Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bergerak cepat menanggapi bencana yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Sebagai wujud komitmen pelayanan publik, Ditjen Dukcapil menerjunkan tim khusus ke lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan layanan administrasi kependudukan (adminduk) tetap berjalan optimal bagi masyarakat yang membutuhkan.
Langkah proaktif ini merupakan implementasi langsung dari arahan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk layanan adminduk, di tengah situasi darurat bencana. Prioritas utama adalah memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap dokumen kependudukan yang sah dan penting.
Koordinasi dan Pembagian Tugas Tim Lapangan
Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil, Muhammad Nuh Al-Azhar, menjelaskan secara rinci mengenai struktur tim lapangan yang diterjunkan ke wilayah bencana. Tim ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil, Teguh Setyabudi, yang bertanggung jawab atas koordinasi umum dan pengambilan keputusan strategis di lapangan.
Sekretaris Ditjen Dukcapil, Hani Syopiar Rustam, bersama dengan para direktur di lingkungan Ditjen Dukcapil, ditunjuk sebagai koordinator lapangan untuk masing-masing wilayah terdampak. Pembagian tugas ini bertujuan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi dalam penyaluran bantuan dan pelayanan adminduk. Bapak Nuh Al-Azhar sendiri, bersama dengan Dirjen Dukcapil, berangkat menuju Sumatera Utara melalui Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, untuk memantau langsung situasi dan memberikan arahan.
Fokus Layanan di Sumatera Utara
Untuk wilayah Sumatera Utara, Ditjen Dukcapil membagi personel menjadi tiga tim yang masing-masing ditempatkan di:
- Kabupaten Tapanuli Utara
- Kabupaten Tapanuli Tengah
- Kota Sibolga
Tim-tim ini bertugas untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan secara langsung kepada masyarakat, termasuk penerbitan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), dan dokumen kependudukan lainnya yang diperlukan. Pelayanan ini diberikan hingga malam hari, bahkan sampai pukul 19.40 WIB, menunjukkan komitmen Ditjen Dukcapil untuk melayani masyarakat semaksimal mungkin.
Bantuan Infrastruktur dan Teknologi
Selain memberikan pelayanan penerbitan dokumen, Ditjen Dukcapil juga memberikan dukungan pemulihan konektivitas di lapangan. Dukungan ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan berupa:
- Perangkat Starlink: Untuk memastikan akses internet tetap tersedia di wilayah yang terdampak bencana.
- Panel Surya: Sebagai sumber energi alternatif untuk mendukung operasional pelayanan di daerah yang mengalami gangguan listrik.
- Power Station: Untuk menyediakan daya listrik portabel bagi perangkat-perangkat penting.
Bantuan ini sangat penting untuk memastikan layanan Dukcapil tetap berjalan meskipun infrastruktur komunikasi dan energi terdampak bencana. Dengan adanya dukungan infrastruktur ini, diharapkan proses pelayanan adminduk dapat berjalan lancar dan efisien.
Harapan dan Dampak Positif
Melalui kehadiran langsung tim di lapangan serta dukungan sarana dan prasarana pendukung, Ditjen Dukcapil berharap kebutuhan layanan administrasi kependudukan masyarakat dapat segera terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi warga di wilayah terdampak bencana. Dokumen kependudukan yang lengkap dan valid sangat penting untuk mengakses berbagai layanan publik dan bantuan sosial dari pemerintah. Dengan demikian, Ditjen Dukcapil berperan aktif dalam membantu masyarakat bangkit kembali setelah bencana.


















