Narapidana Hukuman Seumur Hidup Ditemukan Meninggal di Sel Isolasi Lapas Palangka Raya, Dugaan Gagal Jantung
Palangka Raya, Kalimantan Tengah – Sebuah insiden tragis kembali terjadi di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Anton Kurniawan, seorang narapidana yang menjalani hukuman seumur hidup, ditemukan meninggal dunia di dalam sel isolasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya. Peristiwa ini mencuat setelah sebelumnya Anton dilaporkan sempat melakukan upaya pelarian dramatis dari lapas tersebut.
Kematian Anton Kurniawan yang terjadi pada Sabtu (30/5/2026) malam ini sontak menjadi sorotan publik dan menarik perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar, bahkan telah turun langsung ke lokasi pada Senin (1/6/2026) untuk melakukan peninjauan dan meminta penjelasan mendalam mengenai kronologi kejadian serta kondisi di dalam lapas.
Latar Belakang Kasus dan Upaya Pelarian
Anton Kurniawan, yang sebelumnya berprofesi sebagai anggota polisi, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas kasus penembakan yang menewaskan seorang sopir ekspedisi. Kasus yang terjadi pada November 2024 ini sempat menggegerkan masyarakat.
Seminggu sebelum ditemukan meninggal, tepatnya pada Sabtu (23/5/2026), Anton Kurniawan dilaporkan melakukan upaya pelarian dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya. Upaya pelarian ini dilaporkan berlangsung cukup menegangkan. Menurut keterangan Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Palangka Raya, Muh Alamsyah Rahman, Anton saat itu berupaya melarikan diri dengan menggunakan senjata api.
Alamsyah menjelaskan lebih lanjut bahwa Anton bahkan sempat menodongkan senjata api tersebut ke arah petugas yang sedang berjaga. Ia juga sempat mencoba melepaskan tembakan, namun senjata api tersebut tidak meledak.
“Saat senjata api ditodongkan ke petugas yang sedang berjaga, senjata api itu ditekan pelatuknya, namun tidak meledak. Respons salah satu petugas langsung membanting,” ujar Alamsyah saat memberikan keterangan di hadapan Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar.
Situasi semakin genting ketika petugas lainnya segera bergerak untuk mengamankan Anton, yang masih memegang senjata api. Dalam proses pengamanan tersebut, Anton disebut melakukan perlawanan.
Penjelasan Mengenai Luka Lebam
Terkait dengan adanya luka lebam di wajah Anton yang terlihat saat jenazahnya diperiksa, pihak Lapas Palangka Raya memberikan penjelasan. Muh Alamsyah Rahman menegaskan bahwa luka lebam tersebut merupakan akibat dari tindakan pelumpuhan yang dilakukan petugas saat upaya pelarian.
“Makanya pada mukanya itu ada lebam-lebam, karena ini upaya melumpuhkan,” jelas Alamsyah. Ia menambahkan bahwa petugas terpaksa mengambil tindakan tegas untuk mengendalikan situasi mengingat perlawanan yang dilakukan oleh narapidana tersebut.
Kematian di Sel Isolasi
Setelah upaya pelarian yang gagal dan tindakan pelumpuhan, Anton Kurniawan ditempatkan di sel isolasi. Ia ditemukan meninggal dunia di sel tersebut pada Sabtu (30/5/2026) malam.
Menurut Murdiana, yang memberikan keterangan saat jumpa pers, Anton berada di sel isolasi sendirian, tidak ada narapidana lain yang sekamar dengannya. Pihak lapas mengaku rutin melakukan pengecekan kondisi Anton di sel isolasi setiap satu jam sekali.
Proses pengecekan terakhir yang tercatat menunjukkan bahwa sekitar pukul 20.32 WIB, saat petugas melakukan pengecekan, Anton masih menunjukkan pergerakan. Namun, satu jam kemudian, ketika petugas kembali memanggilnya dari depan pintu sel, tidak ada respons dari Anton.
Kecurigaan petugas pun muncul, dan laporan segera disampaikan kepada atasan yang bertugas. Sekitar pukul 23.35 WIB, petugas bersama komandan jaga kembali melakukan pengecekan. Pada saat itulah, Anton ditemukan sudah dalam posisi telungkup dengan kepala menghadap ke lantai.
Mengetahui kondisi tersebut, petugas segera berkoordinasi dengan Kalapas serta pihak kepolisian setempat. Sambil menunggu kedatangan petugas kepolisian, Anton tetap berada di dalam sel isolasi. Setelah dipastikan meninggal dunia, tim kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah Anton kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.
Dugaan Penyebab Kematian
Dari hasil pemeriksaan sementara yang disampaikan oleh Murdiana, diduga kuat penyebab kematian Anton Kurniawan adalah gagal jantung. “Dari hasil sementara ada gagal jantung di situ,” tegasnya.
Permintaan Evaluasi Menyeluruh dari DPR RI
Menanggapi berbagai peristiwa yang terjadi, termasuk kematian narapidana dan upaya pelarian, Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar, menekankan pentingnya pembenahan di lingkungan lapas dan rumah tahanan (rutan). Ia meminta agar seluruh jajaran di lembaga pemasyarakatan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Saya minta berbenah diri kepada seluruh jajaran yang ada, baik lapas, rutan, dan yang lain-lainnya untuk memperbaiki diri,” tegas Bias Layar. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari sumber daya manusia (personel) hingga fasilitas pendukung yang tersedia, serta segala hal yang berkaitan dengan pembinaan dan pengamanan warga binaan.
Peristiwa ini kembali membuka diskusi mengenai kondisi pengelolaan lapas dan rutan di Indonesia, serta pentingnya peningkatan keamanan, fasilitas, dan kesejahteraan petugas untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.












