Wimppie, Sosok yang Dituduh Penipuan, Angkat Bicara
Wimppie, yang dikenal dengan nama panggilan Sultan Nusantara, akhirnya angkat bicara terkait dugaan penipuan yang dilaporkan oleh sejumlah warga Banyumas, Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa dirinya siap menjalani proses hukum yang sedang berjalan.
Sikap Pasif dan Serah Terima ke Hukum
Dalam pernyataannya, Wimppie tidak memberikan penyangkalan panjang lebar terhadap tudingan yang diarahkan kepadanya. Ia lebih memilih untuk bersikap pasif dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat penegak hukum.
“Tanggapan saya secara pribadi, karena itu sudah dilaporkan (ke polisi), saya menerima saja,” katanya. “Apa yang harus saya lakukan? Tidak ada. Terserah mau bicara apa di pelaporan, saya tinggal menunggu saja.”
Ia juga menegaskan bahwa dirinya siap mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan tanpa menghindar. “Biarkan saja proses berjalan, saya tidak ke mana-mana, masih ada di sini,” tegas dia.
Klarifikasi Tuduhan
Meski tidak membantah secara langsung, Wimppie memberikan klarifikasi terkait beberapa tuduhan yang disampaikan para pelapor. Salah satunya adalah soal larangan mengonsumsi ikan patin maupun obat kimia yang disebut haram.
Menurutnya, hal tersebut bukanlah larangan mutlak, melainkan bagian dari anjuran dalam terapi bekam yang ia lakukan. “Saya tidak melarang, tapi saya menganjurkan. Bekam itu sunnah Rasul, mengeluarkan darah yang mengandung toxic.”
Ia juga menjelaskan bahwa setiap orang yang datang meminta tolong kepadanya, akan ditanyakan tentang apa yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan. “Saya sampaikan pastinya yang haram, bukan hanya makanannya tapi juga cara mendapatkannya.”
Penyangkalan Kajian Rutin
Selain itu, Wimppie membantah adanya aktivitas kajian rutin seperti yang dituduhkan para pelapor. Menurutnya, pertemuan yang berlangsung di tempatnya lebih bersifat santai dan tidak terstruktur layaknya pengajian.
“Orang yang sering bekam, lalu datang, ngobrol, karena ada orang datang ke rumah, saya sediakan kopi dan makanan, otomatis kalau ada kopi dan makanan, ngobrol ngalor-ngidul. Bukan rutinan, kalau rutinan kan seperti pengajian, kita sifatnya ngobrol atau sharing apa saja.”
Bukti Transaksi Uang
Mengenai dugaan penipuan yang melibatkan transaksi uang, Wimppie mengaku memiliki bukti-bukti yang dapat menjelaskan duduk perkara. Ia menyebut, setiap transaksi yang terjadi didasari kesepakatan antara dirinya dan pihak yang bersangkutan.
“Kalau soal penipuan, biar data yang bicara. Ketika itu (transaksi uang) terjadi, pasti ada kesepakatan, ada pembicaraan yang lain,” ujar dia.
Ia juga menegaskan bahwa setiap pembicaraan dilakukan secara terbuka dan disaksikan banyak orang. “Dan, pembicaraan itu pasti ada orang lain (yang mendengar atau menyaksikan) karena di tempat saya tidak pernah sepi atau bicara sendiri di kamar, pasti ada orang lain, minimal 10 orang pasti ada.”
Praktik Bekam yang Tidak Berorientasi Keuntungan
Wimppie juga menekankan bahwa praktik bekam yang dijalankannya bukan mencari keuntungan finansial. “Saya di sini niatnya ibadah, bukan mencari duit, saya punya penghasilan sendiri. Ketika ada orang tanya solusi (atas sebuah persoalan) saya sampaikan, tapi tidak ada tarif atau minta duit kepada siapapun.”
Laporan Polisi
Sebelumnya, sejumlah warga di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melaporkan dugaan penipuan yang diduga berkedok agama ke Polresta Banyumas. Mereka melaporkan pria berinisial W atau Sultan Nusantara.
Penasihat hukum korban dari Klinik Hukum Peradi SAI Banyumas, Djoko Susanto menyampaikan, laporan tersebut telah resmi diterima pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Ardi Kurniawan membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan.
“Sudah membuat laporan dan sudah kami terima. Saat ini, kami masih melakukan proses penyelidikan,” katanya.



















