Ringkasan Berita
Haji Her kembali menjadi sorotan publik setelah menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kasus korupsi dalam importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Usai pemeriksaan, ia mendapat sambutan ribuan petani tembakau yang menunjukkan dukungan dan kedekatan emosional dengan dirinya.
Di tengah proses hukum yang berjalan, kasus ini menarik perhatian publik karena memunculkan pro dan kontra terkait peran serta pengaruhnya di industri tembakau. Khairul Umam atau akrab disapa Haji Her kembali menjadi sorotan publik setelah menjalani pemeriksaan oleh KPK terkait sejumlah dugaan yang masih didalami penyidik. Kedatangannya ke lembaga antirasuah itu sontak menarik perhatian karena statusnya sebagai pengusaha tembakau berpengaruh di wilayahnya, Pamekasan, Jawa Timur.
Namun di balik sorotan hukum tersebut, suasana haru justru pecah ketika ribuan petani tembakau datang menyambutnya usai pemeriksaan. Tangis dan teriakan dukungan mewarnai momen yang tidak biasa itu, seolah menunjukkan kedekatan emosional antara Haji Her dan para petani binaannya. Banyak petani mengaku hadir bukan hanya sebagai bentuk solidaritas, tetapi juga karena merasa terbantu oleh kiprah bisnis dan program kemitraan yang ia bangun selama ini.
Sosok Haji Her pun dikenal luas sebagai figur yang memiliki jaringan kuat dalam industri tembakau, sekaligus memiliki pengaruh sosial di tingkat akar rumput. Di tengah proses hukum yang berjalan, dukungan massa ini menambah perhatian publik terhadap kasus yang tengah berkembang tersebut. Situasi ini juga menimbulkan beragam respons, mulai dari simpati hingga kritik, terkait hubungan antara pengusaha besar dan para petani di daerah.
Kehadiran ribuan orang di lokasi penyambutan menciptakan pemandangan yang dramatis dan jarang terjadi dalam kasus serupa. Kini, publik menantikan langkah lanjutan KPK sekaligus perkembangan terbaru dari kasus yang menyeret nama besar di industri tembakau tersebut.
Fokus Pemeriksaan, Mekanisme Cukai
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Khairul Umam diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Ia menyebutkan bahwa penyidik tengah menelisik bagaimana mekanisme serta prosedur baku pengurusan cukai yang berlaku di lapangan. “Hari ini, ada salah satu saksi atas nama saudara KU atau biasa dikenal dengan saudara HR,” ujar Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Budi menjelaskan bahwa pemanggilan terhadap Haji Her sebenarnya telah dijadwalkan pada pekan sebelumnya. Namun, CEO PT Bawang Mas Group tersebut baru bisa memenuhi panggilan penyidik pada Kamis ini. “Pada pekan sebelumnya sudah dilakukan pemanggilan, namun belum bisa hadir. Hari ini yang bersangkutan bersedia hadir secara kooperatif,” tambah Budi.
Pihak KPK menegaskan bahwa keterangan jujur dari para saksi, termasuk para pengusaha rokok dari berbagai daerah, sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses penyidikan perkara dugaan suap ini.
Sosok Haji Her, Antara Bisnis dan Aksi Sosial
Di balik proses hukum yang sedang berjalan, nama Haji Her merupakan figur sentral di industri tembakau Jawa Timur. Pria kelahiran Pamekasan, 25 November 1981 ini menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM). Berikut adalah sejumlah fakta terkait kiprah dan kedermawanan Haji Her yang dirangkum dalam data:
- Penyaluran Santunan Raksasa: Menjelang Idul Fitri 2026, Haji Her menyalurkan santunan senilai Rp 45 miliar. Dana tersebut dibagikan kepada 4.000 lebih anak yatim (masing-masing Rp 5 juta) dan warga miskin (Rp 1 juta per orang) di 13 kecamatan di Pamekasan.
- Program Bedah Rumah: Sejak tahun 2020, ia telah membangun lebih dari 1.000 unit rumah layak huni bagi warga miskin. Setiap rumah mendapatkan bantuan renovasi rata-rata senilai Rp 42 juta.
- Dukungan Makan Bergizi Gratis (MBG): Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) miliknya, ia membagikan uang saku Rp 50.000 kepada 1.877 siswa di 19 sekolah di Bangkalan yang diselipkan dalam ompreng makanan.
- Kesejahteraan Petani: Haji Her tercatat patungan modal bersama 350 pondok pesantren (dengan nilai investasi Rp 15 juta hingga Rp 1 miliar per pesantren) untuk membeli tembakau petani dengan harga tinggi guna melawan dominasi pabrikan besar.
Siapakah Haji Her Sebenarnya?
Selain dikenal sebagai sosok dermawan, Haji Her adalah pengusaha tembakau yang cukup sukses di Madura. Ia juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM). Kekayaannya memang tidak pernah dipublikasikan secara rinci, tetapi kesuksesan bisnisnya terlihat dari berbagai aksi sosial yang viral dan mendapat sorotan.
Pria yang dijuluki “crazy rich Madura” ini memiliki rumah megah di Jalan Raya Trasak, Pamekasan, yang menunjukkan keberhasilannya di dunia bisnis tembakau. Selain itu, ia juga merambah bisnis minuman dan makanan cepat saji. Lahir pada 25 November 1981 di Pamekasan, Khairul Umam telah membuktikan bahwa kesuksesan bisnis bisa dijadikan sarana untuk berbagi dan membangun masyarakat lebih baik.
Haji Her Viral Tabur Uang Depan Rumah
Haji Her baru-baru ini viral seusai menaburkan uang kepada peserta pawai yang melintas di depan rumahnya. Peristiwa itu tepatnya terjadi di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Jawa Timur, pada Kamis (26/6/2025). Haji Her terlihat melempar uang pecahan Rp100.000 dari lantai dua rumahnya. Warga dan peserta pawai pun berdesakan berebut uang yang jatuh ke jalan. Beberapa di antara mereka juga terlihat masuk ke pagar rumah Haji Her hingga ada yang melompati pagar.
Haji Her sendiri menjelaskan bahwa aksi bagi-bagi uang tersebut terlaksana spontan tanpa ada niatan dan rencana. “Saya spontan saja ingin berbagi saat mereka melintas di depan rumah. Bukan sengaja dengan cara seperti itu,” ungkap Haji Her.
Haji Her Sumbang Rp350 Juta untuk Palestina
Selain itu, Haji Her juga pernah disorot dilaporkan menyumbang Rp350 juta. Dia menggerakkan pengusaha dalam aksi penggalangan dana dari Pamekasan untuk Palestina. Dalam penggalangan itu terkumpul uang sebesar Rp500 juta. Sejumlah pengusaha lain, misalnya H. Saleh, H. Yakqub, dan H. Junaidi, turut berdonasi.
Penggalangan dilakukan saat acara “Doa dan Cinta dari Pamekasan untuk Palestina” yang digagas oleh Majlis Maulid Wat Ta’lim Riyadlul Jannah Madura bekerja sama dengan Gerakan Pemuda Madura (GAPURA). “Kemarin saya mendonasikan Rp250 juta rupiah, dan semalam saya mendonasikan Rp100 juta untuk warga Palestina,” kata Haji Her yang dikenal sebagai CEO PT Bawang Mas Grup, Senin malam, (28/10/2024), dikutip dari Tribun Jatim.
Dalam acara itu disinggung rasa solidaritas yang mendalam bagi Palestina. Acara turut dihadiri tokoh Palestina, yakni Dr. Rayyan dan Assegaf Reva Selver. Hadir pula ulama besar Madura seperti Habib Haydar Ali Assegaf. Haji Her mengatakan penderitaan rakyat Palestina mengusik nurani umat Islam di seluruh dunia, termasuk warga Pamekasan. “Kita hadir di sini sebagai saudara seiman yang tergerak untuk membantu mereka yang tertindas,” katanya.
Haji Viral Beli Mobil Kepresidenan Bekas Gusdur
Pada Juli 2023 lalu, sosok Haji Her juga sempat viral karena membeli mobil bekas Kepresidenan RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mobil merek Kia Enterprise V6 dengan berpelat nomor B 1 KIA itu dibeli Haji Her seharga Rp350 juta. “Harganya Rp350 juta, hampir Rp400 juta lah sama komisinya,” ungkap Haji Her, Sabtu (29/7/2023).
Lebih lanjut, Haji Her mengaku dirinya sudah pernah menawar mobil tersebut. Namun, saat itu, sang pemilik belum mengizinkan untuk dibeli. “Tawaran kedua baru dijual oleh pemiliknya,” kata dia. Karena mengidolakan sosok Gus Dur, Haji Her memastikan ia tidak akan menjual mobil tersebut meskipun ada yang menawar mahal. “Ini mobil satu-satunya di Indonesia. Kalau rencana memang tidak mau dijual lagi.” “Meski ada yang nawar Rp4 miliar, tidak saya kasih,” tegasnya.
Haji Her mengatakan, perusahaannya PT Bawang Mas Grup adalah penimbun seluruh tembakau di Indonesia. Dia mengklaim sebagai pengusaha penimbun tembakau terbesar di seluruh Indonesia. “Pasti seluruh pabrikan mesti ngerti ke kita. Jadi saya paham betul apa itu permasalahan tembakau,” kata Haji Her, Kamis (6/6/2024). Haji Her mengaku tahu cara bagaimana mensejahterakan 15 juta jiwa petani tembakau di seluruh Indonesia. Mengacu dari ini, dia meminta pemerintah agar bermusyarawah dengan dirinya mengenai cara mensejahterakan 15 juta jiwa petani tembakau. Apalagi saat ini di sejumlah daerah di Madura sudah mulai memasuki masa tanam tembakau. Sehingga kesejahteraan petani tembakau perlu segera direalisasikan sebelum memasuki masa panen tembakau.


















