru perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran kini memasuki medan yang jauh lebih sunyi: ruang server. Medannya bukan gurun, bukan lautan, bukan langit. Medannya adalah pusat data, kabel optik, dan komputer yang berdengung pelan seperti lemari es raksasa peradaban digital.

Di medan itu tiba-tiba muncul sebuah nama yang terdengar seperti tokoh komik: “Handala”.

Nama ini bukan sekadar alias hacker. Ia berasal dari tokoh kartun legendaris karya Naji al-Ali, seniman Palestina yang dibunuh di London pada 1987. Handala digambarkan sebagai anak kecil berusia sepuluh tahun yang selalu berdiri membelakangi dunia—simbol perlawanan terhadap ketidakadilan global.

Kini tokoh kartun itu muncul lagi. Bukan di halaman koran. Melainkan di layar login perusahaan Amerika.

Targetnya bukan perusahaan kecil yang servernya disimpan di lemari kantor. Yang diserang adalah Stryker, raksasa teknologi medis Amerika yang memproduksi alat operasi, sistem pemantauan pasien, defibrillator, hingga perangkat medis yang digunakan militer Amerika untuk merawat tentara yang terluka.

Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 56.000 orang dan produknya digunakan oleh lebih dari 150 juta pasien setiap tahun. Dengan kata lain, ini bukan warung servis laptop. Ini infrastruktur kesehatan global.

Serangan terjadi dini hari beberapa hari lalu. Sekitar pukul tiga pagi waktu Amerika — jam ketika dunia biasanya hanya diisi oleh petugas keamanan, dokter jaga, dan programmer yang lupa pulang.

Baca Juga  Demo Anti-Trump: New York hingga Washington

Tiba-tiba sistem berhenti. Laptop tak bisa login. Server tidak bisa diakses. Akun administrasi berubah. Di layar login muncul gambar Handala.

Para hacker itu mengklaim sesuatu yang terdengar seperti adegan film cyberpunk. Mereka mengumumkan telah “menghapus lebih dari 200.000 sistem” — server, laptop, dan perangkat mobile milik perusahaan — serta mencuri sekitar 50 terabyte data.

Lima puluh terabyte. Jika dicetak menjadi dokumen, mungkin cukup untuk mengisi rak buku satu perpustakaan universitas.

Akibatnya operasi perusahaan di 79 negara mendadak berhenti. Seorang karyawan menulis di forum Reddit dengan kalimat yang terdengar seperti laporan dari medan perang digital: “The entire company is at a complete stop.” Perusahaan berhenti total.

Namun drama belum selesai. Seorang pengguna lain di forum yang sama menulis sesuatu yang lebih mengerikan: banyak ponsel pribadi karyawan ikut “terhapus total”. Perangkat yang sebelumnya terhubung ke jaringan perusahaan — melalui aplikasi seperti Intune, Company Portal, Teams, atau VPN — tiba-tiba kehilangan seluruh datanya.

Bahkan sistem two-factor authentication ikut lumpuh. Akibatnya banyak karyawan tidak bisa lagi masuk ke akun mereka sendiri. Seorang pekerja yang mengaku berbasis di Australia menulis dengan nada pasrah: “Semua data pribadi di ponsel saya hilang. Sekarang saya bahkan tidak bisa mengakses email dan Teams.”

Di titik ini perang siber berubah menjadi sesuatu yang sangat personal. Bukan hanya server perusahaan yang tewas. Ponsel di saku karyawan pun ikut menjadi korban.

Serangan yang digunakan disebut wiper attack, jenis malware yang tidak hanya mencuri data, tetapi “menghapusnya secara permanen”. Ini seperti pencuri yang bukan hanya mengambil isi rumah Anda, tetapi juga membakar arsip keluarga.

Baca Juga  Ketegangan Israel-Hezbollah Masih Berlangsung, Dunia Mulai Khawatir

Teknik ini bukan hal baru dalam geopolitik digital. Salah satu contoh paling terkenal adalah serangan Shamoon terhadap Saudi Aramco pada 2012, yang menghapus data lebih dari 30.000 komputer perusahaan minyak terbesar dunia itu.

Rusia kemudian menggunakan malware wiper secara luas dalam perang sibernya terhadap Ukraina. Tahun ini bahkan muncul laporan bahwa serangan terhadap sistem jaringan energi Polandia juga menggunakan metode serupa.

Korea Utara juga memakai teknik ini dalam peretasan Sony Pictures tahun 2014, yang membuat Hollywood tiba-tiba belajar bahwa film komedi pun bisa memicu perang digital antarnegara.

Dengan kata lain, ini bukan lagi aksi hacker remaja yang bosan di kamar tidur. Ini sudah menjadi doktrin militer abad ke-21.

  

Yang membuat Washington semakin gelisah adalah ancaman berikutnya. Garda Revolusi Iran — Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) — telah memperingatkan bahwa perusahaan Amerika yang infrastrukturnya digunakan untuk membantu operasi militer Israel bisa menjadi target.

Bukan hanya serangan siber. Tetapi juga serangan fisik terhadap infrastrukturnya. Itu artinya bom yang membakar. Daftar perusahaan yang disebut bukan toko komputer pinggir jalan. Google. Palantir. Microsoft. IBM. Nvidia. Oracle. Nama-nama ini bukan sekadar perusahaan teknologi. Mereka adalah tulang punggung peradaban digital modern. Dan umumnya berafiliasi dengan kepentingan pihak Israel.

Menurut berbagai laporan keamanan global, termasuk analisis World Economic Forum Global Cybersecurity Outlook, lebih dari 70 persen layanan digital dunia kini bergantung pada infrastruktur cloud raksasa teknologi ini. Jika mereka terguncang, dampaknya bisa terasa dari Wall Street sampai mesin kasir minimarket.

Inilah paradoks peradaban digital. Semakin canggih teknologi manusia, semakin rapuh pula fondasinya. Sebuah misil hanya bisa menghancurkan satu gedung. Sebuah virus komputer bisa menghentikan satu perusahaan global.

Baca Juga  Chad Ancang-ancang Balas Serangan RSF Sudan: Ada Apa?

Satu bom menghancurkan satu kota. Satu serangan siber bisa membuat setengah planet panik mengganti password.

Peradaban modern ternyata seperti gedung pencakar langit yang berdiri di atas fondasi kabel ethernet. Dan kadang fondasi itu bisa digigit tikus.

Manusia hari ini sangat bangga dengan teknologi yang ia ciptakan. Kita membangun satelit, menciptakan kecerdasan buatan, dan membuat komputer yang mampu menghitung triliunan operasi per detik. Namun seluruh sistem itu kadang bisa diguncang oleh sekelompok orang dengan laptop, kopi hitam, dan koneksi internet stabil.

Sejarah memang punya selera humor yang agak sinis. Dulu perang dimulai dengan meriam. Sekarang perang bisa dimulai dengan tombol “enter”.

Dan dunia yang begitu percaya diri dengan teknologi itu kini dipaksa belajar satu pelajaran lama yang sudah berusia ribuan tahun: kekuatan terbesar dalam sejarah manusia bukan selalu pada siapa yang memiliki senjata paling besar.

Tetapi pada siapa yang paling memahami “titik lemah sistem lawannya”. Karena dalam dunia digital — seperti dalam kehidupan — yang paling berbahaya kadang bukan bom yang meledak. Melainkan bug kecil di dalam sistem.

Ma’had Tadabbur al-Qur’an, 15/3/2026

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Jenderal Ber-Makeup: Kontroversi Drama China dan Maskulinitas Prajurit
politik

Jenderal Ber-Makeup: Kontroversi Drama China dan Maskulinitas Prajurit

28 April 2026 - 23:59
Jumhur Hidayat: Menteri Lingkungan Baru Pengganti Hanif Faisol
politik

Jumhur Hidayat: Menteri Lingkungan Baru Pengganti Hanif Faisol

28 April 2026 - 22:13
Jakarta-Jeju Jalin Kemitraan Kota Kembar, Pramono: Tingkatkan Kolaborasi Global
politik

Jakarta-Jeju Jalin Kemitraan Kota Kembar, Pramono: Tingkatkan Kolaborasi Global

28 April 2026 - 17:46
Iran Sebut AS Cari Jalan ‘Selamatkan Muka’ dari Kekalahan Perang, Trump: Mereka Bisa Telepon Kapan Saja
politik

Iran Sebut AS Cari Jalan ‘Selamatkan Muka’ dari Kekalahan Perang, Trump: Mereka Bisa Telepon Kapan Saja

28 April 2026 - 03:06
Akhirnya Jokowi Hadir di Persidangan, Tunjukkan Ijazah Lengkap dari SD hingga S1
politik

Akhirnya Jokowi Hadir di Persidangan, Tunjukkan Ijazah Lengkap dari SD hingga S1

28 April 2026 - 01:19
Pezeshkian: Iran Takkan Berunding dengan Tekanan atau Ancaman
politik

Pezeshkian: Iran Takkan Berunding dengan Tekanan atau Ancaman

28 April 2026 - 00:26
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

20 Desember 2025 - 16:45
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

26 April 2026 - 03:19
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
BMKG keluarkan peringatan 3 hari, 10 wilayah waspada hujan lebat

BMKG keluarkan peringatan 3 hari, 10 wilayah waspada hujan lebat

29 April 2026 - 03:26
Tim Thomas-Uber Indonesia Gelar Latihan Perdana di Denmark, Tingkatkan Intensitas Jelang Hadapi Aljazair dan Kanada

Tim Thomas-Uber Indonesia Gelar Latihan Perdana di Denmark, Tingkatkan Intensitas Jelang Hadapi Aljazair dan Kanada

29 April 2026 - 03:07
Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini: Tangerang, Serang, Cilegon, Lebak-Pandeglang

Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini: Tangerang, Serang, Cilegon, Lebak-Pandeglang

29 April 2026 - 02:48
Harga gas elpiji terbaru mulai 18 April, Maluku dan Papua paling mahal

Harga gas elpiji terbaru mulai 18 April, Maluku dan Papua paling mahal

29 April 2026 - 02:29
Atleti Terjebak di Titik Penalti! Real Sociedad Kalahkan Simeone di Copa del Rey

Atleti Terjebak di Titik Penalti! Real Sociedad Kalahkan Simeone di Copa del Rey

29 April 2026 - 02:09

Pilihan Redaksi

BMKG keluarkan peringatan 3 hari, 10 wilayah waspada hujan lebat

BMKG keluarkan peringatan 3 hari, 10 wilayah waspada hujan lebat

29 April 2026 - 03:26
Tim Thomas-Uber Indonesia Gelar Latihan Perdana di Denmark, Tingkatkan Intensitas Jelang Hadapi Aljazair dan Kanada

Tim Thomas-Uber Indonesia Gelar Latihan Perdana di Denmark, Tingkatkan Intensitas Jelang Hadapi Aljazair dan Kanada

29 April 2026 - 03:07
Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini: Tangerang, Serang, Cilegon, Lebak-Pandeglang

Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini: Tangerang, Serang, Cilegon, Lebak-Pandeglang

29 April 2026 - 02:48
Harga gas elpiji terbaru mulai 18 April, Maluku dan Papua paling mahal

Harga gas elpiji terbaru mulai 18 April, Maluku dan Papua paling mahal

29 April 2026 - 02:29
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.