Persijap Jepara Bertekad Bangkit di Kandang Hadapi Madura United
Setelah menelan kekalahan tipis 1-0 dari Arema FC, tim Persijap Jepara kini menatap laga krusial berikutnya. Laskar Kalinyamat dijadwalkan akan menjamu Madura United di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Sabtu, 7 Februari 2026. Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi Persijap untuk memperbaiki posisinya di klasemen sementara BRI Super League dan menjauh dari zona degradasi.
Secara di atas kertas, Madura United memang memiliki keunggulan dalam hal kualitas materi pemain dan peringkat klasemen. Namun, perbedaan poin yang tidak terlalu jauh memberikan harapan bagi Persijap. Madura United saat ini menempati peringkat ke-14 dengan 18 poin, sementara Persijap berada di posisi ke-17 dengan koleksi 12 poin. Jarak enam poin ini menjadi peluang emas bagi Persijap untuk meraup poin penuh dan mendekati zona aman. Keuntungan bermain di hadapan para pendukung sendiri di Stadion Gelora Bumi Kartini diharapkan dapat memberikan dorongan mental yang signifikan bagi para pemain.
Strategi Pelatih untuk Mengakhiri Tren Negatif
Pelatih Kepala Persijap Jepara, Divaldo Da Silva Teixeira Alves, menyadari pentingnya setiap pertandingan yang tersisa. Dari total 15 pertandingan yang belum dilakoni, Persijap memiliki tujuh kesempatan untuk bermain di kandang. Divaldo menegaskan bahwa pertandingan di Stadion Gelora Bumi Kartini harus dimaksimalkan untuk meraih kemenangan, demi mendongkrak mentalitas tim.
“Di sisa pertandingan, ketika kita bermain normal, kualitas tim sudah menunjukkan peningkatan. Setiap pertandingan yang kita jalani memiliki ambisi untuk meraih kemenangan,” ujar Divaldo pada Rabu (4/2/2026).
Divaldo juga menekankan bahwa dirinya bukanlah tipe pelatih yang mudah menyerah. Dengan komposisi pemain yang ada saat ini, ia optimis Persijap Jepara mampu keluar dari zona merah. Namun, optimisme ini harus dibarengi dengan performa maksimal dari seluruh pemain di setiap pertandingan.
Salah satu laga yang wajib dimenangkan adalah pertandingan melawan Madura United. Persijap tidak boleh kehilangan poin dalam duel kandang ini. Tiga poin menjadi target mutlak jika tim kebanggaan Jepara ini ingin tetap menjaga asa bertahan di Liga 1. “Setiap laga harus kita menangkan. Tim kita sudah menunjukkan perkembangan yang baik dan mampu mengimbangi permainan tim-tim lain,” imbuhnya.
Evaluasi Keputusan Wasit dan Fokus ke Laga Berikutnya
Sebelumnya, Divaldo juga sempat menyoroti beberapa keputusan wasit dalam pertandingan antara Arema FC melawan Persijap Jepara yang digelar pada 2 Februari 2026 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Menurutnya, dalam laga tersebut, Persijap tidak hanya berhadapan dengan Arema FC, tetapi juga dengan keputusan-keputusan pengadil lapangan yang dinilai merugikan timnya.
Terutama, dua gol Persijap yang dianulir karena dianggap offside menjadi catatan penting yang memengaruhi mentalitas pemain. Meskipun demikian, Divaldo mengajak seluruh pemain untuk melupakan hasil pertandingan tersebut dan mengalihkan fokus sepenuhnya pada persiapan menghadapi Madura United.
“Kedua tim (Arema dan Persijap) bermain dengan semangat juang tinggi, ingin meraih kemenangan, minimal imbang. Namun, ada beberapa keputusan wasit yang sedikit merusak mental pemain kita, sehingga di menit-menit akhir pertandingan menjadi lebih sulit. Ke depan, melawan Madura United, kita harus meraih kemenangan,” tegas Divaldo.
Sementara itu, salah satu pemain Persijap, Wahyudi Setiawan Hamisi, memberikan apresiasi atas perjuangan rekan-rekannya dalam setiap pertandingan yang telah dilakoni. Hasil minor melawan Arema FC, di mana Persijap harus pulang tanpa poin, menjadi bahan evaluasi penting. Wahyudi berharap hasil tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pemain untuk berlatih lebih giat dan serius demi menghadapi Madura United di pertandingan mendatang.
Potensi dan Tantangan Persijap Jepara
Pertandingan melawan Madura United bukan hanya sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga ujian mental dan strategi bagi Persijap Jepara. Dengan dukungan penuh dari suporter, Laskar Kalinyamat memiliki kans besar untuk membalikkan keadaan.
- Keunggulan Kandang: Bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini akan memberikan keuntungan psikologis bagi Persijap. Dukungan langsung dari ribuan suporter dapat meningkatkan semangat juang pemain di lapangan.
- Semangat Juang Tim: Pelatih Divaldo telah menanamkan mentalitas pantang menyerah kepada para pemainnya. Hal ini terbukti dari performa tim yang terus menunjukkan peningkatan kualitas meskipun menghadapi berbagai tantangan.
- Jarak Poin yang Mendekat: Perbedaan poin yang tipis dengan Madura United menjadi motivasi tambahan bagi Persijap untuk meraih kemenangan dan merangkak naik di klasemen.
Namun, Persijap juga harus menghadapi beberapa tantangan:
- Kualitas Materi Pemain Lawan: Madura United memiliki skuad yang lebih berpengalaman dan berkualitas secara individu.
- Tekanan Mental: Kekalahan sebelumnya dari Arema FC, ditambah dengan potensi keputusan wasit yang kontroversial, dapat menjadi beban mental bagi pemain jika tidak dikelola dengan baik.
- Konsistensi Performa: Persijap perlu menunjukkan konsistensi performa, baik saat bermain di kandang maupun tandang, untuk memastikan poin maksimal di setiap pertandingan.
Dengan persiapan yang matang dan fokus yang tajam, Persijap Jepara memiliki peluang untuk mengamankan poin penuh dari Madura United dan memulai tren positif dalam upaya mereka untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.




















