Akses Terputus Akibat Banjir: Warga Gunong Kong Nagan Raya Bergantung pada Perahu
Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Nagan Raya pada akhir tahun 2025 lalu meninggalkan dampak destruktif yang mendalam, salah satunya adalah terputusnya akses vital bagi masyarakat di Gunong Kong atau Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur. Jembatan rangka baja sepanjang 135 meter yang menjadi urat nadi transportasi warga, hancur lebur diterjang arus deras. Akibatnya, ratusan warga di satu dusun terisolasi, memaksa mereka untuk kembali mengandalkan transportasi tradisional berupa perahu sebagai satu-satunya cara untuk menyeberangi sungai menuju pusat kecamatan dan kabupaten.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), telah bergerak cepat mengajukan permohonan pembangunan jembatan bailey kepada pemerintah pusat. Jembatan bailey, yang dikenal sebagai solusi sementara yang kokoh dan cepat dibangun, diharapkan dapat segera menggantikan jembatan lama yang hancur. Kepala Pelaksana BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi SSTP, secara langsung menyampaikan harapan ini, menekankan urgensi pemulihan akses bagi warga Gunong Kong.
“Saat ini, warga mengandalkan perahu untuk menyeberang sungai ke pusat kecamatan dan kabupaten,” ujar Irfanda Rinadi, menggambarkan kondisi darurat yang dialami masyarakat Gunong Kong. Ketergantungan pada perahu ini tidak hanya memperlambat mobilitas warga dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi kebutuhan pokok dan pengeluaran hasil pertanian dari dusun yang terisolir tersebut.
Upaya Pemulihan Akses dan Bantuan Hunian
Meskipun permohonan pembangunan jembatan bailey telah diajukan kepada pemerintah pusat, hingga kini, hampir dua bulan pasca bencana, belum ada respons konkret yang diterima. Kondisi ini tentu menambah beban psikologis dan material bagi masyarakat terdampak. Menyadari situasi ini, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya tidak tinggal diam. Sembari menunggu keputusan dari pusat, pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah mitigasi darurat.
Salah satu langkah yang diambil adalah memastikan ketersediaan perahu yang memadai untuk melayani kebutuhan transportasi warga. Selain itu, upaya pembersihan jalur darat alternatif juga sedang gencar dilakukan. Tim gabungan sedang bekerja keras untuk membersihkan jalan desa lama yang menghubungkan Alue Wakie ke Lamie. Meskipun jalur ini diprediksi memiliki jarak tempuh yang lebih jauh, Irfanda Rinadi berharap jalur ini dapat difungsikan sementara waktu sebagai akses utama untuk mengeluarkan hasil pertanian dari dusun yang terisolasi. Upaya ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban ekonomi warga yang bergantung pada sektor pertanian.
Pembangunan Hunian Tetap: Prioritas Pasca Bencana
Dampak banjir bandang tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menghancurkan sejumlah rumah warga di Gunong Kong. Banyak keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat untuk sementara waktu. Menanggapi kebutuhan mendesak ini, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya memiliki strategi yang berbeda terkait penanganan hunian bagi korban bencana. Berbeda dengan beberapa daerah lain yang mungkin memprioritaskan pembangunan hunian sementara (huntara), di Gunong Kong, pemerintah memutuskan untuk langsung mengusulkan pembangunan hunian tetap (huntap).
Keputusan ini mencerminkan komitmen Pemkab Nagan Raya untuk memberikan solusi jangka panjang yang lebih permanen bagi para korban bencana. Pembangunan huntap diharapkan dapat segera memberikan rasa aman dan kepastian tempat tinggal bagi keluarga yang kehilangan rumah akibat banjir.
Sebagai perbandingan, di wilayah Beutong Ateuh, pemerintah daerah telah membangun 128 unit huntara yang diperuntukkan bagi 674 kepala keluarga. Dalam skema ini, setiap unit huntara dihuni oleh lima kepala keluarga. Pembangunan huntara di Beutong Ateuh ini merupakan upaya pemenuhan kebutuhan hunian sementara bagi mereka yang terdampak, sembari menunggu proses pembangunan hunian yang lebih permanen. Namun, di Gunong Kong, fokus diarahkan langsung pada pembangunan huntap sebagai langkah prioritas utama.
Situasi di Gunong Kong menjadi pengingat akan kerentanan wilayah terhadap bencana alam dan pentingnya kesiapan infrastruktur serta respons tanggap darurat yang efektif. Dukungan dari pemerintah pusat sangat krusial dalam mempercepat pemulihan dan mengembalikan kehidupan normal bagi masyarakat yang terdampak. Harapan besar tertuju pada respons positif dari pemerintah pusat terhadap permohonan pembangunan jembatan bailey, yang akan menjadi kunci utama pemulihan akses dan mobilitas di Gunong Kong, Nagan Raya.




