Strategi pembagian beban atau load sharing antara Pelabuhan Merak, Bandar Bakau Jaya, dan Pelabuhan Ciwandan dinilai sangat efektif dalam mengelola puncak arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Penilaian ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Perhubungan Suntana, yang meninjau secara langsung stabilitas arus kendaraan serta kesiapan fasilitas dermaga di Pelabuhan Ciwandan, Banten, pada hari Kamis.
Evaluasi Lapangan di Pelabuhan Ciwandan
Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyatakan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat terlayani dengan baik selama periode liburan panjang ini. “Kami ingin memastikan masyarakat terlayani dengan baik. Dari pantauan kami, alur kendaraan di Pelabuhan Ciwandan mengalir lancar dan terkendali,” ujar Suntana pada Kamis, 25 Desember 2025.
Kunjungan kerja ini tidak dilakukan sendiri. Suntana didampingi oleh General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten, Benny Ariadi. Fokus utama dari peninjauan ini mencakup beberapa area krusial, antara lain:
- Area Penyangga (Buffer Zone): Memastikan ruang tunggu kendaraan memadai dan terorganisir dengan baik untuk menghindari penumpukan yang berlebihan.
- Jalur Antrean Kendaraan: Melakukan evaluasi terhadap kelancaran antrean, khususnya untuk kendaraan roda dua dan truk logistik yang memiliki karakteristik pergerakan berbeda.
- Kesiapan Fasilitas Sandar Kapal: Memeriksa kesiapan dermaga dan fasilitas pendukung lainnya sesuai dengan skenario operasi yang telah ditetapkan untuk menghadapi lonjakan penumpang dan kendaraan.
Pemanfaatan Teknologi dalam Pemantauan Arus
Lebih lanjut, Suntana juga memantau pergerakan kapal dan arus kendaraan secara real-time menggunakan sistem pemantauan digital. Sistem ini dikelola oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan beroperasi dari Ruang VIP Pelabuhan Ciwandan. Penggunaan teknologi ini memungkinkan pihak berwenang untuk mengambil tindakan cepat jika terjadi kendala atau kepadatan yang tidak terduga.
Koordinasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan arus mudik. Suntana menekankan pentingnya sinergi ini. “Koordinasi antara Pelindo, BPTD, KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan), dan kepolisian berjalan sangat solid,” tegasnya. Kekompakan antarlembaga ini memastikan bahwa setiap aspek operasional berjalan lancar dan terintegrasi.
Interaksi Langsung dengan Pengguna Jasa dan Apresiasi Petugas
Selain melakukan pemantauan teknis, Suntana juga menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan para pemudik. Ia berbincang dengan pengguna sepeda motor dan pengemudi truk yang sedang menunggu giliran untuk menyeberang. Melalui interaksi ini, Suntana dapat mendengar langsung masukan dan pengalaman para pengguna jasa.
Dalam kesempatan tersebut, Suntana juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh petugas lapangan. Para petugas ini bekerja tanpa lelah selama 24 jam penuh untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik. Dedikasi mereka sangat krusial dalam menghadapi lonjakan aktivitas di pelabuhan.
Dukungan Moral dan Kolaborasi Operasional
General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menyambut baik kehadiran Wakil Menteri Perhubungan di lapangan. Menurutnya, kunjungan Wamenhub memberikan dorongan moral yang signifikan bagi seluruh tim operasional yang bertugas.
“Kehadiran Bapak Wakil Menteri di sini memberikan energi positif dan motivasi tambahan bagi kami. Kami merasa kerja keras kami diapresiasi,” ujar Benny.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan dalam mengelola arus Natal dan Tahun Baru ini tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi yang erat antar semua pihak yang terlibat. “Dengan kerja keras dan kolaborasi yang erat, kondisi arus Natal dan Tahun Baru dapat berjalan sebagaimana yang kita harapkan,” tutup Benny.
Strategi load sharing ini terbukti menjadi solusi efektif, mendistribusikan beban lalu lintas dari Pelabuhan Merak yang biasanya padat ke pelabuhan alternatif seperti Ciwandan dan Bandar Bakau Jaya. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi kepadatan di satu titik, tetapi juga mempercepat proses penyeberangan bagi para pemudik, sehingga menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan aman. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari perencanaan yang matang dan eksekusi yang solid oleh berbagai instansi terkait.



















