Peninjauan Waduk Sei Jago, Kondisi Rusak Parah dan Tidak Berfungsi Maksimal
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, melakukan peninjauan langsung ke lokasi Waduk Sei Jago yang terletak di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti kondisi waduk yang saat ini dalam keadaan rusak parah dan tidak berfungsi secara optimal sebagai daerah tangkapan air.
Peninjauan ini dilakukan bersama Tim Percepatan Pembangunan Kepri Suyono Saeran dan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kepri Ir. Dona Astriana, pada Senin (6/4). Wakil Gubernur mengatakan bahwa kondisi waduk saat ini memerlukan perbaikan total agar dapat kembali berfungsi dengan baik.
Arahan dari Wagub Nyanyang
Dalam arahannya, Wagub Nyanyang menyampaikan beberapa poin penting yang harus segera dilakukan untuk memperbaiki kondisi Waduk Sei Jago. Pertama, normalisasi tali air dari hulu hingga intake perlu segera dilakukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan aliran air yang masuk ke waduk.
Selain itu, ia juga menyarankan agar dibuat tambahan tampungan air baru di bawah waduk eksisting. Usulan ini akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
“Jika melihat kondisi waduk saat ini yang rusak berat, maka rencananya tentu harus dilakukan rehab total,” ujar Nyanyang.
Fungsi dan Kondisi Saat Ini
Waduk Sei Jago merupakan salah satu waduk yang dikelola oleh Perumda Tirta Kepri dan melayani sekitar 3000 sambungan pelanggan di wilayah Tanjung Uban. Sayangnya, saat ini waduk sedang mengalami kekeringan yang sangat parah, sehingga tidak mampu lagi memberikan pasokan air kepada pelanggannya.
Kabid SDA Dinas PU Kepri, Dona Astriana, menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, waduk ini mampu mengalirkan air hingga 40 liter per detik. Namun, akibat lama tidak turun hujan, kondisi waduk kini rusak berat dan terdapat kebocoran pada struktur bawah waduk.
Selain itu, lahan masyarakat yang bersempadan dengan waduk juga sudah beralih fungsi. Awalnya merupakan hutan, kini sebagian besar telah berubah menjadi kebun masyarakat. Hal ini turut memengaruhi kualitas dan kuantitas air yang tersedia di waduk.
Masalah yang Menghambat Fungsi Waduk
Masalah utama yang dihadapi waduk Sei Jago adalah kekeringan yang terjadi dalam waktu yang cukup lama. Kekeringan ini menyebabkan penurunan kualitas air dan mengganggu sistem pengairan yang selama ini digunakan oleh masyarakat setempat.
Selain itu, kerusakan fisik pada struktur waduk seperti kebocoran membuat air yang tersimpan tidak bisa digunakan secara maksimal. Hal ini memperparah kondisi waduk yang sebelumnya sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Langkah yang Perlu Dilakukan
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan langkah-langkah strategis yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah. Salah satunya adalah pembangunan tambahan tampungan air baru di bawah waduk eksisting. Selain itu, rehabilitasi total waduk juga harus segera dilakukan agar dapat kembali berfungsi secara optimal.
Dengan adanya perbaikan, diharapkan waduk Sei Jago dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan menjaga ketersediaan air di wilayah Bintan Utara.


















