Drama VAR yang Membuat West Ham Kehilangan Poin Berharga
West Ham United harus menerima kekalahan yang sangat menyakitkan saat menjamu Arsenal dalam laga penting Premier League di London timur. Tim asuhan David Moyes kalah 1-0 dari The Gunners, yang memperoleh kemenangan penting berkat gol telat Leandro Trossard. Namun, yang menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini adalah keputusan VAR yang membatalkan gol yang sebelumnya dianggap sah oleh para pemain dan penggemar.
Arsenal kini memiliki keunggulan lima poin di puncak klasemen, dan hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mengamankan gelar Premier League pertama mereka dalam 22 tahun. Sementara itu, West Ham semakin terjebak dalam perburuan zona aman degradasi.
Gol yang Dianulir dan Reaksi dari Kapten West Ham
West Ham sempat merasa bahwa mereka bisa meraih satu poin ketika Callum Wilson mencetak gol di akhir pertandingan. Namun, setelah peninjauan VAR yang berlangsung cukup lama, gol tersebut dianulir karena dianggap ada pelanggaran terhadap kiper Arsenal, David Raya.
Kapten West Ham, Jarrod Bowen, langsung merespons dengan kemarahan terhadap keputusan VAR. Ia menilai bahwa proses peninjauan terlalu berlebihan dan tidak adil dalam situasi seperti ini.
”Ini pukulan telak. Kami pikir kami sudah berusaha keras untuk kembali ke kompetisi, tetapi kemudian kesempatan itu direbut dari kami,” ujar Bowen.
Ia juga mempertanyakan konsistensi keputusan wasit dan VAR dalam situasi bola mati. Menurutnya, jika Anda melihat layar selama lima menit, Anda akan menemukan sesuatu—banyak pergumulan dan banyak penahanan.
”Saya yakin jika Anda melihat cukup lama, Anda akan menemukan sesuatu. Apakah saya pikir ini keputusan yang tepat? Tidak,” tambahnya.
Frustrasi dan Perbandingan dengan Insiden Sebelumnya
Bowen mengaku sangat frustrasi karena momen emosional merayakan gol berubah menjadi kekecewaan besar setelah penantian panjang.
”Frustrasi. Di mana konsistensinya? Sebagai penggemar, Anda tidak ingin merayakan gol lalu menunggu delapan menit dan gol itu direbut dari Anda,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kontak fisik dalam situasi sepak pojok adalah hal yang wajar di Premier League. Menurutnya, Liga Premier itu fisik dan itulah mengapa semua orang menyukainya.
”Tendangan sudut itu fisik. Liga Premier itu fisik. Itulah mengapa semua orang menyukainya. Anda harus mengharapkan kontak fisik di tendangan sudut. Jika Anda memberikan itu, Anda harus memberikan semua pelanggaran menahan yang ada di dunia dan itu bukan cara yang diinginkan orang untuk permainan ini,” papar Bowen.
Ia bahkan membandingkan insiden tersebut dengan kejadian yang dialami West Ham pada pekan sebelumnya saat menghadapi Brentford.
”Saya tidak ingin terdengar kesal, tetapi pekan lalu kami mengalami hal serupa saat Tomas Soucek ditahan di Brentford dan kami tidak mendapatkan penalti. Tapi, Anda tidak bisa memberikan penalti seperti itu hari ini,” ujarnya.
Respons Arsenal dan Pelatih Mikel Arteta
Di sisi lain, Arsenal justru merayakan kemenangan yang bisa menjadi titik penentu perburuan gelar. Tekanan sempat datang setelah Manchester City menang 3-0 atas Brentford sehari sebelumnya, tetapi pasukan Mikel Arteta berhasil memberikan respons positif.
Arteta mengakui bahwa laga berlangsung penuh drama, terutama pada momen VAR di penghujung pertandingan. Pelatih asal Spanyol itu merasa keputusan membatalkan gol West Ham sudah tepat karena David Raya dianggap dilanggar saat mencoba mengamankan bola.
”Saya rasa tidak ada yang akan membantah bahwa itu adalah pelanggaran yang jelas karena David hampir memegang bola di tangannya dan mereka tidak membiarkannya melakukan itu dan mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk mencetak gol,” ujar Arteta.



















