Jalin Silaturahmi Idul Fitri, Presiden Prabowo Berkomunikasi dengan Pemimpin Negara Islam
Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto telah melangsungkan serangkaian silaturahmi dengan sejumlah pemimpin negara-negara sahabat. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi bahwa dalam beberapa hari terakhir, Presiden Prabowo telah menjalin komunikasi telepon dengan empat kepala negara penting.
Langkah ini menunjukkan komitmen Presiden dalam mempererat hubungan diplomatik dan persahabatan antarnegara, khususnya di momen penuh kebersamaan seperti Idul Fitri. Hubungan bilateral yang kuat menjadi landasan penting bagi kerja sama di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, keamanan, hingga kebudayaan.
Daftar Pemimpin Negara yang Dihubungi Presiden Prabowo
Presiden Prabowo telah berhasil berkomunikasi dengan para pemimpin dari negara-negara berikut:
- Presiden Republik Turkiye, Recep Tayyip Erdoğan: Hubungan Indonesia dengan Turkiye memiliki sejarah panjang dan kuat. Komunikasi ini diharapkan dapat terus memperkokoh kerja sama bilateral di berbagai sektor.
- Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif: Pakistan merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, sehingga momen Idul Fitri menjadi sangat relevan untuk mempererat tali persaudaraan.
- Raja Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II: Yordania memiliki peran strategis di kawasan Timur Tengah. Jalinan komunikasi dengan Raja Abdullah II penting untuk menjaga stabilitas dan kerja sama regional.
- Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman: Arab Saudi memiliki kedudukan sentral dalam dunia Islam, serta hubungan ekonomi yang signifikan dengan Indonesia.
“Presiden Prabowo melaksanakan silaturahmi melalui sambungan telepon,” ujar Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya pada Ahad, 22 Maret 2026. Beliau menambahkan bahwa inisiatif ini tidak hanya sekadar mengikuti tradisi Idul Fitri, tetapi juga merupakan upaya strategis untuk mempererat hubungan persahabatan yang telah terjalin dengan negara-negara tersebut.
Komunikasi Lanjutan dan Perluasan Jaringan Diplomatik
Lebih lanjut, Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa Presiden Prabowo berencana untuk melanjutkan komunikasi dengan sejumlah kepala negara lainnya dalam waktu dekat. “Beberapa kepala negara lainnya juga akan dihubungi dalam waktu dekat, menunggu konfirmasi dari masing-masing negara,” jelasnya. Hal ini menandakan adanya upaya proaktif dari pihak Indonesia untuk terus memperluas dan memperdalam jaringan diplomatik di kancah internasional.
Keterlibatan Presiden dalam komunikasi langsung dengan para pemimpin dunia di momen Idul Fitri ini mengirimkan pesan positif tentang pentingnya dialog dan kerja sama, terutama di tengah dinamika global yang terus berubah. Momen seperti ini dimanfaatkan untuk saling bertukar pandangan mengenai isu-isu global dan bilateral, serta untuk merencanakan langkah-langkah konkret demi kemajuan bersama.
Perayaan Idul Fitri di Dalam Negeri: Safari dan Gelar Griya
Selain menjalin hubungan internasional, Presiden Prabowo juga tidak melupakan tradisi perayaan Idul Fitri di tanah air. Selama periode Lebaran, Presiden melaksanakan safari di beberapa wilayah Indonesia, bertemu langsung dengan masyarakat dan merasakan langsung semangat kebersamaan.
Pada Jumat, 20 Maret 2026, Presiden Prabowo menghabiskan malam takbiran di Medan, Sumatera Utara. Momen ini menjadi kesempatan bagi beliau untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal dan mendengarkan aspirasi mereka.
Kemudian, pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026, Presiden melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Aceh Tamiang, Aceh. Pelaksanaan salat Id di berbagai daerah menunjukkan kedekatan Presiden dengan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Di hari yang sama, setelah menunaikan salat Id, Presiden Prabowo kembali ke Jakarta untuk mengadakan acara gelar griya atau open house di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Acara halalbihalal ini dibuka untuk umum, memberikan kesempatan bagi masyarakat luas, serta para pejabat dan tokoh publik untuk bersilaturahmi langsung dengan Presiden. Presiden menyambut hangat para tamu yang hadir, termasuk sejumlah kepala lembaga negara dan menteri-menteri dari Kabinet Merah Putih.
Kehadiran dua mantan presiden, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo, di Istana untuk bersilaturahmi dengan Presiden Prabowo menjadi momen yang sangat berarti. Pertemuan antar-pemimpin bangsa ini mencerminkan semangat persatuan dan kesinambungan kepemimpinan dalam membangun bangsa. Acara gelar griya ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi menjadi sarana penting untuk mempererat tali persaudaraan dan saling memaafkan, sesuai dengan esensi Hari Raya Idul Fitri.




