Banjir Kalsel: Ribuan Rumah Terdampak, Gubernur Salurkan Bantuan Tunai Pribadi
BANJARBARU – Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali dilanda musibah banjir yang merendam ribuan rumah warga. Kabupaten Banjar menjadi salah satu daerah yang terdampak paling parah, menyebabkan kerugian dan kesulitan bagi masyarakat setempat. Menanggapi situasi darurat ini, Gubernur Kalsel, Muhidin, menunjukkan kepeduliannya dengan menepati janji untuk memberikan bantuan langsung kepada para korban banjir.
Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai sebesar Rp300 ribu per rumah yang terdampak banjir. Penyaluran ini difokuskan di dua kecamatan yang mengalami kerusakan paling signifikan, yaitu Martapura Barat dan Sungai Tabuk, yang berada di wilayah Kabupaten Banjar. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga yang kehilangan sebagian atau seluruh harta benda mereka akibat genangan air.
Detail Penyaluran Bantuan di Kabupaten Banjar
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, dampak banjir di Kecamatan Sungai Tabuk sangat luas. Tercatat sebanyak 11.902 rumah yang tersebar di 17 desa dinyatakan layak menerima bantuan uang tunai ini. Sementara itu, di Kecamatan Martapura Barat, sebanyak 5.745 rumah di 13 desa juga terdata sebagai penerima manfaat dari bantuan gubernur.
Proses penyerahan bantuan telah dimulai sejak Sabtu, 17 Januari 2026. Gubernur Muhidin secara langsung turun ke lokasi-lokasi banjir untuk memantau jalannya penyaluran dan memberikan arahan kepada tim gabungan yang bertugas mendistribusikan bantuan hingga ke rumah-rumah warga. Kehadiran gubernur di lapangan menunjukkan komitmennya dalam memastikan bantuan sampai tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan.
Sumber Dana Bantuan: Kepedulian Pribadi dan Swasta
Menariknya, bantuan uang tunai yang disalurkan untuk dua kecamatan di Kabupaten Banjar ini bukan berasal dari anggaran pemerintah daerah. Gubernur Muhidin menegaskan bahwa dana tersebut merupakan gabungan dari sumbangan pribadinya serta bantuan dari dua perusahaan swasta besar.
“Jadi hari ini kita bagikan bantuan, bukan sembako, tetapi bantuan uang tunai sebesar Rp300 ribu per rumah. Bantuan ini berasal dari PT Adaro, PT Balangan Coal, dan bantuan pribadi dari Haji Muhidin sebagai Gubernur, bukan dari pemerintah,” jelas Muhidin pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Langkah ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan kepedulian individu untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Kolaborasi semacam ini sangat krusial dalam penanganan bencana, di mana sumber daya seringkali terbatas.
Jangkauan Bantuan yang Lebih Luas
Hingga saat ini, tercatat sekitar 22.000 rumah di seluruh Kalimantan Selatan yang telah mendaftar dan berpotensi menerima bantuan uang tunai. Gubernur Muhidin menyatakan bahwa proses pendaftaran bantuan sementara ditutup. Penutupan ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan yang sudah terdaftar dapat didistribusikan secara merata terlebih dahulu sebelum membuka kembali pendaftaran.
Lebih lanjut, Gubernur Muhidin mengindikasikan bahwa bantuan tidak hanya akan disalurkan di Kabupaten Banjar. Wilayah lain di Kalsel yang juga terdampak banjir akan menjadi prioritas berikutnya. Beberapa daerah yang kemungkinan akan menjadi sasaran penyaluran bantuan selanjutnya meliputi:
- Tanahlaut: Khususnya di wilayah Kurau.
- Hulu Sungai Selatan: Termasuk daerah Nagara.
- Hulu Sungai Selatan: Juga di wilayah Amuntai.
Imbauan untuk Warga yang Belum Menerima Bantuan
Gubernur Muhidin juga memberikan imbauan penting bagi warga yang rumahnya terdampak banjir namun belum menerima bantuan. Ia meminta agar mereka segera menginformasikan kondisi tersebut kepada BPBD Kalsel. Cara penyampaian informasi yang paling efektif adalah melalui pemerintah desa setempat. Dengan demikian, BPBD dapat mendata dan memverifikasi kembali daftar penerima bantuan, serta memastikan tidak ada warga yang terlewatkan.
Upaya penanganan banjir di Kalsel ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah, bersama dengan elemen masyarakat dan sektor swasta, bahu-membahu dalam menghadapi bencana. Bantuan tunai ini diharapkan dapat membantu warga untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa pemulihan pasca-banjir.




















