PLN Goes to School: Membangun Budaya Keselamatan Kelistrikan Sejak Dini di Makassar
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi secara aktif menggaungkan pentingnya keselamatan ketenagalistrikan melalui program edukasi yang menyasar langsung para pelajar. Salah satu inisiatif terbarunya adalah kegiatan “PLN Goes to School” yang diselenggarakan di SMAN 21 Makassar pada Jumat, 13 Februari. Program ini bukan sekadar sesi penyuluhan biasa, melainkan bagian integral dari upaya PLN dalam membangun kesadaran dan budaya keselamatan kelistrikan sejak usia dini, terutama dalam menghadapi situasi darurat seperti banjir dan bencana alam lainnya.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari program yang lebih luas bernama Katimbang Siaga Bencana, yang mana salah satu fokusnya adalah edukasi kepada anak-anak sekolah. Dengan menggandeng tim Katimbang Siaga Bencana (KSB) Kelurahan Katimbang, PLN UIP Sulawesi berupaya memperluas literasi kebencanaan sekaligus pemahaman mendalam mengenai keselamatan kelistrikan di lingkungan pendidikan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sigap dan bertanggung jawab terhadap keselamatan diri dan lingkungan, khususnya dalam hal kelistrikan.
Memahami Bahaya Listrik dan Langkah Aman Saat Bencana
Sesi edukasi di SMAN 21 Makassar dirancang secara interaktif dan komunikatif. Para siswa-siswi diajak untuk memahami berbagai potensi bahaya yang ditimbulkan oleh listrik, terutama ketika terjadi kondisi darurat seperti banjir. Materi yang disampaikan mencakup:
- Potensi Bahaya Listrik Saat Banjir: Penjelasan mendalam mengenai bagaimana air dapat menghantarkan listrik dan risiko sengatan listrik yang mengancam jiwa ketika instalasi listrik terendam air.
- Prosedur Aman Mematikan Aliran Listrik: Siswa diajarkan langkah-langkah konkret untuk memutus aliran listrik secara aman ketika terjadi genangan air di sekitar rumah atau fasilitas umum. Ini termasuk mengetahui lokasi sakelar utama dan cara mengoperasikannya tanpa risiko.
- Larangan Menyentuh Peralatan Listrik dalam Kondisi Basah: Penekanan kuat pada bahaya fatal yang bisa terjadi jika seseorang menyentuh peralatan listrik, kabel, atau stopkontak dalam keadaan tangan atau tubuh basah.
- Pentingnya Instalasi Listrik yang Sesuai Standar: Edukasi mengenai mengapa instalasi listrik yang memenuhi standar keamanan sangat krusial untuk mencegah kecelakaan, baik dalam kondisi normal maupun darurat.
- Prosedur Pelaporan Potensi Bahaya Kelistrikan: Siswa dibekali informasi mengenai cara melaporkan jika mereka menemukan adanya potensi bahaya kelistrikan di lingkungan sekitar mereka, agar segera ditangani oleh pihak berwenang.
Materi-materi ini tidak disajikan dalam bentuk ceramah monoton, melainkan melalui diskusi terbuka dan simulasi sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari para siswa. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menarik perhatian dan meningkatkan antusiasme siswa. Terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan partisipasi aktif mereka selama sesi berlangsung, menunjukkan bahwa materi yang disampaikan berhasil diserap dengan baik.
Apresiasi dari Berbagai Pihak
Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan dan apresiasi yang diberikan oleh berbagai pihak. Ketua KSB Kelurahan Katimbang, Ruslan, menyampaikan betapa pentingnya edukasi semacam ini, mengingat wilayahnya memiliki potensi risiko banjir yang cukup tinggi.
“Wilayah kami memiliki potensi risiko banjir, sehingga pemahaman tentang bahaya listrik saat bencana sangat diperlukan. Edukasi dari PLN ini membantu generasi muda agar lebih waspada dan mampu mengambil tindakan yang tepat,” ujar Ruslan. Ia menambahkan bahwa dengan pemahaman yang baik, para siswa dapat menjadi agen keselamatan di keluarga dan lingkungan mereka.
Senada dengan itu, Kepala SMAN 21 Makassar, Drs. A.R. Subandi, M.Si., turut memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif PLN. Beliau menekankan bahwa program ini memberikan wawasan yang sangat aplikatif dan bermanfaat bagi para siswanya.
“Program ini memberikan wawasan yang sangat bermanfaat. Keselamatan kelistrikan bukan hanya tanggung jawab teknis, tetapi juga membutuhkan kesadaran individu. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkap Drs. A.R. Subandi. Ia melihat bahwa keselamatan kelistrikan adalah aspek penting yang seringkali terabaikan, sehingga edukasi dari PLN ini sangatlah relevan.
Komitmen PLN untuk Ketangguhan Masyarakat
General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menegaskan bahwa kegiatan edukasi keselamatan kelistrikan merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen PLN untuk mendukung ketangguhan masyarakat terhadap bencana.
“Melalui program Katimbang Siaga Bencana, PLN tidak hanya membangun infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat. Edukasi sejak dini menjadi kunci agar manfaat listrik dapat dirasakan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan, terutama saat kondisi darurat,” jelas Wisnu Kuntjoro Adi.
PLN UIP Sulawesi percaya bahwa dengan memberikan edukasi yang berkesinambungan, para siswa tidak hanya akan menjadi individu yang lebih sadar akan keselamatan diri, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang efektif di lingkungan keluarga dan masyarakat luas. Harapannya, melalui upaya ini, dapat tercipta budaya keselamatan kelistrikan yang kuat dan berkelanjutan, menjadikan Indonesia lebih aman dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam.



















