Tragedi di Cirebon: Pencari Rumput Tewas Tertabrak Kereta Api di Jalur Rel
Sebuah peristiwa tragis menggemparkan masyarakat Cirebon pada Kamis (12/2/2026) petang. Sebuah video yang beredar luas di media sosial menampilkan pemandangan memilukan di sekitar jembatan rel kereta api, di mana kerumunan warga berkumpul menyaksikan dampak dari kecelakaan maut. Dalam rekaman tersebut, terdengar narasi seorang pria yang sedang mencari rumput, atau yang biasa dikenal dengan istilah “ngarit”, dilaporkan harus meregang nyawa setelah tertabrak kereta api. Benturan keras tersebut tidak hanya merenggut nyawanya, tetapi juga menghancurkan sepeda motor yang dikendarainya hingga tak berbentuk.
Kecelakaan nahas ini terjadi di jalur kereta api pada kilometer 210+1/2, yang membentang antara Cangkring dan Bangodua. Lokasi persisnya berada di Desa Orimalang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, sebuah area yang kini menjadi saksi bisu dari insiden memilukan tersebut.
Kronologi Penemuan Jasad Korban yang Mengharukan
Kapolsek Klangenan, Iptu Diding, secara resmi mengonfirmasi kebenaran insiden tragis ini. Menurut keterangannya, informasi awal mengenai kecelakaan tersebut pertama kali diterima dari petugas Kepolisian Khusus Kereta Api (Polsuska) bernama Anggi. Anggi melaporkan adanya insiden kecelakaan yang terjadi di jalur rel tersebut.
“Berdasarkan laporan petugas Polsuska, saksi bersama perangkat desa langsung melakukan penyisiran di lokasi kejadian,” ujar Iptu Diding dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (12/2/2026) malam.
Setelah dilakukan penyisiran mendalam di sepanjang area rel, petugas akhirnya menemukan jasad seorang pria di sekitar jalur tersebut. Keberadaan jasad ini mengkonfirmasi laporan awal dan memicu tindakan lebih lanjut. Anggota Polsek Klangenan yang segera tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung mengambil alih situasi dan memulai proses identifikasi terhadap korban yang malang.
Identitas Korban: Undrus bin Dama, Warga Desa Orimalang
Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh pihak kepolisian, identitas korban akhirnya berhasil terungkap. Korban diketahui bernama Undrus bin Dama, seorang pria berusia 67 tahun. Beliau berprofesi sebagai buruh harian lepas dan tercatat sebagai penduduk Desa Orimalang, Kecamatan Jamblang, Cirebon. Alamat lengkap korban adalah di Blok Buntalan RT 015/RW 004.
“Korban adalah warga setempat yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian,” jelas Iptu Diding, menekankan kedekatan korban dengan area di mana tragedi itu terjadi. Fakta ini menambah rasa duka bagi masyarakat setempat yang kehilangan salah satu warganya dalam peristiwa yang begitu tragis.
Proses Evakuasi yang Dramatis dan Menyayat Hati
Proses evakuasi jenazah korban berlangsung dengan penuh dramatis dan menarik perhatian banyak warga. Video yang beredar luas di media sosial menampilkan warga yang memadati pinggir jalan serta area di sekitar jembatan rel kereta api. Mereka berkumpul untuk menyaksikan secara langsung bagaimana petugas menangani situasi pasca-kecelakaan.
Di sisi perlintasan, tampak sepeda motor milik korban yang mengalami kerusakan parah. Kondisi sepeda motor yang hancur lebur menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya benturan antara korban dan “si Ular Besi”, julukan akrab untuk kereta api. Kerusakan yang begitu parah pada kendaraan roda dua tersebut menggambarkan kekuatan tumbukan yang tak terbayangkan.
Selanjutnya, petugas kepolisian melakukan evakuasi jenazah korban menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun. Penanganan medis lebih lanjut dilakukan di sana sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan adat dan kepercayaan yang berlaku.
Imbauan Kepolisian: Tingkatkan Kewaspadaan di Jalur Kereta Api
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kronologi pasti mengenai bagaimana peristiwa tragis ini bisa terjadi. Dugaan sementara yang paling kuat mengarah pada aktivitas korban mencari rumput di area tersebut. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan semua detail kejadian terungkap.
Menyikapi insiden memilukan ini, Iptu Diding secara tegas mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi segala aturan keselamatan yang berlaku, terutama saat berada di sekitar jalur kereta api.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sepanjang jalur rel kereta api demi keselamatan. Jalur rel bukan tempat untuk beraktivitas,” tegas Iptu Diding, menutup pernyataannya. Imbauan ini sangat penting untuk mencegah terulangnya kembali tragedi serupa di masa mendatang, menjaga keselamatan jiwa setiap individu yang beraktivitas di dekat lintasan kereta api.



















