Ikatan Pemuda Luwu Raya Papua Tengah Gelar Musyawarah Wilayah I, Perkuat Sinergi Membangun Daerah
MIMIKA, PAPUA TENGAH – Ikatan Pemuda Luwu Raya yang beroperasi di wilayah Papua Tengah baru saja menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) I. Acara penting ini berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada hari Minggu, 1 Februari 2026. Muswil ini mengusung tema yang sarat makna: “Sinergisitas Pemuda Luwu Raya dan Pemerintah Menuju Papua Tengah Terang”.
Luwu Raya, atau yang juga dikenal sebagai Tana Luwu, memiliki akar sejarah yang dalam dan kaya, sering dijuluki sebagai Bumi Sawerigading. Wilayah ini merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan Kerajaan Luwu yang bersejarah di Provinsi Sulawesi Selatan. Pelaksanaan Muswil ini menjadi momentum krusial bagi organisasi kepemudaan tersebut untuk memperkuat fondasi internal, merajut tali solidaritas yang lebih erat di antara anggotanya, serta secara kolektif merumuskan arah strategis pergerakan pemuda di masa mendatang.
Acara Muswil I ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk perwakilan dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Ketua Ikatan Pemuda Luwu Raya, perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan yang ada di Kabupaten Mimika, serta tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan dan kepedulian terhadap peran serta kontribusi pemuda dalam pembangunan daerah.
Apresiasi dan Ajakan untuk Sinergi Pembangunan
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Herry Onawame, dalam pidato sambutannya, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran pengurus Ikatan Pemuda Luwu Raya Papua Tengah atas keberhasilan penyelenggaraan Muswil I ini. Beliau menekankan pentingnya forum seperti musyawarah wilayah.
“Musyawarah wilayah merupakan forum yang sangat strategis dan konstitusional. Tujuannya tidak lain adalah untuk memperkuat struktur organisasi, mempererat tali solidaritas antar anggota, serta merumuskan langkah dan arah pergerakan pemuda ke depan agar lebih terarah dan berdampak,” ujar Herry Onawame.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa organisasi kepemudaan memegang peranan vital sebagai salah satu elemen kunci dalam dinamika masyarakat. Oleh karena itu, Herry Onawame secara khusus mengajak Ikatan Pemuda Luwu Raya untuk terus memperkuat jalinan sinergi dengan pemerintah daerah. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjaga persatuan dan stabilitas di wilayah Papua Tengah, serta memberikan kontribusi nyata dalam upaya pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Mimika.
“Kami berharap melalui musyawarah ini akan lahir kepengurusan yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga mampu merumuskan program kerja yang visioner dan berorientasi ke depan. Selain itu, penting adanya komitmen bersama untuk menjadikan Ikatan Pemuda Luwu Raya sebagai sebuah organisasi yang inklusif, mampu merangkul semua pihak, serta memiliki daya saing yang tinggi di tengah tantangan zaman,” tambahnya.
Latar Belakang Pembentukan Muswil I di Papua Tengah
Sementara itu, Ketua Kerukunan Luwu Raya, Daud Lawapadang, memberikan penjelasan mengenai latar belakang terselenggaranya Muswil I ini. Menurutnya, pelaksanaan musyawarah wilayah ini tidak dapat dilepaskan dari pembentukan Provinsi Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru.
“Muswil pertama ini kita laksanakan karena provinsi kita ini kan baru saja terbentuk. Sebelumnya, organisasi kepemudaan kita sudah ada di tingkat kabupaten. Nah, setelah ada pemekaran provinsi, muncullah gagasan untuk membentuk kepemudaan di tingkat wilayah Papua Tengah ini,” jelas Daud Lawapadang.
Beliau juga menambahkan bahwa setiap organisasi yang ada, baik yang berbasis suku maupun yang berasal dari daerah tertentu, pada dasarnya memiliki tujuan yang sama. Tujuan utama tersebut adalah untuk bersinergi dan turut serta mengawal jalannya pemerintahan dalam upaya membangun daerah tempat mereka berdomisili.
“Itu adalah tujuan positif dari sebuah organisasi, termasuk dalam membantu upaya TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan demikian, masyarakat di tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke tingkat negara dapat merasakan secara langsung makna kemerdekaan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Daud Lawapadang juga sempat memaparkan sejarah singkat mengenai Kerukunan Luwu. Ia menjelaskan bahwa Kerukunan Luwu telah berdiri sejak lama, yang kemudian berkembang menjadi Kerukunan Luwu Raya. Sempat terjadi dualisme dalam penamaan organisasi, namun pada akhirnya disepakati untuk menggunakan nama Kerukunan Luwu Raya atau Kerukunan Tanah Luwu.
“Setelah terbentuk sekitar 10 tahun lalu, barulah kemudian lahir kepemudaan Luwu Raya. Kebetulan, saya sendiri adalah orang yang pertama kali mendirikan kepemudaan Luwu Raya di Kabupaten Mimika. Hingga saat ini, saya masih dipercaya untuk memegang peran sebagai perintis sekaligus pimpinan,” ungkapnya.
Ia menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa tujuan utama dari Ikatan Pemuda Luwu Raya adalah untuk menjalin sinergi dengan organisasi kepemudaan lain yang ada di Kabupaten Mimika. Selain itu, organisasi ini juga berkomitmen untuk mengawal jalannya roda pemerintahan. Prioritas utama dalam waktu dekat adalah pembentukan kepengurusan yang solid dan kuat sebagai fondasi untuk program-program selanjutnya.



















