No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home politik

AI Mengancam, DPR Desak Pemerintah Benahi Film Nasional

Erwin by Erwin
5 Februari 2026 - 05:34
in politik
0

Membenahi Ekosistem Perfilman Nasional: Antara Perlindungan Hak Cipta, Pembiayaan, dan Ancaman AI

Jakarta – Industri perfilman Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan krusial yang menuntut perhatian serius dan langkah konkret. Novita Hardini, seorang anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, menekankan bahwa Panitia Kerja (Panja) Industri Film harus bertransformasi menjadi instrumen yang ampuh dalam membenahi ekosistem perfilman nasional. Upaya ini tidak hanya berfokus pada perlindungan hak cipta dan penguatan pembiayaan, tetapi juga pada menjaga keberlanjutan industri film Indonesia di tengah gempuran teknologi dan persaingan global.

“Tanpa keberpihakan nyata, kejayaan film Indonesia hanya akan menjadi nostalgia, bukan masa depan,” tegas Novita Hardini saat berbincang dengan awak media pada Rabu (4/2). Pernyataannya mencerminkan kekhawatiran mendalam akan nasib industri kreatif yang memiliki potensi besar untuk menjadi duta budaya dan ekonomi bangsa.

Salah satu isu mendasar yang disoroti adalah lemahnya sistem pengarsipan film nasional. Fenomena ini berimplikasi pada hilangnya memori kolektif bangsa. Data yang mengejutkan menunjukkan bahwa dari sekitar 4.400 film yang telah diproduksi di Indonesia sejak tahun 1926 hingga 2025, diperkirakan sekitar 1.500 di antaranya kini dilaporkan hilang.

Kondisi ini, menurut Novita, menciptakan jurang pemisah yang semakin lebar antara generasi muda dengan sejarah serta tokoh-tokoh penting dalam dunia perfilman Indonesia. “Ini merupakan kegagalan negara dalam menjaga warisan budaya,” ujarnya dengan nada prihatin. Kehilangan arsip film berarti kehilangan jejak sejarah, kehilangan inspirasi, dan kehilangan kesempatan untuk belajar dari karya-karya terdahulu yang mungkin mengandung nilai edukasi dan seni yang tinggi.

Lebih lanjut, Novita Hardini menyoroti tantangan baru yang kian berat dengan kehadiran teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). AI berpotensi besar menggerus lapangan kerja para pekerja kreatif, mulai dari penulis skenario, animator, hingga editor. Oleh karena itu, Novita mendesak pemerintah untuk segera melakukan intervensi melalui regulasi yang berpihak pada pekerja kreatif lokal.

Baca Juga  Korupsi Tambang Transmigrasi Kukar: Negara Rugi Setengah Triliun

“AI jangan dipoles sebagai inovasi jika faktanya justru menggerus ruang hidup pekerja kreatif kita. Negara tidak boleh abai terhadap ancaman ini,” tegasnya. Penting untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi tidak serta-merta mengorbankan sumber daya manusia yang telah berkontribusi dalam membangun industri perfilman. Perlu ada regulasi yang mengatur penggunaan AI agar tidak menimbulkan kerugian signifikan bagi para pekerja kreatif.

Kritik pedas juga dilontarkan Novita terkait tingginya ketergantungan Indonesia terhadap kekayaan intelektual (intellectual property/IP) asing. Sementara itu, aset-aset lokal yang berpotensi mendunia justru belum mendapatkan perhatian yang memadai. Ia menilai bahwa dukungan anggaran pemerintah saat ini masih jauh dari kata ideal untuk mendorong film-film nasional agar mampu menembus pasar global.

Sebagai perbandingan yang mencolok, Novita menyinggung keberhasilan Korea Selatan dalam mengembangkan industri filmnya. Negara tersebut memiliki skema modal ventura khusus yang dirancang untuk mendukung industri filmnya secara komprehensif. Kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan Indonesia, yang masih cenderung mengandalkan bantuan berskala kecil dan sporadis.

“Bantuan maksimal Rp 500 juta tidak akan menggerakkan industri film. Itu bahkan hanya cukup untuk tahap penulisan skenario. Kita membutuhkan venture capital khusus film, bukan kebijakan setengah hati,” pungkasnya. Angka tersebut dinilai tidak proporsional jika dibandingkan dengan kebutuhan investasi yang besar untuk produksi film berkualitas tinggi yang mampu bersaing di kancah internasional.

Untuk memajukan industri perfilman nasional, diperlukan beberapa langkah strategis yang komprehensif:

  • Penguatan Perlindungan Hak Cipta:

    • Menerapkan sistem pendaftaran dan pemantauan hak cipta yang lebih efisien.
    • Memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelaku industri mengenai pentingnya hak cipta.
    • Menindak tegas pelanggaran hak cipta agar memberikan efek jera.
  • Revitalisasi Sistem Pengarsipan Film:

    • Membangun pusat arsip film nasional yang modern dan terkelola dengan baik.
    • Melakukan restorasi terhadap film-film lama yang masih tersisa.
    • Memanfaatkan teknologi digital untuk preservasi dan akses arsip.
  • Pengembangan Skema Pembiayaan Inovatif:

    • Membentuk badan venture capital khusus untuk industri film.
    • Memberikan insentif fiskal bagi investor yang menanamkan modal di industri perfilman.
    • Mendorong kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga keuangan.
  • Regulasi yang Berpihak pada Pekerja Kreatif di Era AI:

    • Menyusun regulasi yang mengatur penggunaan AI dalam industri kreatif agar tidak merugikan pekerja lokal.
    • Memberikan pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi pekerja kreatif untuk beradaptasi dengan teknologi baru.
    • Menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi sambil tetap menjaga keberlangsungan lapangan kerja.
  • Promosi dan Akses Pasar Global:

    • Meningkatkan promosi film Indonesia di berbagai festival internasional.
    • Memfasilitasi distribusi film nasional di platform global.
    • Mendukung produksi film yang memiliki potensi daya tarik global, baik dari segi cerita maupun kualitas produksi.
Baca Juga  5 Berita Paling Viral: Pemda Rekrut Guru Non-ASN, P2G Minta Prabowo Keluarkan Perppu, 237 Ribu Honorer Dihapus?

Upaya pembenahan ekosistem perfilman nasional ini memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat. Dengan langkah-langkah yang tepat dan keberpihakan yang nyata, kejayaan film Indonesia dapat terwujud sebagai masa depan yang cerah, bukan sekadar kenangan masa lalu.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Markas Judi Online Diserbu, Said Didu Bocorkan Pemilik dan Pelindungnya
politik

Markas Judi Online Diserbu, Said Didu Bocorkan Pemilik dan Pelindungnya

18 Mei 2026 - 19:29
Hakim Setujui Tahanan Rumah Nadiem Makarim di Kebayoran Baru, Tak Boleh Keluar 24 Jam
politik

Hakim Setujui Tahanan Rumah Nadiem Makarim di Kebayoran Baru, Tak Boleh Keluar 24 Jam

18 Mei 2026 - 17:41
MPR Minta Maaf Atas Kekeliruan Juri Lomba Cerdas Cermat
politik

MPR Minta Maaf Atas Kekeliruan Juri Lomba Cerdas Cermat

18 Mei 2026 - 16:10
Cara cek penerima bansos PKH BPNT 2026, pencairan dijadwalkan
politik

Cara cek penerima bansos PKH BPNT 2026, pencairan dijadwalkan

18 Mei 2026 - 11:58
Syekh Ahmad Al Misry Dikaitkan dengan Kasus Pelecehan Seksual
politik

Syekh Ahmad Al Misry Dikaitkan dengan Kasus Pelecehan Seksual

18 Mei 2026 - 08:57
Jerome Polim Terkejut dengan Sikap Juri Lomba MPR di Kalbar: Bukan Tuhan, Bisa Salah
politik

Jerome Polim Terkejut dengan Sikap Juri Lomba MPR di Kalbar: Bukan Tuhan, Bisa Salah

18 Mei 2026 - 08:39
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di PN Batam. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

26 Mei 2025 - 16:54
35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

20 Desember 2025 - 16:45
Orang yang Langsung Mencuci Cangkinya, Ini 7 Sifat Unik Menurut Psikologi

Orang yang Langsung Mencuci Cangkinya, Ini 7 Sifat Unik Menurut Psikologi

18 Mei 2026 - 21:53
Apa Itu Girik yang Sering Jadi Sengketa Tanah?

Apa Itu Girik yang Sering Jadi Sengketa Tanah?

18 Mei 2026 - 21:35
Mengapa Literasi Keuangan Sangat Penting Sejak Usia Muda?

Mengapa Literasi Keuangan Sangat Penting Sejak Usia Muda?

18 Mei 2026 - 21:33
Fabio Lefundes Kritik Bojan Hodak Usai Kalahkan Bali United, Ada Maut

Fabio Lefundes Kritik Bojan Hodak Usai Kalahkan Bali United, Ada Maut

18 Mei 2026 - 21:17
Jika Anda Merasa Bersalah Mengambil Makanan Terakhir, Ini 8 Tanda Menurut Psikologi

Jika Anda Merasa Bersalah Mengambil Makanan Terakhir, Ini 8 Tanda Menurut Psikologi

18 Mei 2026 - 20:59

Pilihan Redaksi

Orang yang Langsung Mencuci Cangkinya, Ini 7 Sifat Unik Menurut Psikologi

Orang yang Langsung Mencuci Cangkinya, Ini 7 Sifat Unik Menurut Psikologi

18 Mei 2026 - 21:53
Apa Itu Girik yang Sering Jadi Sengketa Tanah?

Apa Itu Girik yang Sering Jadi Sengketa Tanah?

18 Mei 2026 - 21:35
Mengapa Literasi Keuangan Sangat Penting Sejak Usia Muda?

Mengapa Literasi Keuangan Sangat Penting Sejak Usia Muda?

18 Mei 2026 - 21:33
Fabio Lefundes Kritik Bojan Hodak Usai Kalahkan Bali United, Ada Maut

Fabio Lefundes Kritik Bojan Hodak Usai Kalahkan Bali United, Ada Maut

18 Mei 2026 - 21:17
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.