Pengadaan Motor Listrik BGN Kembali Jadi Sorotan
Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi perbincangan publik setelah terungkapnya pengadaan puluhan ribu motor listrik untuk para kepala SPPG. Total BGN membeli 21.800 unit motor listrik yang menghabiskan dana negara sekitar Rp 1,2 triliun. Setiap unit dibeli dengan harga sekitar Rp 42 juta.
Pengadaan ini menimbulkan kritikan dari masyarakat, terutama warganet di media sosial. Mereka menilai bahwa tindakan BGN dinilai sebagai pemborosan uang rakyat. Selain itu, publik juga mulai menyoroti perusahaan pemenang tender, yaitu PT Yasa Artha Trimanunggal.
Lokasi dan Keamanan Perusahaan
Menurut informasi yang beredar, kantor PT Yasa Artha Trimanunggal berada di kawasan pemukiman padat di Jalan Indraloka II, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Aparat kepolisian bersama anggota Babinsa mulai berkumpul sejak pukul 13.00 WIB. Pemandangan kontras terlihat saat sejumlah polisi, baik yang berpakaian seragam maupun sipil, melakukan apel di jalan sempit yang dipimpin oleh seorang perwira berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).
Setelah apel, personel kembali menyebar di sekitar perusahaan dan berjaga di dekat sebuah warung kelontong. Saat dikonfirmasi tentang keberadaan personel dalam jumlah besar, AKP Madi hanya menjawab singkat: “Ada pengamanan.” Hingga pukul 15.42 WIB, petugas masih berada di depan gedung perusahaan sebelum akhirnya meninggalkan lokasi satu per satu.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Metro Jakarta Barat dan Kapolsek Grogol Petamburan belum memberikan respons terkait alasan pengamanan tersebut.
Aktivitas Terbatas dan Sorotan Publik
Kondisi kantor PT Yasa Artha Trimanunggal terpantau tertutup rapat. Berdasarkan pantauan di lapangan, hanya sesekali terlihat sejumlah orang keluar-masuk dari bangunan tersebut. Perusahaan yang didirikan sejak 2016 ini bergerak di bidang jasa logistik, pengadaan alat kesehatan, serta ekspor-impor. Nama perusahaan mencuat setelah viralnya video di media sosial yang menampilkan puluhan ribu sepeda motor listrik berlogo BGN.
Minim Bengkel dan Layanan Purnajual
Keputusan BGN memesan puluhan ribu motor listrik EMMO memicu berbagai pertanyaan. Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah ketersediaan bengkel dan layanan purnajual dari produsen motor listrik tersebut. Hingga saat ini, EMMO diketahui hanya memiliki satu dealer di Indonesia, tepatnya di Grogol, Jakarta Barat. Bahkan, fasilitas tersebut belum sepenuhnya beroperasi, dengan showroom yang masih terlihat kosong.
Klarifikasi BGN
Menanggapi isu yang berkembang, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa pengadaan ribuan motor listrik untuk kepala SPPG ini telah direncanakan secara matang. “Pengadaan motor listrik itu jadi bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025, bukan program baru yang muncul secara tiba-tiba,” tegas Dadan di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan data pengadaan nasional, motor listrik yang dipesan adalah merek Emmo tipe JVX GT dengan harga sekitar Rp49,95 juta per unit (off the road). Namun, Dadan mengklaim pembelian motor listrik itu berkisar Rp 42 juta per unit. Dari total kontrak 25.644 unit, pihak penyedia sanggup menyelesaikan 85,01 persen atau sebanyak 21.801 unit hingga batas waktu 20 Maret 2026.
Dadan menambahkan bahwa seluruh unit diproduksi di dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen di fasilitas manufaktur Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saat ini, kendaraan-kendaraan tersebut masih dalam tahap penyelesaian administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan ke seluruh titik layanan gizi di Indonesia.


















