Evaluasi Keamanan Nasional 2025: Antara Tantangan dan Keberhasilan Polri
Tahun 2025 menandai periode yang dinamis bagi keamanan dan ketertiban nasional Indonesia. Meskipun sempat diwarnai oleh insiden kerusuhan yang cukup signifikan pada bulan Agustus, secara keseluruhan, situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) dilaporkan berada dalam kondisi aman dan kondusif. Klaim ini disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam sebuah forum strategis bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Senin (26/1/2026).
Menurut Kapolri, keberhasilan dalam mengendalikan dan memulihkan situasi keamanan pasca-kerusuhan bukanlah hasil dari satu pihak semata, melainkan buah dari sinergi dan gerak cepat seluruh anggota Polri yang didukung oleh seluruh elemen bangsa. “Alhamdulillah atas kerja keras dari seluruh anggota dan dukungan seluruh elemen bangsa pada saat itu dalam waktu cepat situasi segera bisa dikendalikan dan saat ini mohon izin kami melaporkan bahwa stabilitas Kamtibmas nasional pada tahun 2025 dalam keadaan aman dan kondusif,” ujar Jenderal Sigit.
Agustus Kelabu: Titik Ujian yang Teratasi
Kapolri tidak menampik bahwa peristiwa kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2025, yang kemudian ia juluki sebagai “Agustus Kelabu”, sempat menjadi sorotan tajam bagi institusi Polri. Insiden ini memang menimbulkan dampak yang cukup luas, mulai dari gangguan kamtibmas hingga kerusakan sejumlah fasilitas publik. Kerusuhan tersebut secara langsung memengaruhi stabilitas keamanan masyarakat dan menyebabkan kerusakan terhadap aset-aset penting, termasuk fasilitas milik Polri, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta kantor pemerintahan daerah (pemda).
“Yang pada saat itu kemudian berdampak terhadap stabilitas Kamtibmas termasuk peristiwa-peristiwa perusakan yang terjadi terhadap fasilitas-fasilitas publik di Polri, DPRD maupun di pemda,” jelas Jenderal Sigit. Ia menekankan kembali bahwa situasi yang sempat memanas tersebut berhasil diatasi berkat dukungan penuh dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pimpinan dan seluruh anggota DPR RI, serta seluruh komponen dan elemen bangsa lainnya. Dukungan kolektif inilah yang memungkinkan Polri untuk kembali fokus pada tugas pokoknya, yaitu memelihara stabilitas kamtibmas, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Survei Internasional Mengkonfirmasi Keamanan Indonesia
Lebih lanjut, Kapolri memaparkan hasil survei internasional yang memberikan gambaran positif mengenai tingkat keamanan di Indonesia pasca-peristiwa “Agustus Kelabu”. Berdasarkan Global Safety Report yang dirilis pada 18 September 2025, Indonesia dinilai memiliki tingkat keamanan yang baik.
Indikator Keamanan Berdasarkan Global Safety Report:
- Indeks Keamanan dan Ketertiban (Law and Order Index):
- Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-19 dari total 140 negara.
- Nilai yang dicapai adalah 89.
- Persepsi Keamanan Berjalan di Malam Hari (Self to Walk Alone at Night):
- Sebanyak 83% responden menyatakan merasa aman untuk berjalan sendirian di malam hari.
- Posisi Indonesia dalam kategori ini adalah peringkat ke-25 dari 144 negara.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa meskipun sempat terjadi gejolak, persepsi masyarakat terhadap keamanan di Indonesia, khususnya dalam aktivitas sehari-hari seperti berjalan di malam hari, tetap terjaga dan bahkan mendapat apresiasi positif di kancah internasional.
Polri Raih Kepercayaan Publik Tertinggi
Selain capaian dalam menjaga kamtibmas, Kapolri juga menyoroti temuan menarik dari survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang merujuk pada Litbang Kompas pada November 2025. Survei tersebut menempatkan Polri sebagai salah satu lembaga negara yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia.
Peringkat Kepercayaan Publik Terhadap Lembaga Negara (November 2025):
- Polri sebagai Lembaga Negara Paling Dipercaya:
- Menduduki peringkat ketiga secara keseluruhan.
- Polri sebagai Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya:
- Menduduki peringkat pertama dalam kategori lembaga penegak hukum.
Temuan ini menjadi indikator penting bahwa di tengah berbagai tantangan, upaya Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat telah membuahkan hasil dalam bentuk kepercayaan publik yang solid. Kepercayaan ini menjadi modal berharga bagi Polri untuk terus menjalankan amanah menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh penjuru negeri.



















